Sumut Bebas PPKM Level 4, Gubernur Edy Minta Masyarakat Tetap Waspada

* Kasus Harian Meninggal Nol

146 view
Sumut Bebas PPKM Level 4, Gubernur Edy Minta Masyarakat Tetap Waspada
(Foto: Istimewa)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
Medan (SIB)
Kini wilayah di Provinsi Sumut bebas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Meski begitu masyarakat diminta untuk tetap waspada. Agar penularan Covid-19 tidak kembali meningkat seperti beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis, Selasa (5/10). "Pak Gubernur meminta masyarakat agar terus waspada, poin penting yang ditekankan Gubernur adalah masyarakat harus terus ketat melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) jangan lengah walaupun kasus melandai," ujar Arsyad.

Sebagai informasi berdasarkan Instruksi Mendagri No 48 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua sudah tidak ada lagi wilayah Sumut yang menerapkan Level 4.

Bahkan kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 3 hanya Kota Binjai dan Padangsidimpuan. Sementara yang menerapkan PPKM Level 2 di antaranya Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Nias, Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Dairi, Toba Samosir, Mandailing Natal, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Serdangbedagai, Batubara, Padanglawas Utara, Padanglawas, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Kota Medan, Pematangsiantar, Tanjungbalai dan Gunungsitoli.

Selain itu ada empat wilayah Sumut yang kini menerapkan PPKM Level 1 antara lain Kabupaten Deliserdang, Nias Barat, Kota Sibolga dan Tebingtinggi.

Vaksinasi juga terus dikebut hingga saat ini vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 34,91 persen dan dosis kedua sebanyak 19,90 persen. Sementara bed occupancy rate (BOR) kini hanya sebanyak 9 persen.

Kasus Covid-19 Sumut
Sementara itu dilaporkan, kasus baru Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tanggal 5 Oktober 2021, sebanyak 80 orang, angka kesembuhan 142 orang, meninggal tidak ada. Sehingga, total kasus mencapai 105.021 orang, angka kesembuhan 100.900 orang, meninggal 2.848 orang.

Jumlah ini diperoleh jurnalis harianSIB.com melalui laporan media harian Covid-19 Kemenkes RI, Selasa (5/10). Di hari yang sama, Provinsi Sumut peringkat keempat sebagai daerah penyumbang kasus baru Covid-19 di Indonesia.

Peringkat pertama diraih Jawa Timur sebanyak 139, Jawa Barat peringkat kedua sebanyak 105 orang, Jawa Tengah peringkat ketiga sebanyak 91 orang, Sumatera Utara peringkat keempat sebanyak 80 orang.

Sebelumnya, kasus corona di Medan sampai tanggal 4 Oktober 2021 mencapai 47.685 orang, sembuh 46.247 orang, meninggal 896 orang, kasus aktif 542 orang. Kasus di Deliserdang 16.532 orang, sembuh 15.992 orang, meninggal 418 orang, kasus aktif 122 orang.

Kemudian, Kasus di Pematangsiantar 3.937 orang, sembuh 3.758 orang, meninggal 81 orang, kasus aktif 98 orang. Kasus di Simalungun 3.149 ,orang, sembuh 2.892 orang, meninggal 193 orang, kasus aktif 64 orang.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Mardohar Tambunan membenarkan saat ini Kota Medan di Level 2.
Ia mengatakan, penurunan level ini sangat bersyukur, namun masyarakat belum bebas dari virus mematikan ini. Tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan protokol kesehatan (prokes). "Mau itu level 1 pun prokes tetap diterapkan, tidak bisa ditawar lagi," tegasnya.

Ia mengatakan, saat ini isolasi terpusat (Isoter) di Medan hanya dua lokasi yakni eks Hotel Soechi dan Gedung P4TK Helvetia. Pasien di dua lokasi tersebut hanya tiga dan empat pasien saja. "Tetap dua lokasi. untuk isoter KM Bukit Raya yang di Belawan, sudah tidak ada lagi orang, jadi sudah balik ke Jakarta," ungkapnya.

Ia mengatakan hingga saat ini wilayah kecamatan di Medan masih dilakukan isolasi mandiri dalam pengawasan satuan tugas penanganan kelurahan maupun kecamatan. "Tidak ada bebas. Masih dalam pengawasan terus oleh satgas masing-masing kelurahan dan kecamatan," tuturnya.

Terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah di Medan, ia mengatakan sewaktu di level III sudah diuji coba, namun Wali Kota Medan Bobby Nasution mengingatkan tentang vaksinasi guru dan siswa belum sesuai diharapkan, sehingga tatap muka ditunda.

"Namun alhamdulillah, sekarang hampir 50% vaksin di Medan sehingga tatap muka dalam persiapan. Artinya tatap muka bukan tatap muka begitu saja. Tatap muka ada pengaturan waktu, jadwal, prokes dari sekolah, begitu anak mau masuk atau pulangnya, itu jadi perhatian," ujarnya.

Ia yakin ke depannya Kota Medan akan berada di level 1 dengan catatan masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Pada kesempatan ini, ia meminta pemerintah provinsi agar lebih memperketat keluar masuk masyarakat melalui bandara.

"Kemarin kan negara lain takut masuk ke Indonesia, nah sekarang bukan kita melarang, tapi kita perketatlah sesuai dengan ketentuan masing-masing, itu yang perlu sekarang," tutupnya. (A13/SS6/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com