Rehab Oknum Sekda Nias Utara Tidak Hentikan Proses Hukum, Harus Tetap Diadili di Pengadilan


168 view
Rehab Oknum Sekda Nias Utara Tidak Hentikan Proses Hukum, Harus Tetap Diadili di Pengadilan
Internet
Muhammad Iqbal Sinaga SH MH
Medan (SIB)
Rehabilitasi yang dilakukan oknum Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Utara Yafeti Nazara di Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem dianggap memiliki keistimewaan tersendiri. Selain proses asesmennya cepat dilakukan sejak ditangkap, juga kepastian apakah Sekda akan menjalani proses hukum ke pengadilan atau tidak, hingga saat ini tidak diketahui.

Hal itu dikatakan pengamat hukum Kota Medan, Muhammad Iqbal Sinaga SH MH saat dimintai tanggapannya, Rabu (23/6). Menurut Iqbal, meskipun Yafeti direhab, tetapi proses hukum harus tetap berjalan. "Harus tetap berjalan. Meskipun direhab, perkaranya harus sampai ke pengadilan," ucap Iqbal.

Pengacara kondang Kota Medan ini pun mengatakan, seharusnya sebagai ASN, Sekda dan 2 pegawai BUMD yang turut ditangkap tersebut menjadi contoh teladan di masyarakat. Bukan malah berbuat tindakan yang tidak pantas. "Jangan pas warga biasa yang tertangkap dengan barang bukti sedikit, tetap dimajukan perkaranya ke pengadilan. Sedangkan lantaran beliau ASN dan memiliki jabatan, jangankan perkaranya ke pengadilan, proses asesmennya juga sangat cepat sejak ditangkap. Persamaan hak di mata hukum harus tetap ditegakkan," terangnya.

Tak hanya itu, ia juga mengkritisi tentang sanksi yang didapat dari Komisi ASN. Iqbal mengatakan bahwa para oknum yang tertangkap harus juga diperiksa secara kode etik. "Harus juga dipertanyakan ke Komisi ASN. Bagaimana sikap mereka dengan tindakan ASN tersebut," pungkasnya.

Terpisah, menanggapi perkara hukum atas tertangkapnya Sekda Nias Utara, Kasi Intel Kejari Medan Bondan Subrata mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Sekda Nias Utara. "Belum kami terima," ucap Bondan saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Tak hanya itu, Kejari Medan juga hingga saat ini belum menerima undangan dari Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang mengeluarkan rekomendasi bahwa Sekda harus menjalankan rehabilitasi ke RSJ Prof Ildrem."Sampai saat ini belum ada terima undangan resmi TAT," terangnya.

Ditanya soal mekanisme pengajuan rehabilitasi yang dijalankan Sekda Nias Utara, Bondan mengarahkan wartawan untuk bertanya hal tersebut kepada penyidik Polrestabes Medan. "Coba tanya ke mereka (penyidik polisi) karena itu masih ranah mereka," terangnya. (A17/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com