Resmikan Parkir Nontunai, Wali Kota Minta Jukir di Medan Tak Lagi Jadi ‘Ninja'


126 view
Resmikan Parkir Nontunai, Wali Kota Minta Jukir di Medan Tak Lagi Jadi ‘Ninja'
(Foto: istimewa)
Wali Kota Medan Bobby Nasution meresmikan titik parkir nontunai di Kota Medan. 
Medan (SIB)
Wali Kota Medan Bobby Nasution meresmikan penerapan parkir nontunai di Medan. Pembayaran parkir di sejumlah titik di Medan tak lagi memakai uang tunai.

Peresmian parkir nontunai itu dilakukan di Jalan Zainul Arifin, Medan, Senin (18/10). Bobby mengatakan, penerapan parkir nontunai tak akan menghilangkan pekerjaan juru parkir.

Dia menyebut, perbedaan hanya terdapat pada sistem pengutipan uang parkir. Dia mengatakan, para juru parkir Pemko Medan bakal tetap bertugas mengutip pembayaran parkir nontunai dari warga.

"Saya sampaikan e-parking yang dilaksanakan Pemko Medan, ini bukan pengelolaan parkir, untuk mengelola parkir di Kota Medan namun ini pengelolaan atau pemungutannya saja, pemungutan parkirnya," ucap Bobby.

"Kami menyampaikan di sini seluruh jukir yang ada di Kota Medan ini tetap kami berdayakan. Seluruh jukir yang ada di Kota Medan. Tetap kita diskusi, kita ajak diskusi kita ajak bergabung dalam memberlakukan e-parking," ucap Bobby Nasution.

Dia menyebut, tetap ada juru parkir yang bertugas mengutip pembayaran dengan alat yang telah disiapkan. Nantinya, pemilik kendaraan diminta memindai atau menempelkan kartu uang elektronik ke alat yang dipegang juru parkir. "Kami sampaikan, e-parking ini sistem pembayaran kepada masyarakat yang tetap melibatkan petugas parkir. Jadi bukan seperti yang ada di tol, tidak ada lagi petugasnya. Nah, di sini pemko masih menggunakan jukir sebagai tenaga untuk melakukan pengutipan parkir pada masyarakat," ujar Bobby.

Bobby mengatakan, selama ini masyarakat menyebut, jukir di Medan seperti ninja. Para juru parkir hanya terlihat sewaktu hendak membayar parkir.

"Karena apa, karena yang kita rasakan, yang kita dengarkan dari masyarakat kadang-kadang jukir kita banyak jukir ninja, datang tak terlihat, pulangnya nampak," ucap Bobby.

Dia meminta para juru parkir tak lagi bekerja seperti ninja. Dia meminta para juru parkir memberi pelayanan yang baik ke warga. "Saya pesankan, pada Dishub, teman-teman jukir ini pelayanan seperti ini harus bisa kita berikan yang terbaik.

Jangan ada lagi komen dari masyarakat jukirnya ninja. Hal-hal seperti ini bukan hanya untuk meningkatkan PAD namun pelayanan juga dipikirkan," sebut Bobby.

Acara peresmian itu juga diisi dengan pembayaran E-Parking secara simbolis yang dilakukan Wali Kota Medan kepada petugas juru parkir (Jukir).

Dikatakan Bobby, melalui E-Parking masyarakat bisa membayar sekaligus memberi saran dan masukan terkait pelayanan petugas Jukir atau jumlah uang parkir di suatu tempat, untuk selanjutnya menjadi masukan bagi Pemko Medan.

"Aplikasi ini lengkap dengan nama Jukirnya, jadi seperti ojek online bisa langsung dikomentari dan diberi bintang melalui aplikasi tersebut," katanya.

Dalam E-Parking, tambahnya, para Jukir dilindungi dengan jaminan sosial baik BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, karena dinilai memiliki resiko pekerjaan yang sangat tinggi. "Kami menanggung kepastian kesehatan dan pekerjaannya.

Selain itu, mereka tetap menerima pendapatan perbulan dan perhari sebesar 20 persen. Tentunya, masih akan terus dilakukan perbaikan terhadap skema itu," jelasnya.

Sementara Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menjelaskan, penerapan E- Parking di 22 titik itu tetap memprioritaskan Jukir yang ada selama ini, namun harus SOP dari digitalisasi yang diterapkan dalam sistem pembayaran parkir nontunai.

Berikut tarif dan lokasi parkir nontunai di Medan yang berlaku mulai kemarin:

Tarif
Parkir Kelas 1:
Roda dua Rp 2.000,
Roda empat Rp 3.000.
Parkir Kelas 2:
Roda dua Rp 1.000,
Roda empat Rp 2.000.

Lokasi:
1. Jalan Zainul Arifin (mulai dari simpang Jalan Diponegoro sampai simpang Jalan S. Parman). Status parkir kelas 1.
2. Jalan Setia Budi (mulai dari simpang Jalan Sunggal sampai simpang Jalan Dr Mansyur). Status parkir kelas 1
3. Jalan Irian Barat (mulai dari Jalan MT Hariono sampai simpang Jalan Veteran). Status parkir kelas 1.
4. Jalan Jawa (mulai dari simpang Jalan HM Yamin sampai dengan simpang Jalan Veteran). Status parkir kelas 1.
5. Jalan Pemuda (mulai dari simpang Jalan Pandu sampai dengan Jalan Palang Merah). Status parkir kelas 1.
6. Jalan Pemuda Baru I, Jalan Pemuda Baru II, Jalan Pemuda Baru III. Status parkir kelas 1.
7. Jalan Cirebon (mulai dari simpang Jalan MT Haryono sampai simpang Jalan Pandu). Status parkir kelas 1.
8. Kawasan Pasar Baru (Jalan Palangkaraya, Jalan Palangkaraya Baru, Jalan Bandung, Jalan Jember, Jalan Bogor, Jalan Kotanopan I, Jalan Kotanopan II, Jalan Pakantan, Jalan Barus). Status parkir kelas 2. (detikcom/A16/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com