Survei Indikator: Tren Persepsi Penegakan Hukum Menurun Gegara Isu Sambo


253 view
Survei Indikator: Tren Persepsi Penegakan Hukum Menurun Gegara Isu Sambo
(Ari Saputra/detikcom)
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi

Jakarta (SIB)

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei tentang penegakan hukum di Indonesia.


Hasilnya, ada tren buruk terhadap penegakan hukum nasional akibat isu soal Irjen Ferdy Sambo.


Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, sebanyak 43,8% responden menilai penegakan hukum nasional buruk. Sementara yang menilai sangat baik dan baik dijumlahkan sebesar 25%.


Survei ini dilakukan pada tanggal 5-10 September 2022 atau dilakukan 2 hari setelah kenaikan harga BBM diumumkan oleh pemerintah.


Metode survei adalah WNI berusia 17 Tahun ke atas atau yang sudah menikah dan memiliki telepon.


Pemilihan sampel dilakukan melalui random digit dialing (RDD) atau secara acak nomor telepon.


Sebanyak 1.215 responden dipilih melalui secara acak nomor telepon, margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara responden dilakukan lewat telepon.


Responden ditanyai pertanyaan, 'bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan penegakan hukum di negara kita pada umumnya sekarang? Sangat baik, baik, sedang, buruk, atau sangat buruk?... (%)'.


Berikut hasilnya:

Sangat Baik: 2,7%, Baik: 22,3%, Sedang 26,2%, Buruk: 31,9%, Sangat Buruk: 11,9%, Tidak Tahu/Tidak Jawab: 5,0%.


"Yang mengatakan buruk atau sangat buruk 43,8% dan yang mengatakan baik atau sangat baik 25,1%," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, saat memberi penjelasan disiarkan di YouTube Indikator Politik Indonesia, Minggu (18/9).


Burhanuddin mengungkap ada tren perburukan evaluasi publik terhadap kondisi penegakan hukum.


Berdasarkan survei Indikator Politik pada 25-31 Agustus sebanyak 37,4% responden yang menilai kondisi penegakan hukum buruk, angka ini meningkat pada survei 5-10 September 2022 sebanyak 43,8% responden menilai penegakan hukum buruk.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com