Survei SMRC: PKB Salip Golkar di 3 Besar Parpol Terkuat Jelang 2024


190 view
Survei SMRC: PKB Salip Golkar di 3 Besar Parpol Terkuat Jelang 2024
(tangkapan layar YouTube)
Direktur SMRC Deni Irvani 

Jakarta (SIB)

Lembaga survei SMRC merilis survei dengan tema 'Tren Elektabilitas Partai Jelang Pemilu 2024'.

Hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas PDIP paling tinggi dari partai lainnya.

Survei diselenggarakan pada 5-13 Agustus 2022. Sebanyak 1.220 responden dipilih secara acak dengan menggunakan metode multistage sampling dengan margin of error ±3,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan pewawancara yang telah dilatih.

Responden ditanya 'jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih?'. Hasilnya, PDIP mendapatkan suara terbanyak dengan persentase 24,8%.

Sementara itu, Gerindra di posisi kedua dengan perolehan 12,6%. Posisi ketiga PKB 9,5% disusul Golkar 9,1% dan Demokrat 6,6%.

"Itu menunjukkan bahwa jika pemilihan umum (pemilu) diadakan sekarang, PDIP akan mendapatkan suara terbanyak, 24,8 persen.

Urutan kedua diperebutkan oleh Gerindra, PKB, dan Golkar. Gerindra mendapatkan dukungan 11 persen, PKB 9,5 persen, dan Golkar 9,1 persen," kata Direktur SMRC Deni Irvani dalam keterangan pers tertulis, Minggu (4/9).

Sementara itu, Demokrat didukung 6,6% suara, PKS 4,1%, NasDem 3,5%, Perindo 3%, PPP 2,7%, dan PAN 1,9%.

Sedangkan partai-partai lain mendapatkan suara di bawah 1 persen. Masih ada 21,7% yang belum menentukan pilihan.

Sementara itu, SMRC juga melakukan survei tentang tren elektabilitas PDIP menjelang 2019 dan 2024.

Hasilnya, rata-rata elektabilitas PDIP menjelang 2024 lebih kuat 1,1% dibanding menjelang 2019.

"Rata-rata elektabilitas PDIP menjelang 2024 hanya lebih kuat 1,1% dibanding menjelang 2019 lalu, tapi terlihat fluktuatif dari waktu ke waktu. Kadang lebih kuat, kadang lebih lemah," jelas Deni.

Karena itulah, menurut Deni, PDIP harus bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan perolehan suara ini. Dia menyebut berkaca dari 2019, dukungan untuk PDIP melemah saat mendekati pemilu.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com