Siswi SMA Dibunuh, Diperkosa Paman Saat Pingsan dan Setelah Tewas


207 view
Foto SIB/Roy Damanik
BUNUH KEPONAKAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah H Tobing dan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menunjukkan barang bukti terkait pembunuhan yang dilakukan seorang paman berinisial S terhadap seorang wanita yang merupakan keponakan kandungnya, di Mapolrestabes, Jumat (16/10).
Medan (SIB)
Siswi SMA di Medan Sumut, MJ (15), diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh pamannya, S. Dia diduga diperkosa dua kali, sebelum dan setelah tewas.

"Pada saat korban pingsan, dia memperkosa daripada korban. Kemudian korban sadar, dia berteriak, kemudian dibekap menggunakan guling. Kemudian setelah dibekap ternyata si korban ini masih berusaha untuk berteriak kemudian dicekik oleh tersangka, setelah diyakini korban tidak bernyawa, kemudian diperkosa lagi untuk yang kedua kalinya. Jadi diperkosa untuk kedua kalinya kondisi sudah dalam keadaan meninggal," ucap Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, di Polrestabes Medan, Jumat (16/10).

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian, Jumat (16/10) siang, mayat korban pertama dilihat paman korban yang saat itu datang ke rumahnya untuk membetulkan pintu yang rusak.

Di saat bersamaan 2 orang yang juga keluarga korban datang ke rumah tersebut. Salah seorang keluarga korban masuk ke dalam kamar. Keluarga menemukan tubuh korban yang ditutupi selimut. Selanjutnya selimut dibuka.

Sontak keluarga langsung terkejut, lantaran menemukan tubuh korban yang berstatus pelajar itu telah tewas dengan kondisi leher terjerat kain dan tangan terikat ke belakang. Selanjutnya, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke warga sekitar dan diteruskan ke pihak yang berwajib.

Tidak lama berselang personel Polsek Sunggal dan Tim Inafis Polrestabes Medan yang menerima informasi adanya korban pembunuhan itu datang ke lokasi guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah itu, mayat remaja wanita itu dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk kepentingan otopsi.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi yang dikonfirmasi wartawan Jumat sore mengatakan, dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan kalau sejumlah harta benda korban juga hilang, yakni 1 laptop dan 3 HP.

dibekuk
Tidak sampai 24 jam, Tim Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Tekab Reskrim Polsek Sunggal berhasil membekuk tersangka pemerkosa disertai pembunuhan dan perampokan terhadap seorang wanita berinisial MJ (15), warga Perumahan Griya Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal yang ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya, Kamis (15/10) malam.

S (43), warga Jalan Besar Tanjung Selamat Gang Karo-karo, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal merupakan paman kandung korban yang juga bekas residivis kasus curanmor dan penganiayaan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah H Tobing dan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi dalam keterangan persnya di Mapolrestabes, Jumat (16/10) mengatakan, selain membekuk S, petugas juga meringkus 2 tersangka lainnya.

"Dua tersangka lagi masing-masing berinisial Su (40) dan MH (26), keduanya warga Jalan Percobaan Gang Keluarga Dusun I, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal yang berperan menjualkan barang-barang milik korban. Sedangkan motif tersangka nekad menghabisi nyawa korban lantaran butuh uang, karena terlilit utang," ujar Riko.

Lanjut Kapolrestabes, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, orangtua korban dan saksi-saksi lainnya, sebelum pembunuhan terjadi, Rabu (14/10) sekira pukul 04.00 WIB S datang ke rumah ibu kandung korban yang juga kakak tersangka, Erlina (41) untuk meminjam uang.

"Ibu korban memberikan uang Rp 200 ribu kepada tersangka. Esok harinya Erlina berangkat kerja, sedangkan putrinya (korban-red), MJ sendiri di dalam rumah. Tersangka kembali mendatangi rumah kakaknya dan bertemu korban. Selanjutnya, tersangka meminta korban untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang ibunya," terangnya.

Korban, sambung Kapolrestabes, mengaku tidak mengetahui tempat penyimpanan uang ibunya. Tiba-tiba tersangka langsung membekap mulut korban hingga pingsan, lalu memerkosanya. Ketika tersadar dia diperkosa, korban sempat berteriak. Namun, tersangka S kembali membekap mulut korban dengan bantal guling dan langsung mencekik lehernya hingga korban tewas.

"Saat korban sudah tidak bernyawa lagi, tersangka kembali menyetubuhi korban. Setelah itu tersangka mengambil barang-barang milik korban yang terdiri dari 1 laptop dan 3 HP. Tersangka kemudian langsung meninggalkan lokasi," katanya.

Kapolrestabes menambahkan, sekira pukul 21.00 WIB, ibu korban pulang ke rumahnya dan menemukan anaknya telah meninggal dengan kondisi tangan terikat dan celana terbalik. Ibu korban selanjutnya membuat laporan ke polisi.

"Tim Jatanras dan Tekab Reskrim yang menerima laporan adanya korban pembunuhan, langsung melakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan petugas mengantongi 1 nama yang merupakan tersangka pembunuh terhadap korban," ungkapnya.

Masih kata Riko, sekira pukul 23.00 WIB atau tidak sampai 24 jam pasca kejadian, petugas berhasil menangkap pelaku utama yang merupakan paman korban berinisial S dari tempat persembunyiannya di satu rumah kosong kawasan Pasar III Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

"Saat diamankan, tersangka berteriak, dia telah membunuh orang. Warga sekitar yang jengkel langsung memukul tersangka hingga babak belur. Untung saja, amukan warga itu bisa diredakan dan pelaku langsung diboyong ke Polsek Sunggal," katanya.

Lebih lanjut disampaikan Kombes Riko, dari pengakuan tersangka S, petugas kemudian menangkap 2 tersangka lagi berinisial Su dan MH di wilayah Tanjung Selamat, Sunggal. Keduanya berperan menjualkan barang hasil curian.

"Karena perbuatannya, tersangka dipersangkakan dengan pasal 339 subs 338 subs 365 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun penjara," pungkasnya.

Sebelumnya, diduga menjadi korban pembunuhan, seorang remaja wanita berinisial MJ (15) warga Perumahan Griya Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya, Kamis (15/10) malam. (detikcom/M16/d)
Penulis
: Redaksi