Sumut Zero Zona Merah Covid-19, Medan Zona Oranye

* Kasus Baru 731, Meninggal 5 Orang

173 view
Sumut Zero Zona Merah Covid-19, Medan Zona Oranye
Foto Dok/Kemenkes
Laporan Covid-19 di Indonesia
Medan (SIB)
Kasus baru Covid-19 di Provinsi Sumut masih ditemukan di kalangan masyarakat. Kasus baru pertanggal 1 September 2021, sebanyak 731 orang, angka kesembuhan 1.403 orang, meninggal 5 orang.

Sehingga, total kasus mencapai 97.035 orang, angka kesembuhan 74.312 orang, meninggal 2.379 orang. Jumlah ini diperoleh jurnalis harianSIB.com Leo Bukit dari laporan media harian Covid-19 Kemenkes RI, Rabu (1/9).

Kemudian di hari yang sama, Sumut peringkat keempat sebagai daerah penyumbang kasus baru di Indonesia. Peringkat ini diketahui melalui laporan media harian Covid-19 Kemenkes RI, Rabu (1/9).

Data itu juga mencatat peringkat pertama kasus baru diraih Jawa Barat sebanyak 1.255 orang, Jawa Timur peringkat kedua sebanyak 1.122 orang, Jawa Tengah peringkat ketiga sebanyak 957 orang, Sumatera Utara peringkat keempat sebanyak 731 orang.

Sementara, saat ini kabupaten/kota di Sumut terbebas atau zero zona merah (risiko tinggi). Padahal, pada minggu lalu terdapat tiga daerah yang zona merah yaitu Medan, Toba dan Simalungun. Meski begitu, daerah Sumut tak ada zona hijau (tidak ada kasus).

Zonasi penyebaran Covid-19 tersebut, berdasarkan data hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 29 Agustus 2021. Dari zonasi itu juga, tercatat sebanyak 19 daerah Sumut zona oranye dan 14 zona kuning (risiko rendah).

Untuk daerah zona oranye, antara lain Pakpak Bharat, Samosir, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Deliserdang, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Serdang Bedagai, Padanglawas, Karo, Simalungun, Labuhanbatu Utara, Medan, Binjai, Padangsidimpuan, Langkat, Asahan, dan Pematangsiantar.

Sedangkan daerah zona kuning, yakni Nias Barat, Tapanuli Tengah, Nias, Dairi, Padanglawas Utara, Sibolga, Mandailing Natal, Batu Bara, Gunungsitoli, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Nias Utara, Tapanuli Utara, dan Nias Selatan.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Medan pertanggal 31 Agustus mencapai 43.550 orang, sembuh 33.885 orang, meninggal 812 orang, kasus aktif 8.853 orang, Deliserdang 15.288 orang, sembuh 13.391 orang, meninggal 396 orang, kasus aktif 1.501 orang.

Selanjutnya Pematang-siantar 3.609 orang, sembuh 2.347 orang, meninggal 66 orang, kasus aktif 1 196 orang. Cakupan vaksinasi tahap I, II, III di Sumut sampai tanggal 31 Agustus 2021 mencapai 4.051.167 dari target 11.419.559 juta jiwa. Jumlah itu diperoleh dari https://covid19.sumutprov.go.id.

Vaksinasi dosis pertama kepada lansia mencapai 243.603 jiwa, disabilitas dan ibu hamil 1.191 jiwa, petugas publik 1.597.915 jiwa, SDM kesehatan 79.052 jiwa, masyarakat umum 536.189 jiwa, remaja 32.002 jiwa. Jumlah vaksinasi dosis pertama mencapai 2.489.952 jiwa.

Vaksinasi dosis kedua kepada lansia mencapai 173.916 jiwa, disabilitas dan ibu hamil 11 jiwa, petugas publik 986.919 jiwa, SDM kesehatan 73.005 jiwa, masyarakat umum 288.073 jiwa, remaja 22.229 jiwa. Jumlah vaksinasi dosis kedua mencapai 1.544.153 jiwa.

Kemudian, dosis ketiga tenaga kesehatan 17.062 jiwa. Total sementara vaksinasi dosis pertama, dosis kedua dan ketiga mencapai 4.051.167 juta jiwa. Daerah tertinggi vaksinasi dosis pertama di Sumut yaitu Pakpak Bharat, disusul Samosir, Humbang Hasundutan, Sibolga, Toba dan lainnya.

Sedangkan daerah tertinggi vaksinasi dosis kedua yaitu Pakpak Bharat, Sibolga, Medan, Humbang Hasundutan. Selanjutnya daerah tertinggi dosis ketiga yaitu Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Toba, dan Tapanuli Utara.

Dalam kondisi penularan yang sudah meluas di komunitas, maka membatasi mobilitas masyarakat secara signifikan dan lebih ketat perlu dilakukan dengan cara penguatan 3T yaitu testing, tracing, treatment. Percepatan vaksinasi harus terus dilakukan untuk melindungi sebanyak mungkin orang.

Upaya ini dilakukan untuk menurunkan laju penularan serta mengutamakan keselamatan mereka yang rentan untuk meninggal (seperti lansia, orang dengan komorbid) mengingat kapasitas kesehatan yang terbatas dan dampak jangka panjang dari infeksi Covid-19.

Sebelumnya, jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) tempat tidur Covid-19 di Sumut mengalami penurunan 1%. Jumlah BOR yang terpakai pertanggal 30 Agustus 2021 mencapai 38% dari tempat tidur yang tersedia (total 2.371 tempat tidur terpakai dari 6.235 tempat tidur yang tersedia).

Berikutnya, kondisi BOR di kabupaten/kota tidak ada melebihi ambang batas WHO 60%. Selanjutnya, Gunungsitoli dan Nias Barat tidak ada tempat tidur Covid-19 yang terpakai.

Sementara, ruangan ICU Covid-19 terisi di Pematang-siantar, Medan, Sibolga, Deliserdang, Karo, Tapanuli Utara, Binjai, Langkat, Tebingtinggi dan Tapanuli Utara. (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com