Sidang Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Nonaktif Hadirkan Saksi dari Keluarga Korban

* PH Nilai LPSK Surati Majelis Hakim Melampaui Kewenangan

205 view
Sidang Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Nonaktif Hadirkan Saksi dari Keluarga Korban
Foto SIB/Sukardi Bakara
PERIKSA SAKSI : Majelis Hakim PN Stabat memeriksa saksi sidang lanjutan kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin (TRP) di ruang sidang Prof Dr Kusuman Admadja, Pengadilan Negeri Stabat, Rabu (10/8).

Langkat (SIB)

Sidang kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin (TRP) kembali digelar secara marathon dengan agenda pemeriksaan saksi di Ruang Sidang Prof Dr Kusumah Admadja Pengadilan Negeri Stabat, Rabu (10/8).


Dalam persidangan dengan perkara Nomor : 467/Pid.B/2022/PN Stb dengan terdakwa DPA yang juga anak Bupati non aktif dan HS, oleh Majelis Hakim dipimpin Halida Rahardini SH MHum serta hakim anggota Andriansyah SH MH dan Dicki Irfandi SH MH. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara dan JPUI Kejari Langkat, Yusnar Yusuf, SH, MH, Yuliati Ningsih ,SH,MH dan Gery Anderson Gultom, Baron Sidik,SH menghadirkan dua saksi yakni Agustina dan Pendi Irawan.


Saksi Agustina masih saudara almarhum Sarianto Ginting, korban kerangkeng milik TRP ( berkas terpisah) menceritakan kondisi jasad korban yang tewas tiga hari setelah dibawa 12 Juli 2021 ke Panti rehab yang kini dikenal sebutan kerangkeng manusia . Sedangkan Pendi Irawan yang merupakan supir ambulan membawa jenazah korban dari Panti Rehab ke rumah duka di Desa Purwo Binangun Kecamatan Sei Bingai


Selanjutnya majelis hakim yang sama melanjutkan perkara Nomor : 469/Pid.B/2022/PN Stb terkait tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan empat terdakwa yaitu, TUS alias Terang (39) , JS (44), SP (45) dan RJ alias Rajes Ginting (26), dengan menghadirkan delapan saksi. Kedelapan saksi Agustina, Pendi Irawan, Jelasta Bangun, Dian Novita, M Suhaimi, Sriyoto, Henny Wijaya dan Erwin Leonardo Ginting.


Dari pemeriksaan saksi terutama terhadap saksi M Suhaimi yang juga Camat Sawitseberang itu baik dari Majelis Hakim Halida Rahardini SH, Tim JPU Kejatisu maupun JPU Kejari Langkat serta Penasehat Hukum dari 8 terdakwa DPA Cs yakni Mangapul Silalahi dan Polta A Sinaga dari Kantor Hukum Sangap Surbakti & Patner, turut mencecar sejumlah pertanyaan terkait apa yang diketahuinya di lokasi kerangkeng dan keberadaan terdakwa, yang banyak tidak diketahui oleh saksi.


Bahkan majelis hakim maupun JPU merasa aneh karena para saksi termasuk Camat M Suhaimi, tidak satu pun tau nama dan tidak mengenal pria pemborgol Abdul Sidiq Isnur alias Bedul saat akan dibawa dari Polsek Padangtualang hingga ke panti rehab narkotika. Bahkan akhirnya saksi mengaku Bedul akhirnya meninggal setelah delapan hari berada di panti rehab dari sejak diantar pada 14 Februari 2019 hingga 22 Februari 2019.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com