Sekjen DPR Batalkan Anggaran Rp 2 M untuk Pengadaan Multivitamin

* Anggaran Penunjang Kesehatan Rp 5 M Juga Disetop

109 view
Sekjen DPR Batalkan Anggaran Rp 2 M untuk Pengadaan Multivitamin
(Foto: Dok. DPR RI)
Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar saat memeberikan keterangan pers kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/2021). 
Jakarta (SIB)
Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menganggarkan Rp 2 miliar untuk pengadaan multivitamin yang bersumber dari APBN 2021. Pengadaan itu kini dibatalkan.

"Jadi kami memang melakukan pengadaan vitamin pagu anggarannya itu sekitar Rp 2,09 M dengan pengadaan lelang yang cepat didapat pemenang dengan angka Rp 1.773.000.000," kata Sekjen DPR Indra Iskandar, kepada wartawan, di kompleks parlemen DPR, Kamis (2/9).

"Setelah mendengar masukan publik terutama keinginan dari teman-teman wartawan di DPR tadi pagi jam 10 saya putuskan untuk dibatalkan," lanjut Indra.

Indra menyebut pengadaan itu untuk pegawai di lingkungan DPR. Total, katanya, ada 7.856 paket multivitamin yang dibagikan.

"Pengadaan ini mungkin untuk masukan kita semua itu multivitamin untuk pegawai di lingkungan Sekjen terdiri atas ASN 1.308 orang kemudian pamdal 1.486 orang, kemudian untuk petugas kebersihan dan keamanan 718 orang, jumlahnya 4.344 orang. Jadi jumlah keseluruhan paket yang rencananya diadakan sebesar 7.856 paket," ujarnya.

Indra mengatakan paket itu berbentuk vitamin untuk seluruh pegawai di DPR guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan DPR. Dia menegaskan tidak ada kaitannya dengan anggota dewan.

"Paket ini berbentuk vitamin yang rencananya di bulan Juli lalu untuk mengantisipasi penyebaran Covid di lingkungan DPR dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan anggota DPR. Karena anggota DPR sudah di-cover oleh asuransi," tuturnya.
Lantas, bagaimana nasib pemenang tender pengadaan ini?

"Sekarang nggak kita tanyakan lagi ada konsekuensi apa. Konsekuensi apapun akan saya ambil sebagai penggunaan anggaran, konsekuensi apapun akan saya ambil ya," tuturnya.

Sebelumnya, dilihat dari situs LPSE DPR, Rabu (1/9), tertera nama tender pengadaan multivitamin dengan pagu paket Rp 2.096.080.000.

"Nilai HPS paket Rp 2.074.950.955," demikian tertulis di situs itu.
Sistem pengadaannya adalah tender cepat harga terendah sistem gugur. Tender disebut sudah selesai dengan pemenang PT Chemipharma Julien Djonelida.

"Harga terkoreksi Rp 1.733.655.000," ucapnya.

Setop
Setelah membatalkan anggaran Rp 2 miliar untuk pengadaan multivitamin, Setjen DPR juga menghentikan anggaran Rp 5 miliar untuk penunjang kesehatan.

"Itu termasuk yang kami hentikan juga," kata Indra Iskandar.
Indra mengatakan untuk anggaran ini akan ada revisi. Yakni diganti dengan revitalisasi perangkat kesehatan.

"Tapi mungkin salah satunya akan kami revisi karena lab darah di pelayanan kesehatan kita saat ini sudah sangat tua dan sering nggak bisa dipakai itu mungkin nanti akan kita revisi untuk revitalisasi perangkat lab di yankes kita yang ada di DPR," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, ada pengadaan perangkat penunjang kesehatan dengan pagu anggaran Rp 5.492.719.525. Anggaran tersebut bersumber dari APBN 2021.

Belum ada pemenang dalam tender ini. Tahap tender adalah pengumuman pascakualifikasi.
Ada 21 peserta dalam lelang tender paket tersebut. Namun, belum ada penjelasan alat penunjang kesehatan apa yang dimaksud. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com