Siram Air Panas ke Petugas Satpol PP, Pemilik Warkop Wajib Lapor


141 view
Siram Air Panas ke Petugas Satpol PP, Pemilik Warkop Wajib Lapor
Foto: Dok. Istimewa
Rakesh usai menjalani pemeriksaaan di Mapolrestabes Medan.
Medan (SIB)
Setelah menjalani sidang pelanggaran PPKM Darurat dan didenda Rp 300 ribu serta vonis 2 hari kurungan pada, Kamis (15/7), Rakesh dijemput petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk diperiksa.

Pedagang kopi di Jalan Gatot Subroto itu diperiksa intensif di ruang penyidik atas dugaan tindak pidana ringan menyiram petugas Satpol PP (korban) dengan air panas.

Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Marpaung kepada wartawan, Jumat (16/7) mengatakan bahwa Rakes hari ini sudah selesai diperiksa terkait penyiraman petugas dengan air panas saat melakukan pengawasan PPKM.

"Perlu kami sampaikan bahwa Rakesh kemarin melakukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) terkait pelanggaran PPKM di warung kopinya (kafe) beliau. Kafe ini termaksud kritikal yang boleh buka, namun tidak melayani makan dan minum di tempat. Jadi kalau beli lalu dibawa pulang. Atau ada pesan antar itu boleh," ujarnya.

Namun yang ditemui petugas di hari pertama itu sambungnya, didapati banyak orang yang makan dan minum di tempat. Di suruh bubar tidak mau.

"Di hari kedua saat sosialisasi selesai, Rakesh masih menyediakan makanan dan minuman, menurut saksi masih terdapat makan dan minum di tempat. Yang jelas kursi dan tata tempat masih menerima pesanan makan dan minum di tempat," terangnya.

Lanjut Rafles, Kamis pagi petugas Satpol PP datang membawa spanduk untuk menutup usaha itu. Namun pelaku yang diduga emosi menyiramkan air panas ke salah seorang petugas Satpol PP. Rakesh kemudian diamankan dan disidangkan Tipiring serta dikenakan sanksi kurungan dua hari atau denda uang Rp 300 ribu. Petugas Satpol PP itu juga membuat laporan ke Polsek Medan Baru.

"Usai menjalani sidang, Rakesh kita jemput dan dibawa ke Mapolrestabea guna pemeriksaan intensif. Setelah kami lakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tidak ditahan karena kedua belah pihak telah melakukan perdamaian," ungkapnya.

Plt Kasat menambahkan, ada opsi percobaan 14 hari. “Artinya hari ini beliau dipantau apakah berprilaku baik dan menerapkan peraturan atau tidak. Jika tidak, maka akan dikurung 2 hari,” katanya.

"Dia memastikan kasus yang disidangkan dan yang di Polrestabes Medan itu berbeda. Karena yang disidangkan terkait PPKM, dan yang di Polrestabes Medan terkait penyiraman air panas. Jadi saat ini Rakesh wajib lapor saja," pungkasnya.

Sementara itu Rakesh mengungkapkan usai keluar dari sidang ia marah-marah lagi. Kamis sore petugas kepolisian menjemput Rakesh lalu dibawa ke Polrestabes Medan. "Ya menyesal melawan petugas. Karena ia petugas Satpol PP. Ya menyesal, itu saja," bebernya. (A14/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com