Sunarta Resmi Dilantik Jadi Wakil Jaksa Agung

* Jaksa Agung Pesan ke Jampidsus Baru: Sikat Mafia Tanah-Pelabuhan

407 view
Sunarta Resmi Dilantik Jadi Wakil Jaksa Agung
(Foto : SIB/Baren Siagian)
LANTIK JAMPIDSUS : Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin  melantik Febrie Ardiansyah sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus). Febrie Ardiansyah yang beristrikan wanita berdarah Batak yakni Rugun Boru Sagala, Senin (10/1).
Jakarta (SIB)
Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik Sunarta menjadi Wakil Jaksa Agung menggantikan Setia Untung Arimuladi yang telah memasuki masa pensiun. Burhanuddin juga melantik berbagai posisi pimpinan Kejaksaan Agung lainnya, Burhanuddin berharap agar pihak yang dilantik dapat memberikan prestasi yang membanggakan.

Burhanuddin mengingatkan seluruh jajarannya mengedepankan soliditas dalam penyelesaian suatu perkara. Pasalnya, dalam menyelesaikan perkara kerapkali melibatkan lintas bidang, sehingga tidak boleh ada ego sektoral dalam jajarannya.

“Karena itu dalam bekerja kita tidak bisa bekerja sendirian maupun bekerja secara sendiri-sendiri. Tapi setiap bidang harus dapat berkolaborasi dan saling mendukung serta melengkapi untuk satu tujuan bersama yaitu kepentingan institusi,” kata Jaksa Agung yang disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leornad Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (10/1).

Adapun para pejabat yang dilantik Jaksa Agung, DR Sunarta menjadi Wakil Jaksa Agung menggantikan Setia Untung Arimuladi yang memasuki masa pensiun.

Sementara pejabat esselon I yang dilantik, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr Amir Yanto SH MM MH sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) menggantikan DR Sunarta, Dr Febrie Adriansyah SH MH menjadi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) dan Dr Ali Mukartono SH MH menjadi Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas).

Di samping pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar bidang, Jaksa Agung mengatakan, diperlukan juga menjalin hubungan kerja sama dengan pihak-pihak terkait di luar instansi. Kerja sama ini sangat dibutuhkan dalam optimalisasi dan efisiensi pelaksanaan tugas Kejaksaan, terlebih dalam menghadapi beragam tantangan penegakan hukum. Krenanya, segera bangun hubungan yang harmonis dan sistematis dengan para pihak terkait dalam rangka suksesnya pelaksanaan tugas.

“Dalam kesempatan ini, juga tidak lupa saya ingatkan kepada saudara untuk senantiasa dapat memberi contoh ketauladanan yang baik dalam bekerja dengan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalitas, dan kesahajaan,” bebernya.

Burhanuddin menyampaikan pesan kepada Sunarta yang baru dilantik untuk berperan aktif menyusun kebijakan, membantu pelaksanaan pembinaan dan penguatan organisasi kejaksaan. Selain itu Wakil Jaksa Agung juga memiliki kedudukan sebagai ketua tim di beberapa kebijakan strategis kejaksaan seperti Ketua Komite Teknologi Informasi dan Komunikasi Kejaksaan Republik Indonesia, Ketua Tim Pengarah Satu Data Kejaksaan, Ketua Tim Khusus Penuntasan Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan Ketua Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Kejaksaan Republik Indonesia.

Ia juga berpesan pada Amir Yanto yang dilantik sebagai Jamintel agar mensosialisasikan Pedoman Nomor 21 Tahun 2021 tentang Intelijen Penegakan Hukum. Sementara itu dalam UU Kejaksaan terbaru, Kejaksaan memiliki kewenangan terbaru, salah satunya pengawasan multimedia. Burhanuddin meminta agar segera dibentuk peraturan pelaksanaan UU Kejaksaan.

Burhanuddin juga menyampaikan pesan kepada Febrie Adriansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, berharap capaian kinerja pemberantasan korupsi di tingkat pusat maupun daerah tidak terlalu jauh gap-nya.

Burhanuddin juga menyampaikan pesan kepada Ali Mukartono agar memperkuat pengawasan melekat untuk mengurangi adanya penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang. Burhanuddin juga meminta agar jajaran pengawasan meningkatkan kinerja pengawasan menjadi pengawasan digital.

Selain itu Burhanuddin meminta agar para Jaksa Agung Muda untuk memberantas mafia tanah, mafia pelabuhan, mafia pupuk subsidi. Burhanuddin meminta agar mafia pelabuhan dan mafia lainnya disikat habis.

"Kehadiran para mafia tersebut telah meresahkan masyarakat dan mengganggu roda perekonomian negara, bahkan berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi yang dapat kerugian perekonomian. Oleh karena itu, saya minta kepada pada Jaksa Agung Muda untuk merapatkan barisan dan lakukan akselerasi pemberantasan para mafia tersebut. Ambil sikap tegas, tanpa kompromi, dan sikat habis para mafia tersebut," ujar Jaksa Agung. (H3/detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com