Seorang Prajurit TNI Membelot Gabung Organisasi Papua Merdeka

* KKB Kembali Berulah, Pelajar Tewas Ditembak Motor Dibakar

144 view
Dok Twitter @jokowi
Foto Ilustrasi Papua
Jakarta (SIB)
Seorang oknum prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 410/Alugoro bernama Pratu Lucky Y Matuan atau Lukius desersi dan bergabung ke Organisasi Papua Merdeka (OPM). TNI menjelaskan terkait hal tersebut.

"Kemarin media pendukung OPM memuat berita tentang kaburnya oknum prajurit TNI dari Yonif 410. Walaupun hal itu benar, tetapi kejadiannya tanggal 12 Februari 2021 yang lalu, bukan kejadian baru dan sudah diberitakan di media," kata Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, kepada wartawan, Jumat (16/4).

Belum diketahui alasan Pratu Lukius desersi dan bergabung dengan OPM. Namun dipastikan Pratu Lukius tak membawa senjata saat membelot ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Oknum prajurit tersebut kabur dari pos tanpa membawa senjata dan sampai saat ini tidak jelas keberadaannya" kata Suriastawa.

TNI mengimbau kepada masyarakat di Ilaga dan sekitarnya untuk lebih berhati-hati dan waspada akan aksi teror front bersenjata OPM yang saat ini sedang frustasi.

Suriastawa mengatakan front OPM sudah frustrasi. Dalam tubuh OPM disebut ada tiga front yang punya tugas masing-masing.

"Ketiga front OPM sudah frustrasi. Front politiknya frustrasi karena upaya menggagalkan revisi UU Otsus tidak berhasil. Front bersenjata frustasi karena posisinya makin terjepit dengan operasi penegakan hukum yang digelar Polri dibantu TNI. Front klandestinnya juga frustrasi karena modusnya di bidang media sudah terbongkar," jelasnya.

Dibakar
Sementara itu, Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali berulah. Satu orang pelajar SMA di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, tewas ditembak KKB.

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Iqbal Al Qudusy membenarkan bahwa KKB kembali menembak warga. Iqbal mengatakan korban bernama Ali Mom, seorang laki-laki siswa kelas I SMA 1 Ilaga.

"Iya benar, kejadiannya di Ilaga, KKB menembak pelajar di sana," Iqbal saat dihubungi, Jumat (16/4).

Iqbal mengatakan peristiwa penembakan itu terjadi pada Kamis (15/4) sekitar pukul 19.15 WIT. Iqbal mengatakan KKB itu diduga anak buah Lekagak Telenggeng.

"Kemarin ya kejadiannya, diduga pelaku merupakan anak buah Lekagak Telenggeng," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan KKB juga membakar motor korban. Dia menyebut korban ditembak sebanyak dua kali di bagian kepala dan dibacok bagian kepala.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia membenarkan peristiwa tersebut berjarak 3 kilometer dari Kota Ilaga.

"Benar sekali, pelakunya adalah kelompok KKB Leri Mayu, yang merupakan anak buah Lekagak Telenggeng. Korban ditelepon pelaku untuk membeli pinang, namun sampai di posisi pelaku ditembak kepalanya sebanyak dua kali," kata Nyoman saat dihubungi terpisah.

Setelah rentetan peristiwa di Beoga dan Ilaga, Nyoman mengimbau warga mengurangi aktivitas pada malam hari.

Setelah kejadian itu, jenazah dievakuasi ke Puskesmas Ilaga. Saat ini jenazah sudah disemayamkan di rumah duka dan rencana akan dikremasi oleh keluarga. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com