Kapolda Sumut Ungkap Kronologi Pembunuhan Ketua MUI Labura

Tersangka Sakit Hati Dinasehati Korban


173 view
Tersangka Sakit Hati Dinasehati Korban
(Foto: Dok/Polres Labuhanbatu).
KASUS PEMBUNUHAN: Kapolda Sumut Irjen Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi (tengah) didampingi Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, Bupati Labura Hendriyanto Sitorus, pengurus MUI Labura dan Ketua PC Nahdlatul Ulama Labura Khairuddin Gultom, memaparkan kasus pembunuhan Ketua MUI Labura, Alm Drs H Aminurrasyid Aruan, Rabu (28/7), di Mapolres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin Rantauprapat. 
Rantauprapat (SIB)
Kapolda Sumatera Utara Irjen Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi memaparkan kasus pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Drs H Aminurrasyid Aruan, Rabu (28/7) di Polres Labuhanbatu Jalan MH Thamrin Rantauprapat.

Kapolda Sumut mengatakan, kasus pembunuhan Aminurrasyid Aruan bermula ketika korban menasihati tersangka agar tidak mencuri sawit, Senin (26/7). Kemudian, pada hari Selasa (27/7), ketika baru pulang mengarit rumput perladangan di Jalan Utama Lingkungan VI Panjangbidang II, Kelurahan Guntingsaga, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura, korban tiba-tiba dibacok tersangka S alias Anto Dogol (35).

“Tersangka memberhentikan sepeda motor korban kemudian langsung membacok leher korban. Korban terjatuh dari kendaraannya lalu tersungkur masuk ke dalam parit,” ungkap Panca Putra Simanjuntak didampingi Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan.

Selanjutnya, tersangka kembali membacok berulang kali, sehingga korban bersimbah darah dan meninggal dunia di lokasi kejadian. “Tersangka merasa sakit hati lantaran korban menasihatinya untuk tidak melakukan pencurian lagi,” jelas Kapolda.

Polisi telah menangkap tersangka dan sudah ditahan. Petugas juga mengamankan barang bukti parang panjang, sepeda motor merk Honda Astrea warna hitam, sabit milik korban dan karung berisi rumput.

“Tersangka dipersangkakan melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, lebih subsider pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menghilangkan nyawa korban,” sebut Kapolda.

Bupati Labura Hendriyanto Sitorus yang turut hadir pada pemaparan kasus pembunuhan Ketua MUI itu, menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumut dan Polres Labuhanbatu yang cepat mengungkap kasus tersebut.

“Kami Pemkab Labura mengucapkan terima-kasih kepada Kapolda Sumut yang telah berhasil mengungkap kasus ini tidak lebih dari 24 jam. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Labura agar sama-sama menjaga situasi Kamtibmas dan memercayakan penanganan kasus ini ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Labura Khairuddin Gultom, menyampaikan bahwa perbuatan tersangka terhadap korban murni kriminal.

“Kami menyakini bahwa kasus ini murni kasus tindak pidana dan tidak ada unsur lain dan jangan terpengaruh isu yang tidak baik. Mari kita jaga kondusivitas di wilayah Labura,” ujarnya.

Disholatkan
Jenazah H Aminurrasyid Aruan yang disholatkan di Masjid Raya Al-Aman Aekkanopan, Rabu (28/7) pagi.

Pelaksanaan sholat jenazah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) penanganan Covid-19 itu, diikuti ratusan jemaah. Sholat jenazah saat itu dilaksanakan sampai dua gelombang, seperti dilansir dari harianSIB.com.

Usai disholatkan, almarhum dibawa menggunakan mobil ambulans untuk dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampungtarutung, Kelurahan Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu. Isak tangis jemaah mengiringi pemberangkatan jenazah dari lokasi masjid.

Turut serta menyolatkan almarhum, Bupati Labura, Hendri Yanto Sitorus, Wabup, H Samsul Tanjung, Ketua MUI Sumut, Dr H Maratua Simanjuntak, Ketua DPRD Labura, H Indra Surya Bakti Simatupang. (E5/SS19/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com