Tenaga Kesehatan Diduga Mesum dengan Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Diperiksa Polisi


318 view
Foto: dok. Istimewa
Wisma Atlet 
Jakarta (SIB)
Tenaga kesehatan (nakes) yang diduga mesum dengan seorang pasien positif Corona di Wisma Atlet sudah diperiksa pihak kepolisian. Sementara itu, pihak pasien baru akan diperiksa setelah sembuh dari Corona.

"Jadi tadi malam kegiatan itu kemarin jam 22.00 sudah kita limpahkan permasalahan dan kasusnya itu untuk diperiksa oleh pihak kepolisian ya. Kemarin itu jam 22.00 sampai jam 03.00 tadi atau 03.30 (diperiksa), ini yang diperiksa hanya oknum nakes aja, untuk yang pasien belum," kata Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS saat dihubungi, Minggu (27/12).

Herwin mengatakan, setelah diperiksa, tenaga kesehatan tersebut langsung dikembalikan lagi dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB oleh pihak kepolisian ke Wisma Atlet. Menurutnya, hasil sementara nakes tersebut masih negatif Corona.

"Nah jam 04.00 dikembalikan lagi ke Wisma Atlet, oknum nakes ini kan hasil sementara yang kemarin kita lakukan swab masih negatif, namun kan tidak tahu terpaparnya dalam hitungan detik, menit, waktu jam kan kita tidak tahu sehingga masih boleh hasil negatif, maka diperiksa namun untuk menjaga sesuai protokol kesehatan, maka dari pihak kepolisian menitip dulu ke Wisma Atlet," papar Herwin.

Sementara itu, Herwin menyebut pasien yang diduga mesum juga akan diperiksa oleh polisi begitu sudah sembuh dari Corona. Sebab, menurutnya, pasien tidak bisa menjalankan pemeriksaan jika dalam kondisi sakit.

"Iya (pasien) masih positif Corona, iya (diperiksa) tergantung kondisinya dong, kan kasihan nanti, kalau positif siapa yang meriksa, kan kalau lagi sakit nggak boleh juga diperiksa. Bukan hanya ngeri, aturan orang sakit kan nggak boleh diperiksa, bukan cuma Covid aja," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, di media sosial beredar viral pengakuan netizen yang mengaku pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat. Dia mengaku berbuat mesum sesama jenis dengan oknum tenaga kesehatan (nakes).

Atas kasus tersebut, Pihak RSD Wisma Atlet akan evaluasi pengawasan sehingga peristiwa serupa tidak terjadi lagi.
"Manajemen RSD Wisma Atlet, akan memperbaiki pengawasan kepada para penghuni wisma atlet agar kejadian serupa tidak terulang, dan Kami juga akan mengevaluasi proses rekrutmen relawan medis sebagai bentuk antisipasi," ucap Herwin.
Tenaga kesehatan itu disebut yang biasa memeriksa tensi pasien yang ada di Wisma Atlet.

"Iya nakes dia ini orang kesehatan dari Kementerian Kesehatan, bukan cleaning service bukan, cuma orang kesehatan, ada ilmu kesehatannya di situ dia," kata Herwin BS.

Herwin BS mengatakan, tenaga kesehatan yang diduga mesum dengan pasien itu memiliki akses ke tower zona kuning dan zona merah. Menurutnya, sebagian tenaga kesehatan hingga bagian kebersihan memang bisa masuk ke ruangan pasien.
"Yang kebetulan kalau dari dia punya keterangan memang dia ada akses untuk ketemu pasien, kan memang ada beberapa zona ya, jadi nakes zona kuning ke zona merah kan bisa, gitu," ujar Herwin.

"Ini dia ada bisa akses ke pasien, karena nakes itu kan banyak, ya ada bagian dia bukan dokter tapi tenaga kesehatan, bagian kebersihan juga kan bisa masuk juga ke ruangan pasien," sambungnya.

Komunikasi Via Medsos
Sementara itu, Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Brigjen Muhammad Saleh Mustafa menyebut, nakes yang diduga mesum dengan pasien di Wisma Atlet punya akses untuk bertemu saat melakukan kunjungan bersama dokter. Tak hanya itu, Nakes tersebut juga menjalin komunikasi dengan pasien via grup gay di medsos.
"Prosedur (nakes) ada jadwal visit dengan dokter," kata Saleh saat dihubungi, Minggu (27/12).

Saleh mengungkap tenaga kesehatan tersebut ternyata juga sudah menjalin komunikasi dengan pasien untuk melakukan tindakan mesum. Keduanya disebut komunikasi via grup media sosial.

"Mereka sudah komunikasi via medsos grup gay," ucapnya.

Dinonaktifkan
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, nakes Wisma Atlet tersebut sudah dinonaktifkan.
"Pagi tadi gelar perkara, karena terlapor ini adalah pasien sendiri yang sampai saat ini positif, kemudian saksi satu yang memang kerjanya relawan di situ sebagai perawat dapat informasi yang bersangkutan dinonaktifkan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (27/12).

Yusri mengatakan, telah meningkatkan status penyidikan terkait kasus mesum sesama jenis di Wisma Atlet. Polisi juga akan menghadirkan beberapa saksi.

"Kita sudah ke pemeriksaan untuk klarifikasi pagi tadi, sudah gelar perkara, dan sudah dinaikkan ke penyidikan, kita harus bergerak cepat karena memang ada barang bukti yang dilakukan penyitaan, untuk ini kita tunggu mudah-mudahan secepatnya kita lakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi," ujar Yuri.

Yusri menambahkan, pihaknya turut mendalami soal adanya kemungkinan tersangka lain dalam kasus ini.
"Tapi mengarah yang menyebar di media sosial si pasien yang masih positif, terkendalanya karena yang bersangkutan positif, tapi apakah masih ada lagi tersangka yang lain, ya kita tunggu saja, bisa ini berkembang nanti," ungkapnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan pasien yang mesum sesama jenis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sebagai tersangka. Sedangkan tenaga kesehatan (nakes) masih berstatus sebagai saksi.

"Iya (tersangka), tapi dia adalah pasien yang positif yang sekarang masih dirawat di Wisma Atlet," katanya.
"Iya (tersangka yang di Wisma Atlet), karena dia adalah penyebarnya, yang dilaporkan adalah penyebar akun, ada tiga akun yang disebarkan," tambahnya.

Untuk diketahui, kasus ini awalnya diunggah pemilik akun Twitter @bottialter pada Jumat (25/12) kemarin. Dia mengunggah screen capture atau tangkapan layar berisi percakapan mesum sesama jenis dengan perawat diduga di Wisma Atlet.
Tak butuh waktu lama, cuitan tersebut pun viral. Banyak netizen yang mengecam dan ramai-ramai melaporkan dugaan kasus mesum sesama jenis ini ke akun media sosial Kemenkes, BNPB, hingga Polri. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com