Reshuffle Kabinet, 2 Menteri Bakal Diganti


250 view
Reshuffle Kabinet, 2 Menteri Bakal Diganti
Foto: dok. BPMI Setpres
Kabinet Indonesia Maju
Jakarta (SIB)
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kian waktu makin deras berembus. Perombakan kabinet disebut-sebut tak hanya pada pos Kemristekdikti, yang akan dilebur ke Kemendikbud, serta pembentukan Kementerian Investasi.

Ketua DPP PKB Faisol Riza menyebut bakal ada dua lagi pos kementerian yang terkena reshuffle. Sedang dilakukan kajian terhadap dua kementerian itu.

"Masih ada dua pos, masih dalam kajian," kata Fasiol Riza, Rabu (14/4).

Dua kementerian yang sedang dikaji untuk di-reshuffle itu di luar Kemendikbud dan Kementerian Investasi. Dua kementerian ini belakangan memang kencang dibicarakan bakal masuk rencana reshuffle.

"Di luar Investasi dan Kemendikbudristek," ujar Faisol Riza.

Faisol tak menyebut dua kementerian di luar Kemendikbud dan Kementerian Investasi. Namun Ketua Komisi VI DPR RI ini menyebut dua kementerian ini sebelumnya juga pernah dikaji untuk di-reshuffle.

"Pos yang sempat juga dikaji pada reshuffle sebelumnya," imbuhnya.

Bakal Lantik
Isu kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju menyeruak seiring peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut Jokowi dalam waktu dekat ini akan melantik dua menteri tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Ngabalin di akun Twitter seperti dilihat pada Rabu (14/4). Namun Ngabalin tidak mengetahui pasti apakah ada menteri baru lain yang juga akan dilantik.

"Presiden Insya Allah akan melantik menteri baru (1) Menteri Dikbud/Ristek (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM. Adakah menteri-menteri lain yang akan dilantik, kapan & siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden & kita tunggu saja. #KabinetIndonesiaMaju," tulis Ngabalin.

Ali Mochtar Ngabalin memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak punya ketergantungan dengan siapapun dalam mengambil keputusan penting.

"Presiden Joko Widodo, tidak punya ketergantungan dengan siapapun dalam mengambil keputusan penting untuk kepentingan pelayanan pada rakyat yang beliau pimpin," kata dia.

Sebelumnya, Ngabalin menggulirkan isu bahwa Jokowi akan merombak kabinet pada pekan ini. Hal itu seiring dengan rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Surat terkait ini sudah dikirim ke DPR RI pada 30 Maret 2021.

"Ditanya kapan, saya punya keyakinan Minggu-minggu ini karena Presiden nggak mau lambat. Semua sudah tak ada lagi masalah," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (13/4).

Sinyal reshuffle Kabinet Indonesia Maju ini juga dibenarkan oleh juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi. Ma'ruf disebut sudah diajak berdiskusi dengan Jokowi terkait reshuffle kabinet.

"Kalau terkait dengan soal apakah nanti ada reshuffle, tentu Wapres udah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata Masduki dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/4). Masduki menjawab pertanyaan wartawan terkait ada-tidaknya reshuffle sehubungan dengan disetujuinya pembentukan Kementerian Investasi dan penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek.

Meski begitu, Masduki tidak bicara detail soal reshuffle. Masduki mengaku belum memperoleh kabar terkini soal reshuffle.

"Nanti akan ada pembicaraan spesifik antara presiden dan wapres dan kalau semuanya clear baru dibicarakan," lanjutnya. (detikcom/kumparan/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com