Seperempat Pakistan Jadi ‘Lautan' Gegara Banjir Besar, Butuh Bantuan Keuangan

* Kemlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Banjir

159 view
Seperempat Pakistan Jadi ‘Lautan' Gegara Banjir Besar, Butuh Bantuan Keuangan
Foto: AFP/FIDA HUSSAIN
Seperempat Pakistan jadi 'lautan' gara-gara banjir besar.

Islamabad (SIB)

Menteri Perubahan Iklim Pakistan, Sherry Rehman, mengatakan banjir bandang di Pakistan telah merendam seperempat atau 25 persen wilayah negara di Asia Selatan itu. "Saat hujan reda kami melihat sepertiga atau seperempat wilayah Pakistan di bawah air," kata Rehman seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (29/8). Rehman lalu mengatakan banjir ini merupakan krisis global imbas perubahan iklim. "Dan tentu saja kami akan membutuhkan perencanaan yang lebih baik dan pembangunan berkelanjutan di lapangan. Kami perlu memiliki rencana serta struktur yang tahan perubahan iklim," ujar dia.


Menteri itu juga mengatakan banjir kali ini adalah masalah iklim yang serius, dan salah satu yang terburuk dalam satu dekade. Pakistan, lanjut dia, saat ini berada di titik nol dari garis depan peristiwa cuaca ekstrem, di tengah gelombang panas yang tidak henti-hentinya, kebakaran hutan, banjir bandang, beberapa ledakan danau glasial, serta peristiwa banjir. "Dan sekarang monster musiman dekade ini mendatangkan malapetaka tanpa henti di seluruh negeri," kata dia.


Pakistan mengalami banjir parah imbas hujan lebat dan curah hujan yang tinggi. Sejauh ini, terdapat beberapa provinsi yang terendam air seperti Provinsi Sindh dan Provinsi Balochistan. Menanggapi banjir itu, pemerintah kemudian menetapkan status darurat nasional. Mereka juga mengerahkan helikopter untuk membantu menyelamatkan dan mengevakuasi warga.


Imbas bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pakistan (NDMA) mengatakan lebih dari dua juta hektar tanaman budidaya musnah, 3.451 kilometer (2.150 mil) jalan hancur, dan 149 jembatan hanyut. Sementara itu, para pejabat mengatakan banjir tahun ini berdampak kepada lebih dari 33 juta orang, dan sekitar satu juta rumah hancur.



Butuh Bantuan Keuangan


Pemerintah Pakistan membutuhkan bantuan keuangan internasional untuk mengatasi banjir parah yang melanda negeri itu.


Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Bilawal Bhutto-Zardari yang juga berharap lembaga keuangan seperti Dana Moneter Internasional (IMF) akan memperhitungkan dampak ekonomi.


Dilansir dari kantor berita Reuters, Senin (29/7), hujan luar biasa lebat telah menyebabkan banjir dahsyat di utara dan selatan negara itu, berdampak pada lebih dari 30 juta orang dan menewaskan lebih dari 1.000 orang. "Saya belum pernah melihat kehancuran dalam skala ini, saya merasa sangat sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata, itu luar biasa," kata Bhutto-Zardari dalam wawancara dengan Reuters, seraya menambahkan banyak lahan tanaman siap panen, yang menyediakan banyak mata pencaharian bagi penduduk, telah musnah akibat banjir. "Jelas ini akan berpengaruh pada situasi ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.


Negara Asia Selatan itu sudah berada dalam krisis ekonomi, menghadapi inflasi yang tinggi, mata uang yang terdepresiasi dan defisit transaksi berjalan. Dewan IMF akan memutuskan minggu ini apakah akan mengeluarkan US$ 1,2 miliar sebagai bagian dari program bailout Pakistan tahap ketujuh dan kedelapan.


"Ke depan, saya berharap tidak hanya IMF, tetapi komunitas internasional dan badan-badan internasional benar-benar memahami tingkat kehancuran ini," katanya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com