Ribuan Warga Australia Protes Pemberlakuan Lockdown

* Konvoi Mobil Tuntut PM Mundur Ramaikan Jalan Malaysia

144 view
Ribuan Warga Australia Protes Pemberlakuan Lockdown
Foto: Sydney Morning Herald
ANTI-LOCKDOWN: Kerumunan demonstran anti-lockdown memenuhi ruas jalan di area CBD kota Melbourne, Sabtu (24/7). Ribuan demonstran turun ke jalan di kota Melbourne dan Sydney menentang pemberlakuan lockdown.
Melbourne (SIB)
Ribuan demonstran berkumpul di dua kota terbesar Australia pada hari Sabtu (24/7) memprotes lockdown yang diterapkan untuk mengendalikan penularan infeksi virus corona. Beberapa demonstran ditangkap di Sydney setelah bentrokan dengan polisi.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (24/7), satu kelompok menyerang petugas berkuda sambil melemparkan tanaman pot dan botol, saat para penentang lockdown di Sydney turun ke jalan.

Di kota Melbourne, media lokal melaporkan ribuan pengunjuk rasa memadati jalan-jalan setelah berkumpul di luar gedung parlemen negara bagian pada sore hari. Para demonstran tanpa masker beraksi sehari setelah pihak berwenang menyarankan pembatasan bisa tetap berlaku hingga Oktober mendatang.

Polisi di Sydney mengatakan mereka telah melancarkan "operasi kepolisian dengan visibilitas tinggi" sebagai tanggapan atas protes tersebut. "Sejauh ini selama operasi, sejumlah orang telah ditangkap," kata kepolisian. Kepolisian mengatakan mereka mendukung kebebasan berbicara dan berkumpul secara damai, namun, protes tersebut melanggar “Perintah Kesehatan Publik Covid-19” saat ini.

Penyelenggara menyebut aksi protes itu sebagai unjuk rasa kebebasan dan mempublikasikannya di halaman media sosial yang sering digunakan untuk menyebarkan disinformasi vaksin dan teori konspirasi.

Para peserta demo membawa tanda dan spanduk bertuliskan "Bangunlah Australia", pesan yang juga digaungkan dalam aksi-aksi demonstrasi serupa di luar negeri. Helikopter terlihat terus berputar-putar di langit kota Sydney, kota berpenduduk lima juta orang yang sedang berjuang mengendalikan wabah varian Delta virus corona.

Aksi-aksi demo serupa direncanakan di pusat kota lainnya. Negara bagian New South Wales, di mana Sydney adalah ibu kotanya, melaporkan 163 kasus baru Covid-19 pada Sabtu ini dengan jumlah total hampir 2.000 kasus infeksi sejauh ini.

Saat ini sekira setengah dari 25 juta warga Australia sedang berada di bawah lockdown di beberapa kota. Kemarahan warga meningkat atas pembatasan dan kegagalan pemerintah konservatif untuk menyediakan pasokan vaksin yang memadai. Sejauh ini hanya 11 persen dari populasi Australia yang divaksinasi lengkap.

Tuntut Mundur
Sementara itu, konvoi mobil berbendera hitam meramaikan ruas-ruas jalan di Malaysia pada Sabtu (24/7). Para pengendara menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengundurkan diri karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19.

Malay Mail melaporkan bahwa konvoi kendaraan itu terlihat di ruas-ruas jalan di berbagai penjuru Malaysia sejak Sabtu siang.

Di Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, sekira 10 mobil terlihat berjalan beriringan selama satu jam dari Menara UOA di Bangsar Utama menuju sejumlah lokasi terkenal, seperti Masjid Jamek, Brickfields, KL Sentral, dan Jalan Syed Putra. Kebanyakan mobil ditumpangi satu orang yang mengibarkan bendera hitam sembari membunyikan klakson.

Dua mobil patroli polisi terlihat membuntuti mereka untuk mencegah kemacetan. Mereka pun meminta konvoi bubar setelah menyelesaikan perjalanan di Bangsar sekitar pukul 12.15. "Kepolisian sangat baik dan membantu. Mereka membimbing kami dan tak ada provokasi dari siapa pun," ujar Mohd Asraf Sharafi selaku juru bicara koalisi masyarakat penggagas aksi ini, Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR), kepada Free Malaysia Today. Selain di Kuala Lumpur, konvoi serupa juga digelar di beberapa kawasan lain, seperti Johor, Kedah, Melaka,Penang, Pahang, Sabah, Kucing, Sarawak, Perak, dan Selangor.

Mohd Asraf Sharafi selaku juru bicara koalisi masyarakat penggagas aksi ini, Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR), mengatakan bahwa mereka memang tidak menargetkan terlalu banyak kendaraan. Menurutnya, konvoi hanya sebagai pemanasan menuju aksi puncak mereka bertajuk #Lawan yang akan digelar pada 31 Juli mendatang. "Kami sedang pemanasan menuju aksi 31 Juli. Malam ini, kami akan mengumumkan lokasi aksi tersebut," ucap Asraf kepada Malay Mail.

Dalam aksi puncak itu, SSR akan kembali menyuarakan serangkaian tuntutan mereka, salah satunya agar Muhyiddin Yassin mundur dari kursi perdana menteri karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19. Saat ini, Malaysia memang sedang terus mengalami lonjakan Covid-19. Pada Jumat (23/7), Malaysia bahkan mencetak rekor kasus harian Covid-19 dengan 15.573 infeksi sehari.

Di tengah peningkatan kasus ini, pemerintah Malaysia menerapkan lockdown. Meski lockdown sudah berlaku sejak 1 Juni lalu, kasus Covid-19 di Malaysia masih terus melonjak. (CNNI/AFP/ABCI/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com