Semakin Tak Terkendali, Perambah Hutan di Sumut Terkesan Kebal Hukum

* Gubernur Diminta Segera Bentuk Tim Penyelamatan Hutan Libatkan TNI, Polri dan Polhut

219 view
Foto Dok
Zeira Salim Ritonga
Medan (SIB)
Anggota Pansus (Panitia Khusus) Kehutanan DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga melihat, aksi perambahan hutan di sejumlah daerah di Sumut semakin merajalela dan tak terkendali. Mafia perambah hutan terkesan kebal hukum, kekuatannya seolah-olah lebih dahsyat dari aparat penegak hukum.

"Sangat miris, aksi pembabatan hutan ini tidak pernah berhenti. Bahkan pergerakan para mafia perambah ini menghancuri hasil-hasil hutan sangat masif. Tidak ada yang mereka takutkan, seolah-olah kebal hukum," tandas Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Jumat (16/4) di DPRD Sumut.

Penilaian itu diungkapkan Zeira menanggapi luluh-lantaknya ribuan hektar kawasan hutan di Siosar Puncak 2.000, kawasan hutan Aek Hotang yang dirambah secara liar di Desa Pangambatan Kecamatan Merek, Karo, hutan Kutarayat di kawasan jalan tembus Karo-Langkat, hutan Laugedang perbatasan Karo-Deliserdang.

Selain itu, katanya, ada juga kawasan hutan TNGL dan hutan bakau di Langkat, Deliserdang, Labuhanbatu, Labura, hutan bakau di Sergai (Serdang Bedagai), hutan di kawasan Danau Toba yang luas keseluruhannya mencapai ribuan hektare.

Dari data yang diperoleh Pansus Kehutanan DPRD Sumut, tingkat perusakan hutan saat ini sudah masuk kategori "darurat" dan sangat mengkhawatirkan.

“Di mana-mana sedang marak terjadi perambahan hutan. Sepertinya Pemprov Sumut dan aparat penegak hukum tidak berdaya menghalau sepak terjang mafia perambah ini," tandasnya.

Untuk mengantisipasi sepak terjang mafia perambah hutan ini, Bendahara DPW PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Sumut ini mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk segera membentuk Tim Penyelamatan Hutan dengan melibatkan TNI, Polri, Pansus Kehutanan DPRD Sumut dan Polhut (Polisi Kehutanan), untuk menyisir kawasan hutan di Sumut.

"Tim Penyelamatan Hutan ini perlu melakukan razia secara rutinitas ke kawasan hutan di Sumut dan jika ditemukan para perambah hutan melakukan aksinya, segera tangkap dan adili, untuk memberikan efek jera," tegas Wakil Ketua Komisi B ini sembari menambahkan, tidak ada yang kebal hukum bagi perusak hutan di Sumut.

Bagi Pansus Kehutanan, tambah Zeira, sudah waktunya "kekuatan" mafia perambah ini dihabisi hingga ke akar-akarnya dan jangan terus dilakukan pembiaran merusaki hasil alam demi meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya. "Sekarang saatnya mafia perambah dibabat habis, tidak ada istilah kata terlambat," tegasnya. (A4/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com