Kerugian Ditaksir Rp 108 M per Musim Panen Padi

Ribuan Petani Minta BWSS Perbaiki Bendungan Jebol


261 view
Foto: Dok/Desa Pematang Lalang
TINJAU: Kepala BWSS 2, Maman Supratman (5 dari kiri) dan rombongan didampingi 7 kepala desa pada April lalu telah meninjau lokasi bendungan karet Bondar Sidoras yang jebol.
Percut Seituan (SIB)
Ribuan petani dari tujuh desa di Kecamatan Percut Seituan meminta agar pihak BWSS (Balai Wilayah Sungai Sumatera) 2, segera memerbaiki bendungan karet Bondar Sidoras yang jebol di Desa Cinta Rakyat Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang.

Jika itu tidak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan ribuan petani Desa Pematang-lalang, Desa Tanjungselamat, Desa Tanjungrejo, Desa Cinta-rakyat, Desa Percut, Desa Cintadamai dan Desa Saentis akan mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 108 miliar per musim panen padi.

Hal itu dibenarkan Anjur Silitonga, salah satu Kepala Desa Pematanglalang saat dikonfirmasi SIB, Senin (10/5) malam lewat telepon selulernya.

Kata Anjur, Kepala BWSS 2, Maman Supratman pada April lalu sudah pernah meninjau bendungan Bondar Sidoras, namun sejauh ini belum ada perbaikan dari pihak BWSS.

Katanya, saat ini yang paling penting bagaimana air bisa masuk ke hamparan sawah, sehingga bisa bercocok tanam, apalagi saat ini masa pandemi Covid-19, petani padi banyak yang mengeluh. Persawahan di sekitar tujuh desa itu mencapai sekitar 4 ribu hektare, maka dimana sebanyak 12000 kepala keluarga petani menggantungkan hidupnya dari bendungan tersebut.

“Jika 1 hektare saja menghasilkan 6 ton kaleng padi dikali 4 ribu hektare, maka sudah mencapai 24 ribu ton kaleng padi. Jika harga gabah saat ini sebesar Rp4500, maka kerugian warga petani di 7 desa akan mencapai sebesar Rp 108 miliar. Jadi intinya, kami tujuh kepala desa sangat berharap pihak BWSS segera mungkin untuk memerbaiki bendungan karet bondar sidoras yang jebol itu, sehingga warga kami dapat bertahan untuk menghidupi keluarganya" harap Kades, Anjur Silitonga.

Seperti diketahui, bendungan karet Bondar Sidoras jebol sejak 12 Januari 2021 lalu, kebocoran itu semakin parah karena sampai saat ini belum ada perbaikan dari pihak BWSS 2.

Ribuan hektare sawah milik warga di 7 desa itu tidak bisa dikelola lagi dan masyarakat mulai resah dengan peristiwa jebolnya bendungan karet itu.

Petani dan pemerintah Desa telah mencoba secara manual untuk memerbaikinya dengan cara mengisi pasir di dalam nya, namun dalam tahap uji tersebut masih banyak kendalanya. (A18/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com