Tangis Eliezer Pecah Saat Cerita Momen Berdoa Sebelum Penembakan Yosua


296 view
Tangis Eliezer Pecah Saat Cerita Momen Berdoa Sebelum Penembakan Yosua
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Bharada Richard Eliezer

Jakarta (SIB)

Air mata Bharada Richard Eliezer keluar saat mengingat kembali detik-detik peristiwa penembakan Brigadir N Yosua Hutabarat.

Tangis Eliezer pecah ketika dia menceritakan momen dia berdoa agar Tuhan mengubah niat Ferdy Sambo yang ingin membunuh Yosua.

Eliezer awalnya menceritakan bagaimana dia diperintah Sambo untuk menembak Yosua. Sambo juga disebut meyakinkan dia agar mau menembak Yosua.

Sambo, menurut dia, sebelum peristiwa penembakan, juga memaparkan skenario yang telah dibuatnya. Skenario itu adalah tembak-menembak karena pelecehan di rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tibalah Eliezer menceritakan momen ketika dia berdoa. Eliezer menceritakan momen itu dengan berurai air mata di ruang sidang ketika bersaksi untuk Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

"Saya berdoa, 'Tuhan, kalau bisa ubah pikiran Pak Sambo, kalau bisa ubah pikiran biar nggak jadi', karena saya takut harus cerita ke siapa lagi, saya beraninya berdoa," ujar Eliezer di PN Jaksel, Rabu (30/11).

Setelah dia berdoa, dia dipanggil keluar untuk pergi bersama Putri ke rumah Duren Tiga. Dia sebelumnya berada di rumah Saguling.

"Saya keluar, Agus bilang ke saya ibu udah turun, saya keluar, saya ambil masker di gudang, saya keluar di mobil sudah ada Ricky Rizal, Yosua, dan di belakang ada Kuat," kata Eliezer.

Pegang Leher Yosua

Bharada E menceritakan detik-detik sebelum peristiwa penembakan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Richard mengaku diperintah mantan Kadiv Propam Mabes Polri Ferdy Sambo untuk menembak Yosua di rumah dinas Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Richard awalnya diminta menemui Sambo. Richard mengatakan, Sambo mengaku kesal lantaran istrinya, Putri Candrawathi, dilecehkan oleh Yosua. Saat itu Ferdy Sambo meminta agar Richard yang menembak Yosua dengan dalih agar dapat melindungi semua orang.

Singkat cerita, Ferdy Sambo lalu menjelaskan skenario kepada Bharada E terkait rencana penembakan Yosua di rumah dinas Jl Duren Tiga. Richard bersama Putri Candrawathi, Yosua, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf pergi ke rumah dinas Ferdy Sambo.

Saat itu Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi terlebih dulu masuk ke rumah dinas Sambo. Kemudian Bharada E mengikuti dari belakang, sementara Ricky Rizal dan Yosua masih berada di luar. Saat masuk ke dalam rumah, Bharada E melihat Kuat Ma'ruf mengantar tas Putri Candrawathi ke kamarnya. Richard lalu naik ke lantai dua, ia mengaku sangat takut dengan rencana penembakan Yosua itu, Richard juga sempat kembali berdoa sebelum peristiwa penembakan itu.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com