Sembilan Bulan Insentif Covid-19 Nakes RS Pirngadi Belum Dibayarkan


222 view
Sembilan Bulan Insentif Covid-19 Nakes RS Pirngadi Belum Dibayarkan
(Luthfy Syahban)
Foto: Ilustrasi tenaga kesehatan

Medan (SIB)

Tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Dr Pirngadi Medan mempertanyakan insentif mereka yang belum juga dibayarkan hingga saat ini oleh pemerintah.

Menurut salah seorang perawat RS Pirngadi yang tidak mau namanya dituliskan, insentif ini belum dibayarkan selama sembilan bulan (sejak Desember 2021 hingga Agustus 2022).

"Menurut surat Menteri Keuangan KMK Nomor: 770 Tahun 2022, tentang insentif dan santunan kematian Nakes ditanggung APBD dan APBN. Tapi hingga saat ini, insentif kita para nakes belum juga dibayarkan," kata pria berinisial RA ini, seperti dilansir dari harianSIB.com, Kamis (25/8).

Ia menjelaskan Nakes di rumah sakit lain seperti RSU Haji dan rumah sakit swasta lainnya, insentifnya sudah dibayarkan.

"RS Haji sudah dapat hingga Juni 2022. Okelah orang itu beda, orang itu Pemprov Sumut, kita Pemko Medan. Tapi nakes RS swasta di Medan sudah dapat," bebernya.

Di sisi lain, ia menerangkan uang insentif perawat itu sekitar Rp7,5 juta perbulannya yang diterima. "Kalau dulu iya (Rp7,5 juta perbulannya), tapi sekarang persentase, dan kami gak tau hitungan gimana," urainya.

Dia mengaku, ada sekitar 100 petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di RS Pirngadi, termasuk perawat maupun dokter yang terdiri dari PNS maupun non-PNS.

"Semua ngeluh, tapi gak ada yang berani bicara. Biar gak banyak nilainya (insentif yang diterima), pasti berharap," tuturnya.

Kasubbag Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin menerangkan, pihaknya sudah mengusulkan ke Dinas Kesehatan Medan. "Itu sudah diusulkan ke dinas. Udah kutanya ke pelayanan, sudah diusulkan ke dinas, udah masuk ke sistim," terangnya.

Begitupun, Edison belum mengetahui apa kendalanya. "Kendalanya gak tau. Sistemnya itukan data ke Kemenkes, kan harus masuk data ke Kemenkes baru usulannya itu masuk ke Dinas Kesehatan Kota Medan. Makanya ditanya ke dinas," singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Taufik Ririansyah mengaku insentif untuk Desember 2021 sudah masuk di P-APBD.

Ia mengatakan tahun 2022 tidak ada juknis pembayarannya dari Kementerian Kesehatan, kecuali rumah sakit pemerintah pusat, rumah sakit swasta di Medan yang diklaim langsung ke kementerian.

Sisi lain, ia mengatakan untuk rumah sakit daerah, sebelumnya diusulkan di dana DAU.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com