Banyak yang Belum Divaksinasi

Rusia Alami “Tsunami” Covid-19, Rumah Sakit Sekarat

* Waspada, 5 Negara dengan Tambahan Kasus Covid Tertinggi

157 view
Rusia Alami “Tsunami” Covid-19, Rumah Sakit Sekarat
AP/Roman Yarovitcyn
Foto: Lonjakan kasus covid-19 di Rusia.
Jakarta (SIB)
Kasus Covid-19 di Rusia kini memang tengah mengalami lonjakan. Imbasnya, tenaga medis pun kewalahan menghadapi "ledakan" kasus Covid-19 ini. Ranjang di unit perawatan intensif di rumah sakit Siberia ini jarang kosong dalam waktu lama. Dokter di Rumah Sakit No. 2 di kota Biysk, Rusia ini harus mengatasi lonjakan pasien virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya, banyak di antaranya tidak divaksinasi.

Dokter di rumah sakit harus bekerja hingga tiga shift 24 jam berturut-turut. Pekerjaannya jauh lebih sulit daripada selama gelombang pertama pandemi tahun lalu, kata Wakil Kepala Dokter Olga Kaurova, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/10).

"Tahun lalu kami mempertahankan jumlah pasien 23-24 orang. Hari ini kami memiliki 65 orang dalam perawatan intensif," kata Kaurova kepada Tolk Channel, outlet media lokal, Rabu lalu.

"Sebagian besar pasien kami di ICU tidak divaksinasi," imbuhnya.

Pasien yang lebih muda juga lebih sering dirawat, katanya, mengutip kasus baru-baru ini tentang seorang wanita berusia 19 tahun yang sekarat.

Dengan populasi lebih dari 200.000, dan terletak 3.000 km (1.864 mil) di tenggara Moskow, Biysk telah menjadi titik panas kasus Covid-19 di wilayah Altai Krai selama lonjakan nasional dalam kasus baru dan jumlah kematian.

Rusia mencapai rekor jumlah korban untuk hari kelima berturut-turut pada hari Sabtu, dengan 1.075 kematian, dan negara itu bersiap untuk melakukan penguncian nasional pada akhir bulan ini.

Berdasarkan data Worldometers, Sabtu (24/10), tambahan kasus Covid-19 di Rusia mencapai 37.678 kasus, sehingga total kasus Covid-19 di Rusia sejak awal pandemi tercatat mencapai 8.205.983 kasus. Adapun jumlah tambahan kasus kemarin meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebesar 37.141 kasus.

"Ada kesulitan besar dengan staf. Beberapa orang datang dan tidak bisa mengatasi beban kerja yang sangat besar di sini," kata Kepala Dokter Rumah Sakit, Aleksei Karhaukhov.

"Mereka yang tetap bekerja dengan kapasitas penuh mereka, tanpa belas kasihan pada diri mereka sendiri," lanjutnya.

Meskipun mengembangkan vaksin Covid-19 sendiri di awal pandemi, yakni Vaksin Sputnik V, Rusia telah memvaksinasi hanya sekitar sepertiga dari populasinya, salah satu tingkat terendah di Eropa, karena ketidakpercayaan warga terhadap pihak berwenang dan produk medis baru.

Pekan lalu, otoritas Biysk melaporkan peningkatan tajam dalam infeksi virus corona. Media lokal melaporkan bahwa kamar mayat tambahan harus dibuka dan kantor walikota berusaha memperluas wilayah pemakaman lokal.

Pemerintah daerah di Altai Krai telah menetapkan target untuk memvaksinasi setidaknya setengah dari 2,2 juta penduduk, tetapi sejauh ini hanya 700.000 orang yang telah menerima dua dosis.

Di dalam rumah sakit, rekaman minggu ini menunjukkan pasien berbaring di tempat tidur yang terhubung ke oksigen. Satu menerima pijat punggung dari dokter yang bertujuan untuk mencegah kerusakan paru-paru lebih lanjut.

"Baru sampai pada titik ini orang mulai mengerti bahwa mereka harus selalu memakai sarung tangan, mengganti masker dan menjaga jarak 1,5 meter bahkan di jalan," kata seorang pasien, berbicara dari ranjang rumah sakit sambil mengenakan masker oksigen.

Tertinggi
Kasus Covid-19 di beberapa negara kembali melonjak seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Dalam satu hari, masih ada tambahan 366.281 kasus Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia, dan ada 5 negara dengan tambahan kasus lebih dari 20 ribu dalam sehari.

Menurut data Worldometers, Minggu (24/10), Inggris, Rusia, Turki, Amerika Serikat, dan Ukraina tercatat menjadi negara dengan penambahan kasus tertinggi. Bahkan, penambahan angka kematian di Rusia pun masih tinggi, sebanyak 1.075 orang dalam satu hari.

Lima negara dengan tambahan kasus Covid-19 terbesar per Sabtu (23/10):

1. Inggris
Kasus Covid-19 di Inggris bertambah 44.985 dalam satu hari, sehingga saat ini total kasus sebanyak 8.734.934 orang. Sementara kasus kematian bertambah 135 orang, sehingga totalnya 139.461 orang.

2. Rusia
Rusia melaporkan ada tambahan 37.678 kasus, sehingga totalnya 8.205.983 orang. Sayangnya, kasus kematian juga bertambah tinggi sebanyak 1.075 orang sehingga totalnya 229.528 orang.

3. Turki
Penambahan kasus tertinggi ketiga yakni Turki, sebanyak 26.217 orang, sehingga totanya 7.827.013 orang. Sementara kasus kematian bertambah 217 orang dan totalnya 68.917 orang.

4. Amerika Serikat
Lalu Amerika Serikat dengan tambahan 25.208 kasus, sehingga totalnya 46.289.804 kasus dan menjadi yang tertinggi di dunia. Pada kemarin pun penambahan kasus di AS menjadi yang tertinggi, yakni 82.483 orang. Kasus kematian di AS pun bertambah 435 orang.

5. Ukraina
Ukraina dengan tambahan kasus 23.229 orang, sehingga totalnya 2.748.614 orang. Kemudian angka kematian bertambah 483 sehingga totalnya 63.486 orang.

Sebelumnya, WHO melaporkan perkiraannya mengenai pandemi Covid-19 di tahun depan. Badan kesehatan PBB itu menyebut bahwa pandemi akan terus berlanjut hingga tahun 2022 mendatang.

Mengutip BBC International, Dr. Bruce Aylward, pemimpin senior di WHO, mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kesenjangan angka vaksinasi di dunia. Banyak negara maju di dunia telah menembus angka vaksinasi lebih dari 50%, sementara Afrika kurang dari 5% saja.

"Saya dapat memberitahu Anda kami tidak di jalur," katanya, dikutip Kamis (21/10).

"Kami benar-benar perlu mempercepatnya atau Anda tahu? Pandemi ini akan berlangsung selama satu tahun lebih lama dari yang seharusnya," imbuhnya. (CNBCI/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com