Noda Hitam Dunia Sepakbola Indonesia

Suporter Arema FC Mengamuk, 125 Orang Tewas

* Tragedi Terbesar Kedua Sejarah Sepakbola di Dunia

316 view
Suporter Arema FC Mengamuk, 125 Orang Tewas
(Foto: Tangkapan layar @akmalmarhali)
PANJAT PAGAR: Ribuan penonton mencoba berhamburan memanjat pagar pembatas lapangan untuk menghindari serangan gas air mata saat ricuh usai Arema FC kalah melawan Persebaya Surabaya di pertandingan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam. 

Jakarta (SIB)

Dunia Sepakbola Indonesia menjadi noda hitam pasca terjadinya kerusuhan usai laga Arema FC VS Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang Sabtu (1/10) yang menewaskan 125 orang.


Peristiwa tersebut menjadi tragedi terbesar kedua sejarah sepakbola di dunia.


Suporter Ngamuk

Pertandingan Arema FC tumbang 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023. Selepas laga, suporter dari tim tuan rumah bikin kerusuhan di stadion.


Persebaya lebih dulu memimpin 2-0 lewat Silvio Junior dan Leo Lelis. Arema FC mampu menyamakan skor menjadi 2-2 jelang turun minum lewat brace Abel Camara.


Arema FC di babak kedua gagal mempertahankan momentum permainan sipnya.


Singo Edan kebobolan lagi lewat Sho Yamamoto, yang membuat Persebaya pulang dengan tiga poin.


Tak terima dengan hasil buruk, suporter Arema FC ngamuk selepas laga. Penonton masuk ke dalam lapangan dan merusak mobil polisi dan membakar benda-benda yang ada di stadion , Sabtu (1/10) malam WIB.


Melihat hal ini, aparat gabungan dari Polri dan TNI memukul mundur dan mengejar suporter yang bertindak anarkis.


Tembakan gas air mata pun dilepaskan untuk menghalau dan membubarkan suporter Arema.


Tembakan itu rupanya tak membuat massa suporter mundur. Justru mereka semakin beringas dan membuat kekacauan di dalam lapangan.


Aparat juga berhasil mengamankan pemain masuk ke ruang ganti. Namun, Persebaya selaku tim tamu harus tertahan lebih lama di stadion.


Tragedi di Kanjuruhan merupakan imbas bentrok suporter Arema dengan polisi yang berusaha mengendalikan suporter yang masuk ke lapangan.


Tembakan gas air mata membuat banyak penonton sesak napas hingga terinjak-injak karena berusaha menyelamatkan diri.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com