TNI-Komnas PA Evakuasi Anak-anak Korban Konflik Perusahaan-Pekerja di Riau


412 view
TNI-Komnas PA Evakuasi Anak-anak Korban Konflik Perusahaan-Pekerja di Riau
(Raja Adil/detikcom)
TNI AU dan Komnas PA mengevakuasi anak-anak korban konflik pekerja kebun dan perusahaan di Kampar, Riau. 

Kampar (SIB)

Ratusan mantan pekerja sawit di Kampar, Riau, berkonflik hingga bentrok dengan keamanan perusahaan setelah dikenai PHK. Akibatnya, ratusan anak pekerja kebun itu dievakuasi TNI AU dan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) untuk menghindari dampak konflik.


"Iya benar. Anak-anak pekerja kebun yang trauma dievakuasi langsung oleh Komnas PA dan TNI AU," ujar kuasa hukum pekerja Norma Sari Simangunsong saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/9).


Norma mengaku telah mengadukan konflik antara mantan pekerja dan PT Padasa Enam Utama di Kampar, Riau. Ia mengadukan soal nasib anak-anak pekerja yang trauma.


"Kami memang ada adukan soal anak-anak ini kepada Komnas PA. Jadi evakuasi telah dilakukan sejak awak konflik, anak-anak ini banyak trauma karena banyak sekuriti dan polisi, mereka terganggu," katanya.


Trauma itu, kata Norma, terlihat saat polisi datang ke pengungsian Kementerian Sosial di Rumbai, Riau. Anak-anak di pengungsian takut karena selama ini melihat konflik langsung.


"Terbukti, saat di pengungsian Dinas Sosial di Rumbai, anak-anak trauma, ketakutan. Selama ini kan mereka tinggal di emperan-emperan rumah karena takut," katanya.


Tercatat, sampai hari ini ada sekitar 200 anak pekerja terdampak konflik, sehingga mereka minta dievakuasi dari mes Padasa ke tempat evakuasi di Kemensos Rumbai.


"Kalau total semua sekitar 200 anak, ya. Tetapi belum semua dievakuasi. Mereka minta jemput juga yang lain karena saat ini buruh belum berani keluarkan barang dari rumah," katanya.


"Setelah bentrok yang berdarah-darah, saya bawa pekerja ke Polres untuk bikin laporan. Saya minta polisi turun ke TKP, tetapi tidak ada yang turun. Ada turun besoknya 1 bus, tetapi hanya sebentar," sambung dia.


Ketua Komnas PA Riau Dewi Arisanty akhirnya buka suara terkait evakuasi anak pekerja kebun. Ia menilai evakuasi dilakukan karena melihat mereka trauma.


"Mereka itu korban konflik, kita Komnas PA melihat ini anak-anak. Bagaimana ini masa depan mereka dan kompensasi perusahaan terkait nasib anak-anak ini," katanya.


Dewi mengatakan evakuasi dilakukan tim Komnas PA dan personel Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Anak-anak diangkut pakai truk tentara dan bus perusahaan PT Padasa.


"Kenapa Komnas PA dan Lanud, ini karena ada MOU kami terkait fokus penanganan anak-anak. Kami fokus pada anak-anak di sana, kami evakuasi pakai dua truk di Lanud," kata Dewi.


Sebelum proses evakuasi, Dewi mengaku sudah koordinasi dengan Polres Kampar. Hanya saat itu tidak ada respons dan tindakan untuk sama-sama evakuasi anak-anak korban konflik.


"Sebelum evakuasi, Dewi mengaku sudah koordinasi dengan Polres Kampar dan Unit PPA Satreskrim. Sudah panjang-lebar saya koordinasi, tapi tidak ada (respons)," imbuh Dewi.


Diketahui, bentrokan terjadi pada Selasa (14/9) di wilayah kerja PT Padasa Enam Utama pukul 10.00 WIB. Awalnya, puluhan sekuriti datang dan minta pekerja meninggalkan mes.


Tercatat total ada 618 pekerja dikenai PHK oleh perusahaan. Dalam PHK itu, pekerja dijanjikan mendapat pesangon hingga uang pindah rumah.


Sayangnya, janji pihak perusahaan tidak pernah terealisasi. Pekerja kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Kota Pekanbaru untuk minta keadilan. (detikcom/a)



Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com