Sumut Zero Zona Merah, Medan Naik ke Oranye

* Kasus Baru Covid-19 Sumut 86, Meninggal Satu Orang

134 view
Sumut Zero Zona Merah, Medan Naik ke Oranye
Edi Wahyono/detikcom
Foto: Ilustrasi
Medan (SIB)
Kasus baru Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tanggal 1 Oktober 2021, sebanyak 86 orang, angka kesembuhan 214 orang, meninggal satu orang. Sehingga, total kasus mencapai 104.792 orang, angka kesembuhan 100.290 orang, meninggal 2.838 orang.

Jumlah ini diperoleh jurnalis harianSIB.com melalui laporan media harian Covid-19 Kemenkes RI, Jumat (1/10). Di hari yang sama, Provinsi Sumut peringkat keenam sebagai daerah penyumbang kasus baru Covid-19 di Indonesia.

Peringkat pertama diraih DKI Jakarta sebanyak 151 orang, Jawa Timur peringkat kedua sebanyak 124 orang, Jawa Barat peringkat ketiga sebanyak 115 orang, Jawa Tengah peringkat keempat sebanyak 107 orang, Bali peringkat kelima sebanyak 97 orang, Sumatera Utara peringkat keenam sebanyak 86 orang.

Sebelumnya, kasus corona di Medan sampai tanggal 30 September 2021 mencapai 47.574 orang, sembuh 45.892 orang, meninggal 896 orang, kasus aktif 786 orang. Kasus di Deliserdang 16.539 orang, sembuh 15.945 orang, meninggal 417 orang, kasus aktif 177 orang.

Selanjutnya, kasus di Pematangsiantar 3.918 orang, sembuh 3.718 orang, meninggal 80 orang, kasus aktif 120 orang. Kasus di Simalungun 3.153 ,orang, sembuh 2.875 orang, meninggal 192 orang, kasus aktif 86 orang.

Sementara, peta zonasi Covid-19 di daerah Sumut masih bertahan zero zona merah (risiko tinggi). Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, hanya satu daerah zona oranye (risiko sedang) yaitu Kota Medan yang sebelumnya tercatat berada di zona kuning (risiko rendah).

Sedangkan 32 daerah lainnya di Sumut masuk zona kuning. Zonasi Covid-19 daerah Sumut tersebut, diketahui jurnalis harianSIB.com, Jumat (1/10), berdasarkan data hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 26 September 2021.

Dari hasil zonasi itu juga, meski zero zona merah tetapi daerah Sumut belum ada juga masuk dalam zona hijau (tidak ada kasus). Peta zonasi risiko daerah tersebut, dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya. Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir.

Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.

Terpisah, Kecamatan Medan Johor melakukan vaksin jemput bola (jempol) dengan target perhari 300 dosis perkelurahan. Hal itu dikatakan Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi kepada jurnalis harianSIB.com, Jumat (1/10).

"Vaksinasi jempol ini sudah kita lakukan selama tiga hari, awalnya di kelurahan Gedung Johor, Kedai Durian kemudian saat ini berlangsung di Kwala Bekala. Sejauh ini sudah 900 an warga bertambah yang telah mendapatkan vaksinasi," katanya.

Menurutnya, jumlah warga Kecamatan Medan Johor yang terpapar Covid-19 terus menurun. Setiap hari bahkan perminggu hanya terdapat satu kasus saja yang terpapar Covid-19.

Karena itulah, untuk terus menekan angka ini dan membentuk kekebalan warga terhadap virus ini vaksin jempol menjadi masukannya kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution beberapa hari yang lalu.

"Beberapa hari lalu saya usulkan vaksinasi jempol ke Wali Kota Medan karena warga Medan Johor masih banyak yang belum vaksin. Langsung ditanggapi dan kini kita melakukan jemput bola dengan membentuk tim vaksinator. Kita diberikan lima ribu dosis stok vaksin," ucapnya.

Pada vaksin jempol ini pihaknya turun langsung ke kelurahan untuk menjaring warga yang ada di masing-masing lingkungan. Sebelumnya pihaknya mendata warga yang mau divaksin kemudian memberikan kartu tanda berhak mendapatkan vaksinasi," jelasnya.

Sampai kapan vaksinasi jemput bola ini, pihaknya terus melakukan evaluasi. Jika antusias masyarakat masih banyak maka katanya vaksinasi jemput bola akan dilanjutkan lagi.

"Selesai vaksin dosis pertama ini kita akan lakukan vaksin kedua di tempat yang sama sehingga masyarakat tidak bingung. Sehingga juga masyarakat tidak mencari vaksin kedua kemana-mana karena kita langsung menangani vaksin kedua di tempat yang sama," tegasnya.

Berdasarkan data terakhir, sebutnya, warga Medan Johor baru 40 persen mendapatkan vaksin dosis satu. Artinya pihaknya terus mengejar dengan jemput bola lagi untuk mendongkrak itu.

"Kita imbau kalaupun kita sudah turun level, kita harus tetap menjaga prokes, patuhi PPKM, 5M, biar pelan-pelan kita terlepas dari Covid-19. Karena angka kasus tertinggi sekarang di Medan, Johor masih terbanyak," tutupnya. (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com