Sumut 10 Besar Daerah ‘Tak Bahagia’ di 2021, Parameter Riset BPS Dipertanyakan


322 view
Sumut 10 Besar Daerah ‘Tak Bahagia’ di 2021, Parameter Riset BPS Dipertanyakan
dok. BPS
Indeks Kebahagiaan 2021

Medan (SIB)

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Kebahagiaan Masyarakat (IKM) 2021 pada Senin (27/12) secara nasional di Jakarta. Hasilnya, Indeks Kebahagiaan Masyarakat di Indonesia pada 2021 mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya sejak 2017, yakni dari 70,69 menjadi 71,49 dari skala 0-100.


Kepala BPS Margo Yuwono dalam kata pengantar buku Indeks Kebahagiaan Masyarakat Indonesia 2021, menyebutkan metode dan parameter yang dilakukan dalam penentuan IKM adalah pendekatan yang mencakup kepuasan hidup, perasaan sehari-hari (afeksi) dan nilai kebahagiaan individual (eudaimonia).


"Rilis publikasi BPS ini menunjukkan Sumut dan DKI Jakarta setara dengan Papua dalam 10 besar daerah yang (masyarakatnya) 'tidak bahagia' di Indonesia selama 2021 lalu. Tapi angka indeksnya Sumut tampak membaik dari 68,41 menjadi 70,57 pada 2021. Terlepas dari pola dan metode apa dan bagaimana analisa penentuannya (oleh BPS), data ini menunjukkan adanya pergerakan nilai menuju taraf kebahagiaan yang lebih baik bagi warga dan daerah Sumut," ujar Ferry Andreas Sembiring, pratiksi kesejahteraan sosial di Medan, kepada SIB, Minggu (2/1).


Bersama rekannya Yusuf Sembiring dan Imran Sahat Barita Sihombing dari Komunitas Keluarga Sosial dan Alumni-79 SMP RK Xaverius Kabanjahe, Ferry menyebutkan hasil survei pengukuran tingkat kebahagiaan masyarakat di Indonesia pada 2021 mengalami kenaikan 0,8 poin menjadi 21,79 poin (skor, bukan satuan persen) dibanding 2017 lalu.


Dari 34 provinsi di Indonesia saat ini, Maluku Utara (Malra) masih menjadi provinsi paling bahagia masyarakatnya dengan skor 76,34, disusul Kalimantan Utara 76,33 dan Maluku 76,28, Jambi 75,17, Sulawesi Utara 74,96, Kepulauan Riau 74,78, Gorontalo 74,77, Papua Barat 74,52, Sulawesi Tengah 74,46, Sulawesi Tenggara 73,98. Data ini menunukkan, tidak ada satu pun provinsi di Pulau Jawa yang masuk dalam 10 besar daerah paling bahagia.


Sementara, ke-10 provinsi dengan Indeks Kebahagiaan terendah di Indonesia pada 2021 adalah:Sumatera Barat 71,34, Aceh 71,24, DKI Jakarta 70,68,Sumatera Utara 70,57,Nusa Tenggara Timur 70,31,Jawa Barat 70,23, Nusa Tenggara Barat 69,98, Papua 69,87, Bengkulu 69,74, dan provinsi Banten dengan skore terkecil 69,08.


Sejak 2005, BPS menggunakan delapan indikator untuk mengetahui tingkat kesejahteraan yaitu inkam atau pendapatan perkapita, konsumsi atau belanja keluarga, kondisi tempat tinggal, kebutuhan fasilitas di pemukiman, kesehatan anggota keluarga, tingat kemudahan dan pelayanan kesehatan, pelayanan publik dan kesempatan.


Sedangkan untuk penentuan indeks kebahagiaan (IKM), BPS menggunaan parameter ukuran pembangunan yang bersifat subjektif ditawarkan untuk melihat persepsi masyarakat tentang apa yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. IKM mulai dilaksanakan BPS setelah uji coba beberapa kali hingga tahun 2012 dan 2013. Survey resmi penentuan tingkat kebahagiaan secara nasional baru dilakukan pada 2014, 2017 dan 2021 (per 3-4 tahun).


"Memang masih ada hal-hal yang masih dipertanyakan publik soal metode riset penentuan Indeks Kebahagiaan Masyarakat (IKM) ini, apakah ukuran dan parameternya bersifat analisa perkembangan framework tentang dimensi kepuasan hidup keluarga atau masyarakat, atau memang dimensi kehidupan sosial yang sekedar rekaman perasaan dan kesenangan hidup, atau ada faktor lain yang lebih paralel dan mendekati,” ujar Imran Sahat Barita, putra dari seorang pensiunan PNS di kantor BPS Cabang Tanahkaro, kepada SIB. (A5/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com