Stok Vaksin Covid-19 Pemko Medan Tersisa Hanya 268 Vial

* 5.000 Vial Vaksin Moderna Tiba di Sumut

249 view
Stok Vaksin Covid-19 Pemko Medan Tersisa Hanya 268 Vial
(Foto: Dok/Polresta Deliserdang)
VAKSIN: Sebanyak 4 boks (kotak) dari 7 kotak vaksin merek Moderna tiba di terminal Cargo Bandara Kualanamu dengan pengawalan Brimob Polda Sumut, Kamis (29/7).
Medan (SIB)
Stok vaksinasi Covid-19 di Pemko Medan saat ini sangat minim yang tersisa hanya 268 vial dan digunakan untuk dosis kedua. Stok vaksin juga ada di beberapa instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, TNI-Polri dan lainnya.

"Mereka juga ada memiliki stok, makanya instansi lainnya juga bisa mengadakan vaksin massal yang telah dilakukan di Medan. Kalau stok vaksin di Pemko Medan tinggal 268 vial saja," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Syamsul Arifin Nasution SpOG kepada jurnalis harianSIB.com, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan, bukan Provinsi Sumut saja yang kekurangan stok vaksin, namun hampir rata-rata provinsi lainnya mengalami hal sama. "Iya, hampir rata-rata provinsi lainnya mengalami hal yang sama dengan Sumut kekurangan vaksin. Ini saya taunya setelah kepala daerah melakukan video call dengan pak Airlangga Hartarto kemarin," ungkapnya.

Saat ditanya kapan vaksin masuk ke Sumut khususnya Medan, ia mengaku dapat informasi vaksin akan masuk di bulan Agustus. "Informasi yang saya dapat di bulan Agustus, tapi tidak langsung ke Pemko Medan. Vaksin itu masuk melalui pemerintah provinsi baru ke kita atau ke daerah mana saja yang sebelumnya sudah melaporkan kekurangan vaksin," tuturnya.

Sebelumnya, IDI Sumut mengingatkan agar vaksinasi Covid-19 khususnya dosis kedua jangan sampai melewati hari yang telah ditentukan. Hal ini seiring mulai terbatasnya stok vaksin tersebut. Padahal, banyak masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama. Sementara, stok vaksin mulai menipis.

"Sebaiknya dipedomani saja acuan yang sudah ditetapkan. Misalnya, hari ini divaksin dosis 1 maka dosis 2 dilakukan pada 14 hari kemudian. Jadi, pedoman itu harus betul-betul dilakukan," ujar Ketua IDI Sumut dr Ramlan Sitompul SpTHT (K) saat diminta tanggapan pada akhir pekan lalu.

Ia menyampaikan ketika seseorang direncanakan akan disuntik vaksin Covid-19 pertama kalinya, maka dapat distok dosis keduanya. "Stok vaksin disesuaikan dengan jumlah orang yang akan divaksin. Jangan pula dilakukan vaksin pertama, tetapi sedangkan vaksin keduanya tidak jelas. Jadi, agar benar-benar disiapkan dosis vaksinnya," cetus mantan Ketua IDI Medan ini.

Ia menuturkan apabila vaksinasi dosis kedua dilakukan lewat dari 14 hari, dikhawatirkan efektivitas dari vaksin tersebut dalam membentuk kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, muncul pertanyaan bagaimana efikasinya. "Kita khawatir kalau misalnya ada hal-hal yang tidak diinginkan, dan ini masih kemungkinan (vaksin) tidak bekerja dengan baik. Sebab bisa saja terjadi seperti itu," tuturnya.

Ramlan menyebutkan, jangan bermain-main dengan vaksinasi Covid-19, dalam artian jika tidak disiplin. Kalau ingin masyarakat divaksin, maka pastikan stok dosis berikutnya. "Harus sudah tersedia betul-betul dosisnya dan ikuti prosedur yang ada. Sedangkan yang mengikuti prosedur saja masih ada terkadang kecolongan, apalagi tidak," ketusnya.

Ia menambahkan, jika ada masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama dan lewat 14 hari, sebaiknya tetap melanjutkan vaksin dosis kedua. Artinya, tidak perlu mengulang lagi divaksin. "Langsung dosis kedua saja," tutupnya.

Tiba di Sumut
Sementara itu, 5.000 Vial (botol) vaksin Covid-19 merek Moderna telah tiba di Sumut melalui Bandara Kualanamu-Deliserdang, Kamis (29/7) pukul 09.40 WIB. Vaksin dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta dibawa dengan menggunakan pesawat GA-182, langsung masuk Terminal Cargo Bandara Internasional Kualanamu.

Informasi diperoleh, 5.000 vial Vaksin dikemas ke dalam 7 boks (kotak) dengan rincian 6 boks berisi 750 vial vaksin ditambah satu boks lagi berisi 500 vial. Disebutkan, 5.000 vial vaksin itu untuk kebutuhan 70.000 dosis.

Vaksin Covid-19 Moderna dikemas oleh Bio Farma di Bandung yang dikirim TSA (Trijaya Semesta Abadi) Cargo selaku pihak ekspedisi ke Sumut. Kotak vaksin dilengkapi dengan barcode dan alat pengukur suhu.

Branch Manager PT Angkasa Pura II Cargo Bandara Kualanamu, Hasian Dongoran ketika dikonfirmasi SIB membenarkan vaksin Moderna ini merupakan vaksin Covid-19 pengiriman ke-37 ke Sumut.

Selanjutnya, vaksin dibawa dengan pengamanan Satuan Gegana Brimob Polda Sumut dan Personel Sat Lantas Polresta Deliserdang bersama Sat Lantas PJR (Patroli Jalan Raya) Polda Sumut ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumut di Jalan Prof HM Yamin Medan. (SS6/C1/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com