Satgas Minta Provinsi dengan Kasus Tertinggi Lakukan Evaluasi 3T


92 view
Foto: Dok BNPB
Prof Wiku Adisasmito
Jakarta (SIB)
Perkembangan mingguan kasus COVID-19 masih terdapat sejumlah catatan untuk beberapa provinsi. Dari data kenaikan dan penurunan kasus dalam 1 pekan terakhir, masih terdapat 22 provinsi dengan penambahan jumlah kasus dalam 1 pekan terakhir. Sedangkan 12 provinsi lainnya mengalami penurunan jumlah kasus.

"Hal ini sangat disayangkan mengingat lebih banyak provinsi dengan tren kenaikan daripada penurunannya," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Sabtu (21/11).

Wiku mengatakan, ada 3 provinsi yang mendapat perhatian karena berada di urutan teratas perkembangan kasus per provinsi. Jawa Tengah urutan pertama dalam kenaikan kasus tertinggi, mencapai 2.377, disusul Jawa Barat naik 875 dan DKI Jakarta naik 793.

"Evaluasi harus terus dilakukan dalam penerapan 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) yang sudah dilakukan," pesan Wiku.

Dari data yang dimaksud juga, ada 3 provinsi urutan terbawah yang mengalami kenaikan kasus paling sedikit. Ketiga provinsi mengalami kenaikan kasus namun dalam jumlah yang kecil. Tiga provinsi ini diminta untuk segera memasifkan lagi 3T dalam upaya melakukan deteksi dini.

"Semakin dini kasus ditangani, maka peluang kesembuhan akan semakin tinggi. Jika upaya ini dilakukan, ketiga provinsi dapat mengalami penurunan kasus pada pekan berikutnya," pintanya.

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 mengapresiasi 3 provinsi urutan teratas dalam angka penurunan kasus tertinggi. Yakni Kalimantan Barat turun 228 kasus, Jawa Timur turun 223 kasus dan Papua Barat turun 142 kasus.

"Terima kasih sudah berusaha menekan laju penularan sebaik mungkin, tetap semangat dan jangan sampai terlena dengan pencapaian yang telah diraih," ungkapnya.

Sebagai informasi, untuk kembali menekan penyebaran pandemi ini masyarakat diimbau untuk #IngatPesanIbu dalam menerapkan 3M, seperti #menjagajarak, #memakaimasker, dan #mencucitangan dengan air bersih selama minimal 20 detik.

BERTAMBAH
Pemerintah memperbarui data kasus Corona kemarin. Dilaporkan kasus positif Corona bertambah hampir menyentuh angka 5 ribu.
Data ini bersumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan dibagikan oleh BNPB pada Sabtu (21/11).

Tercatat kasus positif bertambah 4.998 kemarin, sehingga total kasus positif Corona sedari awal pandemi hingga kemarin berjumlah 493.308.

Untuk kasus sembuh bertambah 3.403, sehingga jumlahnya secara kumulatif 413.955 kasus sembuh. Sementara itu berdasarkan data dilaporkan 96 pasien Corona meninggal dunia, maka total kasus kematian menyentuh angka 15.774 kasus.

Pemerintah juga memeriksa 43.122 spesimen dan memantau 64.317 kasus suspek. Virus Corona telah menyebar di 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota di Indonesia.

Provinsi penyumbang kasus sembuh Corona terbanyak kemarin adalah DKI Jakarta dengan 1.093 kasus, disusul Jawa Barat 630 dan Sulawesi Selatan 265.

LUAR NEGERI
Sementara, kasus warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang terpapar COVID-19 terus bertambah. Ada 1.965 WNI yang positif COVID-19 di luar negeri.

Informasi mengenai penambahan kasus WNI positif Corona disampaikan Kemlu melalui akun Twitter resminya, @Kemlu_RI.
"Total WNI terkonfirmasi di luar negeri adalah 1.965: 1.375 sembuh, 157 meninggal & 433 dalam perawatan," tulis Kemlu.

Tercatat, ada penambahan 22 WNI di yang terpapar COVID-19. Adapun rinciannya, 1 WNI di Korea Selatan, 2 WNI di Myanmar, 1 WNI di Nambia, dan 18 WNI di Taiwan.

"Tambahan WNI terkonfirmasi COVID19 di Korea Selatan, Myanmar, Nambia, dan Taiwan, sembuh di Korea Selatan Vatikan, dan Taiwan," kata Kemlu.

Selain itu, ada sebanyak 8 WNI yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sebanyak 3 WNI di Korea Selatan, 4 WNI di Taiwan, dan 1 WNI di Vatikan. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com