Rabu, 12 Juni 2024 WIB

Satgas Kostrad Gagalkan Penyelundupan Senjata KST di Nduga Papua

Redaksi - Senin, 20 November 2023 09:15 WIB
288 view
Satgas Kostrad Gagalkan Penyelundupan Senjata KST di Nduga Papua
Foto: Dok/Detikcom
GAGALKAN: Anggota TNI memamerkan senjata setelah menggagalkan penyelundupan senjata KST Papua ke Nduga baru-baru ini. 
Jakarta (SIB)
Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa menggagalkan penyelundupan senjata dan logistik yang akan dikirimkan ke arah Nduga, Papua Pegunungan. Senjata dan logistik tersebut hendak dipasok ke Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua wilayah Nduga.

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa mengatakan ada dua pucuk senjata laras panjang jenis M4 dan AR 15 yang disita, termasuk sebuah senapan angin yang akan dikirimkan untuk KST Papua wilayah Nduga. Menurutnya, senjata api berbahaya itu disita di sebuah bangunan sekitar Kamp Bandara Batas Batu.

"Ini adalah senjata yang sangat berbahaya karena termasuk senjata serbu generasi baru, yang akan digunakan oleh KST untuk membuat kekacauan di Kenyam, Nduga. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, KST banyak membunuh masyarakat baik masyarakat asli maupun masyarakat pendatang yang tidak berdosa," kata Nyoman Suriastawa dalam keterangan tertulis, Minggu (19/11).

Nyoman menjelaskan awalnya anggota TNI menerima informasi tentang rencana aksi KST yang akan menyerang aparat keamanan maupun kembali menyerang masyarakat. Setelah ada informasi itu, Letkol Inf Subandi selaku Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa bersama personelnya melaksanakan penyisiran di daerah Kamp Batas Batu yang diduga sebagai tempat pelintasan KST Papua.

Saat melaksanakan penyisiran di dua sasaran itu, Tim Satgas Yonif 411/Pendawa Kostrad melihat orang yang dicurigai berlari ke arah hutan dan meninggalkan barang-barang yang diduga akan diselundupkan. Setelah diperiksa, dalam bangunan terdapat beberapa karung yang berisi senjata hingga makanan.

"Dua pucuk senapan laras panjang jenis M4 Carbine dan AR 15 Carbine dengan, 2 buah magasin 5,56 mm, 1 buah senapan angin, 1 buah parang, 2 buah bendera bintang kejora, 1 buah minyak WD, 3 busur panah, 2 buah anak panah, solar sell 3 buah, beras 4 karung 25 kg, rokok lampion 1 slop, gula 5 kg, kopi 5 kg, mie sedap 5 karton, minyak goreng 5 kg, minyak tanah 10 liter, 3 buah panci dan penyedap rasa," jelas Nyoman.

Nyoman menyebut dua pucuk senjata yang diamankan anggotanya itu merupakan alat yang digunakan KST Papua untuk meneror masyarakat. Dia juga menduga bahwa senjata itu akan dipakai untuk menyerang aparat keamanan pada 1 Desember mendatang.

"Diduga 2 pucuk senjata tersebut adalah senjata yang akan digunakan oleh KST Papua dalam melaksanakan aksi teror terhadap masyarakat maupun penyerangan terhadap aparat keamanan pada 1 Desember nanti," ucap Nyoman.

Dia menduga bahwa senjata api milik KST Papua itu diselundupkan dari perbatasan dengan menggunakan jalur perairan dilanjutkan jalur darat masuk ke wilayah Kenyam. Menurutnya, jika senjata-senjata itu tidak direbut, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan korban-korban berikutnya, baik masyarakat atau aparat keamanan.

"Mohon doa segenap masyarakat agar semua prajurit yang bertugas dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap selalu berpedoman menjunjung tinggi hak asasi manusia," imbuhnya. (detikcom/c)



SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapuspen TNI Sebut Status Siaga Tempur di Nduga Papua Hanya di Daerah Rawan
Prajurit TNI Ditembaki KKB di Nduga Papua, 1 Meninggal
TNI dan Polri Patroli Udara di Wilayah Nduga Papua
KKB Intimidasi 15 Pekerja di Nduga Papua
Seorang dari 10 Tewas Akibat Ditembaki KKB di Nduga Papua, Warga Deliserdang
KKB Tembaki Warga di Nduga Papua, 10 Tewas
komentar
beritaTerbaru