Waspada, Latihan Militer China Dituding Sebagai Persiapan Invasi Taiwan

Taiwan Memanas, Pemerintah RI Fokus Berikan Perlindungan Maksimal 300 Ribu WNI


173 view
Taiwan Memanas, Pemerintah RI Fokus Berikan Perlindungan Maksimal 300 Ribu WNI
(Foto: Reuters)
Di tengah hubungan yang memanas antar kedua negara, data menunjukkan bahwa Taiwan lebih bergantung pada China untuk perdagangan daripada AS. 

Taipei (SIB)

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, menuding China menggunakan latihan udara dan lautan yang digelar di sekitar Taiwan sebagai persiapan menginvasi wilayah Taiwan. Beijing juga dituduh berupaya mengubah status quo di kawasan Asia-Pasifik.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/8), China menggelar latihan militer terbesarnya di sekitar Taiwan pekan lalu untuk merespons kunjungan kontroversial Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei.

"China telah menggunakan latihan dan panduan militernya untuk mempersiapkan invasi terhadap Taiwan," sebut Joseph Wu dalam konferensi pers di Taipei.

"China menggelar latihan militer skala besar dan peluncuran sejumlah rudal, juga serangan siber, kampanye disinformasi dan pemaksaan ekonomi demi melemahkan moral publik di Taiwan," imbuhnya.

Joseph Wu juga mengulangi kecamannya untuk latihan militer China yang berlanjut hingga Senin (8/8) waktu setempat, meskipun sebelumnya menyatakan latihan akan diakhiri pada Minggu (7/8) waktu setempat.

Ditegaskan Joseph Wu bahwa latihan militer China itu menghambat aktivitas di salah satu rute pelayaran dan jalur udara tersibuk di dunia.

Konferensi pers Joseph Wu ini digelar setelah militer Taiwan melakukan latihan tembak langsung dalam simulasi pertahanan diri dari serangan pihak luar.

Dalam pernyataannya, Joseph Wu menyebut, latihan perang yang digelar China sejak pekan lalu sebagai 'pelanggaran berat terhadap hak-hak Taiwan' dan sebagai upaya mengambil alih kendali perairan di sekitar Taiwan dan kawasan Asia Pasifik yang lebih luas.

"Niat sebenarnya dari China adalah untuk mengubah status quo di Selat Taiwan dan keseluruhan wilayah," sebutnya.

Dia kemudian berterima kasih pada sekutu-sekutu Barat yang menentang China. "Itu juga mengirimkan pesan jelas kepada dunia bahwa demokrasi tidak akan tunduk pada intimidasi otoriter," tegas Joseph Wu.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com