Status Pandemi Covid-19 Diprediksi Dicabut Akhir Tahun

* Kasus Covid-19 RI Bertambah 1.683

459 view
Status Pandemi Covid-19 Diprediksi Dicabut Akhir Tahun
(Foto: Getty Images/Tzido)
Ilustrasi virus Corona. 

Jakarta (SIB)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyebut, akhir pandemi Covid-19 sudah di depan mata.


Menurut ahli panel WHO terkait Covid-19 Dicky Budiman, sangat mungkin status pandemi dicabut akhir tahun atau selambatnya awal tahun depan.


"Bahwa kalau saya ekspektasi estimasi optimistis akhir tahun ini paling cepat atau awal tahun depan bisa dicabut status pandeminya, dengan alasan bahwa kita melihat tren fektivitas atau manfaat dari vaksin ini sangat jelas dalam menurunkan keparahan maupun fatalitas kematian," katanya, ditulis Minggu (18/9).


"Kemudian meskipun tidak 100 persen, tapi ada lah pengurangan jumlah virus yang ditularkan dari orang yang terinfeksi tapi dia sudah divaksinasi apalagi dua dosis, tiga dosis," sambungnya.


Hal itulah yang menurutnya membuat tren kasus Covid-19 tak hanya membaik secara nasional, tetapi angka global konsisten menunjukkan penurunan. Dicky menyebut sebagian besar imunitas sudah terbentuk di publik.


Baik dari vaksinasi Covid-19 maupun infeksi alamiah, atau keduanya. Hal ini disebutnya bisa menjadi dasar pelonggaran aturan pembatasan bagi banyak negara, termasuk Indonesia.


Namun, bukan berarti situasi Covid-19 saat ini bebas risiko. Ia meminta kewaspadaan tinggi pada kelompok rawan seperti lansia hingga pengidap komorbid, disarankan untuk segera mendapatkan vaksinasi booster.


"Namun harus diketahui Indonesia punya kerawanan. Terutama kelompok rawan lansia komorbid, banyak yang belum mendapatkan booster, hal ini berbahaya karena varian atau subvarian baru itu efektif dan bisa membalikkan kondisinya ketika dia menginfeksi orang yang rawan dan bisa fatal, nah ini yang harus kita kejar," kata ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia.


"Saya sepakat dengan Dirjen WHO ini seperti maraton seperti lomba siapa cepat nih, kita atau virus itu, karena kalau dibiarkan dia akan bisa melahirkan varian baru yg lebih merugikan dan bisa berdampak serius menurunkan antibodi," pesan dia.







Bertambah

Sementara itu, Pemerintah melaporkan kasus baru Corona (Covid-19) Minggu (18/9) terdata ada penambahan sebanyak 1.683 kasus dari 34 provinsi di Indonesia.


Provinsi yang paling banyak melaporkan kasus selama 24 jam terkahir yakni DKI Jakarta.


Data perkembangan penyebaran Covid-19 dipublikasikan Humas BNPB, Minggu (18/9).


Dengan bertambahnya 1.683 kasus Corona, total positif Corona di Indonesia hingga kini sebanyak 6.408.806.


Pemerintah juga melaporkan pasien Corona yang sembuh sebanyak 1.667. Sehingga total kasus sembuh dari Corona di RI sebanyak 6.223.056.


Sementara masih berdasarkan data yang sama, ada 8 pasien Covid-19 yang meninggal dunia hari ini. Dengan demikian, total kasus kematian akibat Corona menjadi 157.892.


Berdasarkan data sebaran per daerah, provinsi paling banyak melaporkan kasus Corona adalah DKI Jakarta sebanyak 794 kasus. Kemudian disusul oleh Jawa Barat 260 kasus dan Jawa Timur 190 kasus.


Pemerintah tak lelah mengimbau warga menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni mengenakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir, serta menjaga jarak.


Program vaksinasi Covid-19 juga tengah digencarkan agar tercipta kekebalan komunal (herd immunity). (detikcom/f)






Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com