Tanah Longsor di Padang Pariaman, 7 Warga Tewas Tertimbun

* Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

167 view
Tanah Longsor di Padang Pariaman, 7 Warga Tewas Tertimbun
(Foto: Antara/Iggoy el Fitra)
BANJIR : Foto udara banjir merendam permukiman di Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (30/9). Data BPBD Padangpariaman, intensitas hujan tinggi sejak Rabu (29/9).
Jakarta (SIB)
Tujuh orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Nagari Pasie Laweh, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Tanah longsor itu menimbun dua rumah milik warga yang dihuni ketujuh korban.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya mengatakan, musibah terjadi pada Rabu (29/9) malam. Proses evakuasi sempat terganggu karena curah hujan yang tinggi.

"Siang ini semua korban sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi longsor," kata Budi saat dimintai konfirmasi , Kamis (30/9).

Ia menceritakan awalnya ditemukan 3 korban. Beberapa jam kemudian ditemukan empat orang lainnya, sehingga total ada tujuh korban yang meninggal dunia.

"Walaupun sudah semua korban yang dilaporkan hilang ditemukan, namun tim kita masih berada di lokasi untuk membantu pembersihan," kata Budi.

Selain tanah longsor, musibah yang dipicu hujan lebat dan angin kencang ini menyebabkan sejumlah pohon tumbang di lokasi Makam Syech Burhanuddin di Ulakan Tapakis. Sebanyak 30 unit kendaraan dan 10 kios tempat usaha milik warga rusak tertimpa pohon. Satu orang meninggal, sementara 3 lainnya mengalami luka serius.

Bukan hanya pohon tumbang dan tanah longsor, banjir juga melanda sejumlah lokasi di Padang Pariaman. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan.

"Secara keseluruhan, ada 8 korban meninggal dunia, 3 orang luka-luka dan 30 kendaraan rusak serta 10 kios rusak. Tapi itu laporan sementara, karena kita masih melakukan pendataan rumah yang dilanda banjir. Belum semua data yang masuk ke BPBD," kata Budi.

Tanggap Darurat
Bencana bertubi-tubi mulai dari banjir, longsor sampai pohon tumbang yang merenggut nyawa warganya sebanyak delapan orang. Akhirnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menetapkan tanggap darurat mulai kemarin sampai 14 hari ke depan.

“Kondisi bencana saat ini kami memutuskan masa tanggap darurat mulai hari ini sampai 14 hari ke depan,” kata Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, Kamis (30/9).

Penetapan bencana alam ini kata Suhatri, telah terjadi bencana alam di 26 titik dan kondisi cukup parah. “Selama masa tanggap darurat ini kami telah membuka dua posko dapur umum, selain itu kita memfokuskan menangani masyarakat yang terdampak musibah. Kemudian, perbaikan jalan-jalan yang rusak,” ujarnya. (detikcom/OkZ/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com