Ratusan Massa Gelar Aksi, Tuntut Gubernur Selesaikan Konflik Tanah di Sumut

* Tidak Satu pun Mafia Tanah Tersentuh Hukum

433 view
Ratusan Massa Gelar Aksi, Tuntut Gubernur Selesaikan Konflik Tanah di Sumut
Foto: SIB/Danres Saragih
AKSI MASSA: Ratusan orang dari Forum Rakyat Bersatu dan Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Sumut, Senin (26/9). Massa mendesak Gubernur Sumut segera menyelesaikan persoalan tanah di Sumut. 

Medan (SIB)


Ratusan orang dari Forum Rakyat Bersatu (FRB) dan Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (AKBAR Sumut) menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Sumut, Senin (26/9) mendesak Gubernur Sumut selesaikan persoalan tanah di Sumut.

Dalam aksi itu Edy Rahmayadi dituding telah gagal menyelesaikan konflik pertanahan yang ada di Sumut. Selain itu mafia tanah belum satu pun mampu disentuh hukum meski faktanya mereka kerap menteror dan mengintimidasi warga masyarakat pemilik tanah.

FRB dalam orasinya juga mendesak untuk segera bubarkan Tim Inventarisasi dan Identifikasi Penanganan Permasalahan Tanah eks HGU PTPN 2 yang diduga kuat sarat dengan kepentingan mafia tanah.

"Dalam aksi ini kami meminta KPK untuk mengusut dan mengaudit Tim Inventarisasi dan Identifikasi yang tidak transparan ke publik.

Kami juga minta untuk segera ditangkap seluruh pejabat PTPN 2 yang telah melakukan penjualan tanah negara seluas lebih kurang 8.000 hektare kepada PT Ciputra tanpa melihat kepentingan rakyat di atasnya," teriak orator dari atas mobil komando.

Massa pendemo yang datang dengan mengendarai puluhan sepedamotor dan angkutan umum itu meminta supaya Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut menyelesaikan seluruh konflik agraria di Sumut dengan mengembalikan tanah rakyat yang telah dirampas perusahaan perkebunan milik negara, seperti PTPN 2, PTPN 3 dan PTPN 4 serta perusahaan perkebunan swasta asing maupun nasional, di antaranya PT Bridgestone, PT Soeloeng Laoet, PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) dan lainnya.

Orator dalam orasinya mengatakan, Indonesia adalah negara yang kaya raya, subur dan makmur. Namun sayangnya kekayaan alam yang begitu melimpah tidak mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya, terutama bagi rakyat miskin dan kaum tani yang kekurangan lahan-lahan produksi sebagai sumber pendapatan ekonominya dikarenakan terjadinya ketimpangan penguasaan atas tanah di negara ini.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com