Taiwan Kategorikan Indonesia Negara Risiko Tinggi Covid-19

* AS Sumbang 4 Juta Dosis Vaksin Moderna untuk Indonesia

172 view
Taiwan Kategorikan Indonesia Negara Risiko Tinggi Covid-19
iStockphoto/oonal
Ilustrasi. Taiwa memasukkan Indonesia dalam daftar negara berisiko tinggi penularan Covid-19 bersama dengan Brasil, India, Inggris, Peru, dan Israel.
Taipei (SIB)
Taiwan memasukkan Indonesia sebagai negara berisiko tinggi penularan infeksi virus corona penyebab Covid-19. Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) memasukkan Indonesia bersama dengan Brasil, India, Inggris, Peru, dan Israel sebagai negara berisiko tinggi Covid-19.

Mengutip Antara, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut dari CECC soal ada atau tidaknya larangan masuk dari negara-negara tersebut. CECC hanya mengeluarkan kebijakan, setiap orang yang datang dari luar negeri wajib menjalani tes usap dua kali sebelum dan sesudah karantina. Kebijakan itu mulai berlaku sejak Jumat (2/7).

Dikutip dari CNA, kebijakan itu diambil di tengah munculnya kasus Covid-19 yang disebabkan varian Delta di kalangan warga lokal di kawasan Pingtung, Taiwan. Selain tes usap, CECC juga mewajibkan tes cepat pada hari ke-10 dan ke-12 masa karantina.

Mengutip Focus Taiwan, kebijakan tersebut akan diberlakukan setidaknya selama satu bulan. Sejumlah tes tersebut diberikan secara cuma-cuma.

Otoritas kesehatan setempat juga menetapkan biaya karantina di tempat yang telah ditentukan sebesar 2.000 dolar Taiwan atau sekira Rp1 juta per hari.

Sebelumnya, Hong Kong telah lebih dulu menetapkan Indonesia sebagai negara berisiko tinggi penularan Covid-19 dengan status A-1. Dengan status tersebut, Hong Kong melarang penerbangan dari Indonesia. Saat ini, di Taiwan sendiri terdapat sedikitnya 290 ribu pekerja migran asal Indonesia.

Sumbang
Sementara itu, Amerika Serikat akan mengirimkan empat juta dosis vaksin Covid-19 produksi Moderna ke Indonesia dalam waktu dekat. Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, menyampaikan langsung rencana pengiriman tersebut saat berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi.

"Sullivan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mendonasikan empat juta dosis vaksin Moderna ke Indonesia," demikian pernyataan pemerintah AS yang dilansir di situs resmi Gedung Putih, Jumat (2/7) waktu setempat. Gedung Putih menyatakan bahwa sumbangan vaksin Moderna tersebut akan disalurkan melalui skema COVAX di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam perbincangan itu, Retno dan Sullivan juga membahas rencana AS untuk meningkatkan bantuan dalam upaya respons Covid-19 Indonesia yang lebih luas. Sullivan juga menekankan komitmen pemerintahan Presiden Joe Biden kepada Indonesia untuk mengakhiri pandemi.

Pernyataan ini dirilis tidak lama setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan emergency use of authorization (EUA) atau izin darurat untuk vaksin Covid-19 dari Moderna, Jumat (2/7).

Moderna merupakan vaksin mRNA pertama yang mendapat izin darurat dari BPOM. Vaksin tersebut diproduksi di AS. (CNNI/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com