Situs BSSN Diretas, Pimpinan DPR Terheran-heran

* Hacker Jadikan Web go.id Ajang Latihan

154 view
Situs BSSN Diretas, Pimpinan DPR Terheran-heran
Dok. Istimewa
Sufmi Dasco Ahmad
Jakarta (SIB)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti situs resmi Pusat Malware Nasional (Pusmanas) milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diretas. Dasco bertanya-tanya situs BSSN saja bisa diretas, bagaimana dengan situs lembaga negara lainnya.

"Ya kalau kita lihat BSSN saja bisa kena retas, bagaimana dengan lembaga-lembaga lain? Nanti kita lihat langkah-langkah yang akan diambil setelah ini," kata Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10).

Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan keamanan siber, kata Dasco, akan memanggil BSSN untuk mengikuti rapat di Senayan. Dasco tak ingin kejadian peretasan situs resmi milik pemerintah terulang di kemudian hari.

"Yang pasti setelah reses kita akan minta Komisi I untuk mengadakan rapat dengan BSSN dan dengan lembaga lainnya untuk antisipasi-antisipasi supaya tidak terjadi hal seperti ini," ujarnya.

Jika keamanan siber di Tanah Air dirasa kurang terjaga, Dasco menilai perlu ada penguatan regulasi. Tentunya, penguatan regulasi tersebut atas kesepakatan legislatif dan eksekutif.

"Nanti kita lihat kalau dalam regulasinya masih kurang, tentunya dengan kesepahaman dengan pihak pemerintah, DPR dan juga pihak lain, kita akan buat regulasinya supaya bisa lebih mengamankan website-website atau hal-hal yang berbau siber di Indonesia," imbuhnya.

Situs resmi Pusat Malware Nasional milik Badan Siber dan Sandi Negara sebelumnya diretas. Kini, situs tersebut ditutup aksesnya secara permanen.

"Situsnya memang langsung ditutup sejak tanggal 21 Oktober," kata Juru Bicara BSSN Anton Setyawan, kepada wartawan.

Peristiwa pembobolan situs Pusmanas telah ditangani tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) BSSN. Adanya peretasan itu, BSSN akan melakukan evaluasi dan penguatan sistem.

"Perkembangannya saat ini BSSN sedang lakukan evaluasi dan penguatan terhadap sistem di internal," ucapnya.

Ajang Latihan
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan juga menganggap Pusmanas milik BSSN sebagai ancaman serius. Menurut Farhan, para hacker sering menjadikan situs berdomain go.id sebagai sarana latihan, bahkan ajang pertarungan.

"Saya melihat ini sudah menjadi ancaman yang sangat serius, walaupun peretasan ini tidak menimbulkan gangguan pada pelayanan publik, karena mitigasi yang dilakukan BSSN berhasil mengamankan data-data yang menyangkut layanan publik di sub-web pusmanas.bssn.go.id," kata Farhan kepada wartawan.

Farhan menegaskan peningkatan kewaspadaan terhadap keamanan situs berdomain go.id harus dilakukan. Menurutnya, menjadikan situs berdomain go.id sebagai sarana latihan dan pertarungan sudah menjadi pola perilaku para hacker.

"Namun, bagaimanapun juga, perlu peningkatan kewaspadaan atas semua web go.id, karena kita harus mengerti pola perilaku para hackers yang sering menjadikan situs go.id sebagai ajang 'latihan' atau bahkan 'pertarungan' kemampuan melakukan peretasan," terang Farhan.

"Jadi kita harus memperkuat BSSN secara khusus untuk dua kepentingan, menjaga keamanan layanan publik lewat sistem elektronik, menjaga rasa aman publik atas data-data sensitif milik publik atau yang menyangkut kepentingan publik di dunia digital atau di cyber universe," imbuhnya.

Farhan sendiri khawatir akan ketahanan BSSN ke depannya. Sebab, anggaran BSSN untuk 2022 hanya separuh dari tahun ini, yakni sebesar Rp 554 miliar.

"Saya secara khusus memberikan apresiasi kepada BSSN yang sudah sigap memitigasi kejadian ini, walaupun pada saat bersamaan khawatir akan ketahanan BSSN yang pada tahun 2022 harus bekerja extra keras dengan anggaran hanya 50% dari anggaran tahun sebelumnya," papar anggota Komisi I DPR itu.

"Maka perlu ada upaya bersama dengan integrasi keamanan siber yang berorientasi pada pencegahan pelanggaran kedaulatan digital nasional," pungkasnya. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com