Satgas Sesalkan Kerumunan di Pasar Tanah Abang, DPR Kritik Pemda DKI Tidak Siap


121 view
Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Kerumunan Pasar Tanah Abang di Tengah Pandemi. 
Jakarta (SIB)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyayangkan kerumunan masyarakat yang terjadi di Pasar Tanah Abang Jakarta pada Minggu (2/4). Pasalnya, kata dia, hal ini dapat menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Dia menyadari bahwa berbelanja merupakan tradisi masyarakat di setiap Hari Raya Idul Fitri. Kendati hal ini dapat menggerakan ekonomi nasional di masa pandemi, namun secara bersamaan berbelanja tanpa protokol kesehatan sangat berpotensi menyebarkan virus corona.

"Tradisi berbelanja menjelang Hari Raya, ini pun sangat baik untuk kemajuan ekonomi nasional. Namun, melakukannya secara bersamaan sama saja akan meruntuhkan hasil jerih payah kita mengendalikan Covid-19 yaitu berpeluang menimbulkan klaster baru," kata Wiku, Senin (3/5).

Saat ini, kata dia, personel TNI-Polri di Pasar Tanah Abang sudah ditambah untuk mengawasi kedatangan pengunjung. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan serupa bahkan lebih besar menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Wiku juga meminta seluruh Satgas Daerah untuk mengawasi mobilitas dan kerumunan masyarakat di pusat perbelanjaan mendekati Lebaran 2021. Dia mengingatkan satgas daerah untuk tak hanya reaktif terhadap kemunculan kerumunan, namun juga mampu antisipatif.

"Mohon pula untuk mengevaluasi kembali penerapan PPKM kabupaten/kota bagi daerah yang telah diinstruksikan oleh Inmendagri Nomor.9 Tahun 2021 karena di dalamnya sudah diatur terkait pengendalian sektor sosial ekonomi yang dapat produktif namun aman Covid-19 melalui pembatasan kapasitas maupun jam operasional," jelas Wiku.
Kritik Pemda

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengkritik pemerintah provinsi DKI Jakarta kurang mengantisipasi membludaknya pasar Tanah Abang. Pemprov dinilai gagal antisipasi karena tidak ada penyekatan dan tidak ada penutupan pintu masuk transportasi.

"Aparat pemerintah di daerah tidak siap terhadap antisipasi gejolak membludaknya Pasar Tanah Abang. Ketidaksiapan ini terlihat dari tidak adanya penyekatan, tidak ada penutupan pintu-pintu masuk transportasi menuju ke Tanah Abang. Semua dilakukan setelah adanya kerumunan yang banyak di area Pasar Tanah Abang," kata Rahmad kepada wartawan, Senin (3/5).

Menurut Rahmad, peristiwa membludaknya pengunjung pasar Tanah Abang bertolak belakang dengan langkah pemerintah mengendalikan virus Covid-19. Namun justru pemerintah provinsi DKI gagal antisipasi penyebaran Covid-19 dengan terjadinya penumpukan di pasar Tanah Abang. Potensi menjadi klaster pun muncul.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Rahmad, semestinya bisa mengantisipasi dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang lebaran.

"Semestinya bisa dikonsolidasikan, dipersiapkan dengan baik menyikapi lonjakan pengunjung ke pasar Tanah Abang," kata politikus PDIP ini.

Dia mendorong agar gubernur, satgas dan aparat keamanan mencegah terjadi penumpukan sama. "Kita harus segera konsolidasi, gubernur, Satgas daerah dan aparat keamanan TNI Polri untuk mengkanalisasi, supaya segera diurai, sehingga tidak sampai terjadi penumpukan pengunjung lagi, apalagi jika sampai sore hari," kata dia.

Rahmad mendorong perlu segera dilakukan penanganan di Tanah Abang semestinya bisa dikanalisasi dan diantisipasi. Pemerintah daerah itu bisa mengantisipasi sedini mungkin dan berkoordinasi atau minta bantuan pada aparat kepolisian.

"Saya kira kejadian di Pasar Tanah Abang sangat disayangkan. Mestinya pintu-pintu masuk menuju pasar Tanah Abang bisa direlokasi dialihkan untuk sementara tidak masuk dulu ke pasar Tanah Abang karena memang situasi tidak memungkinkan," kata Rahmad.

Rahmad mengingatkan, hendaknya kita bisa belajar seperti yang terjadi di India saat ini. Negara tersebut sedang dihantam pandemi Covid-19 karena banyak kerumunan masyarakatnya di beberapa tempat.

"Jangan sampai kerumunan itu terjadi lagi. Ingat, yang paling efektif itu adalah menetapkan prokes. Kita juga himbau warga masyarakat jangan paksakan untuk ke pasar Tanah Abang, atau pasar lain yang sangat ramai," katanya. (Merdeka.com /d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:DPRSatgas
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com