Tanggapan Grup Tanoto Terkait Viral Pembelian Gedung Ludwig dan Kiprah Filantropi Tanoto Foundation


140 view
Foto Istimewa
Sukanto Tanoto 
Jakarta (SIB)
Grup Tanoto melalui Royal Golden Eagle (RGE) Indonesia menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan pembelian Gedung Ludwigstrasse 21 di Muenchen, Jerman.

Head of Corporate Communications RGE Indonesia, Ignatius Purnomo, mengatakan pembelian gedung tersebut merupakan kegiatan investasi keluarga Sukanto Tanoto yang dilakukan secara profesional dan telah memenuhi persyaratan serta prosedur yang berlaku di negara tersebut, serta sesuai dengan best practices internasional.

"Perlu kami tegaskan bahwa kelompok usaha yang dikelola oleh RGE tidak hanya menjalankan kegiatan operasional di Indonesia, namun juga di beberapa negara, antara lain China, Brasil, dan Kanada," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (16/2).

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ujarnya, RGE senantiasa memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku di negara-negara tersebut serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan.

Kehadiran RGE Indonesia juga telah memberikan manfaat yang luas bagi Indonesia, baik berupa penyediaan lapangan pekerjaan di berbagai perusahaan yang tergabung dalam RGE Group, serta berbagai program sosial yang dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan yang ada dalam naungan RGE.

Selain itu, keluarga Tanoto juga menjalankan organisasi filantropi melalui Tanoto Foundation. Sepanjang 2020, Tanoto Foundation telah menjalankan berbagai program yang meliputi partisipasi dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, pencegahan stunting, hingga pendidikan dan pemberian beasiswa.

Dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19, Tanoto Foundation memberikan donasi sebanyak 1,3 juta masker, 1 juta sarung tangan, 100.000 pakaian pelindung, 3.021 kacamata, serta 10.200 alat tes PCR.

Sementara dalam rangka ikut pencegahan stunting dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, Tanoto Foundation memperkuat kemitraan dengan berbagai PAUD mitra, memberi pelatihan kepada 107 guru PAUD, serta memberikan bantuan kepada 824 anak-anak penerima manfaat.

Melalui program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran), Tanoto Foundation menggandeng 588 sekolah mitra, 2.228 sekolah diseminasi, serta melibatkan 5.372 pendidik/guru. Setidaknya, 24 ribu mahasiswa calon guru dan 626 ribu siswa menerima manfaat dari program yang dilaksanakan di 20 kabupaten/kota di 5 provinsi ini.

Tanoto Foundation juga berkolaborasi dengan lembaga internasional. Misalnya, melalui hibah US$ 2 juta kepada World Bank dalam Multi Donor Trust Fund (MDTF) for Indonesia Human Capital Acceleration (IHCA) yang sebagian digunakan untuk mendukung pelatihan 72.636 Kader Pembangunan Manusia yang direkrut oleh pemerintah.

Hibah US$ 200.000 juga diberikan kepada UNICEF Indonesia untuk menerjemahkan dan mengadaptasi instrument pengukuran Early Childhood Development Instrument (ECDI) dan Caregiver-Reported Early Development Index (CREDI) untuk Indonesia.

Dalam hal pendidikan, Tanoto Foundation telah memberikan beasiswa kepada para mahasiswa di Indonesia. Selama kurun 2005-2020, Tanoto Foundation telah meluluskan 156 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia. (Warta Ekonomi/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com