Terlibat Korupsi Cetak Sawah di Dairi, Anggota DPRDSU dan Dua Terdakwa Ditahan Kejari


421 view
(Foto/Dok Tim JPU Kejari Dairi)
EKSEKUSI :  Kejari Dairi mengeksekusi penahanan dua terdakwa tindak pidana korupsi cetak sawah di Desa Simungun Dairi, Selasa (4/5) malam di Rutan Kelas 2B Sidikalang.
Sidikalang (SIB)
Kejaksaan Negeri Dairi mengeksekusi atau melakukan penahanan Anwar Sani Tarigan terdakwa tindak pidana korupsi cetak sawah di Desa Simungun, Dairi ke Rutan Kelas 2B Sidikalang, Rabu (5/5) pukul 02.00 WIB.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Dairi, Andri Dharma, Rabu (5/5) di ruangannya mengatakan, terdakwa Anwar Sani dijemput tim jaksa penuntut umum (Tim JPU) ke RS Mitra Sejati Medan. Anwar Sani sempat dirawat karena kondisi kesehatannya drop sesuai informasi dari keluarga.

Dikatakan, terdakwa merasa syok mulai dari mendengar penetapan penahanan oleh Hakim Pengadilan Tipikor Medan, hingga dibawa ke rumah sakit.

Pihak Tim JPU Kejari Dairi, menanyakan hasil diagnosa yang bersangkutan, kemudian melakukan observasi pembanding ke rumah sakit pemerintah yaitu RSU Pirngadi Medan. Hasilnya, kata Andri, terdakwa bisa rawat jalan. "Terdakwa langsung dibawa ke Rutan Kelas 2B Sidikalang, untuk dilakukan penahanan," katanya.

Diakuinya, Anwar Sani Tarigan merupakan anggota DPRD Sumut aktif dari fraksi PDIP. Eksekusi atau penahanan sesuai penetapan hakim Pengadilan Tipikor Medan pada saat sidang kedua agenda pembacaan eksepsi, Senin (3/5).

Andri lebih lanjut menerangkan, dua terdakwa lainnya Josua Siahaan dan Edison Munthe pada perkara yang sama sudah terlebih dahulu dieksekusi ke Rutan, Selasa (4/5) pukul 19.00 WIB.

Diterangkan, kasus dugaan tindak pidana korupsi cetak sawah itu merugikan uang negara sebesar Rp 567 juta, dari pagu sebesar Rp 750 juta. Bukan fiktif, karena pekerjaan berjalan sekitar 20 persen. Anggaran Rp 750 juta dari Kementerian Pertanian Tahun 2011, diterima Kelompok Tani Maradu, untuk percetakan sawah seluas 100 hektare dan pengadaan bibit.

Dari kerugian negara itu, sejumlah uang sudah dikembalikan. Anwar Sani Tarigan mengembalikan uang sebesar Rp 100 juta, Edison Munthe sebanyak Rp 97 juta. Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Maradu, Ariffuddin Sirait dan Bendahara yang sudah divonis bersalah mengembalikan uang sebesar Rp 76 juta.(B3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com