Tidak Jalankan Tatib, Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumban Gaol Dimosi Tidak Percaya


247 view
Foto: Dok/Andi Siregar
MOSI TIDAK PERCAYA: Beberapa perwakilan anggota DPRD Humbahas yang menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumban Gaol foto bersama di gedung dewan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan, Kamis (1/4) sore.
Humbahas (SIB)
Sebanyak 14 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumban Gaol.

Ke 14 anggota dewan terhormat itu terdiri dari lima fraksi yaitu Fraksi Golkar, Hanura, NasDem, Gerindra-Demokrat dan Fraksi Persatuan Solidaritas.

Mosi tidak percaya itu juga disampaikan kepada Ketua Umum DPP PDIP di Jakarta pada 17 Maret 2021 lalu. Dan ditembuskan kepada Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Ketua DPC PDIP Humbahas serta BKD DPRD Humbahas.

Ketua Fraksi Persatuan Solidaritas DPRD Humbahas, Guntur Sariaman Simamora didampingi sejumlah anggota DPRD yang melayangkan mosi tidak percaya kepada wartawan, Kamis (1/4) sore di gedung dewan menyampaikan, dalam memimpin lembaga DPRD, Ramses Lumban Gaol diduga selalu bersikap arogan, otoriter dan mengabaikan azas demokrasi, serta mengabaikan sikap kolektif kolegial. Merasa dirinya kepala atau direktur di lembaga DPRD sehingga semena-mena mengambil keputusan dan bertindak sendiri atas nama lembaga.

Diuraikan, bahwa dalam memimpin lembaga DPRD, Ramses tidak menjalankan Tatib (tata tertib) dan kode etik DPRD. Sehingga aspirasi anggota DPRD tentang pembentukan Pansus (panitia khusus) tidak pernah ditanggapi dan tidak pernah dibawa ke Paripurna.

Ramses Lumban Gaol juga dinilai tidak memahami makna pimpinan DPRD yang bersifat kolektif kolegial dan semena-mena membatalkan SPT (surat perintah tugas) perjalanan dinas Komisi A dan B yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD, yang pada saat bersamaan Ramses Lumban Gaol sedang berada di Malang-Jawa Timur.

Selain itu kata dia, dalam memimpin lembaga DPRD, Ramses Lumban Gaol tidak menjalankan Tatib dengan benar. Mengundang rapat Paripurna tanpa rapat Banmus sehingga paripurna dalam rangka mendengar pidato politik Bupati dan Wabup terpilih pada Maret lalu, hanya dihadiri 10 anggota DPRD dari 25 orang anggota DPRD Humbahas.

Pada kesempatan itu, dia juga mengungkapkan, sampai saat ini Ramses selaku Ketua DPRD Humbahas tidak menyusun rencana kerja pimpinan DPRD serta tidak menetapkan pembagian tugas antara ketua dan wakil ketua sebagaimana diatur dalam PP Nomor 12/2018, Pasal 23 Poin (b dan c) tentang pedoman penyusunan Tatib.

“Ketika memimpin rapat, Ramses selalu arogan. Arogannya, etika bicara kepada anggota DPRD, seolah-olah kami ini adalah karyawan. Kami ini adalah anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat. Sama kedudukan kami dengan beliau,” tegas Guntur.

Dijelaskannya, ke 14 anggota DPRD yang melakukan mosi tidak percaya itu terdiri dari lima fraksi, yaitu Fraksi Golkar (Marolop Manik, Marolop Situmorang, Laston Sinaga, Bantu Tambunan), Fraksi Hanura (Labuan Sihombing, Martini Purba, dan Sanggul Rosdiana Manalu), Fraksi Nasdem (Marsono Simamora, Mutiha Hasugian, dan Normauli Simarmata), Fraksi Gerindra-Demokrat (Jimmy Togu Purba, dan Bresman Sianturi), dan Fraksi Persatuan Solidaritas (Guntur Sariaman Simamora, dan Charles AH Purba).

“Kami nyatakan, banyak pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua DPRD Humbahas sehingga sudah pelanggaran itu sudah juga dilayangkan kepada BKD DPRD Humbahas. Kami nyatakan, kami tidak mau lagi mengakui dan tidak akan menghadiri segala rapat yang dipimpin saudara Ramses Lumban Gaol selaku Ketua DPRD Humbahas,” tegas Guntur.

Lebih lanjut dia mengharapkan, melalui surat mosi tidak percaya yang dilayangkan pada 17 Maret 2021 kepada Ketua Umum DPP PDIP itu, dapat segera disikapi dan ditindak lanjuti. Sehingga Ramses Lumban Gaol dapat diganti sebagai Ketua DPRD Humbahas demi terwujudnya keharmonisan internal DPRD Humbahas dan Keharmonisan lembaga DPRD dengan Lembaga Eksekutif.

Terkait mosi tidak percaya itu, Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumban Gaol saat dikonfirmasi di ruang kerjanya tidak berhasil, karena yang bersangkutan tidak berada di ruang kerjanya.

Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (1/4) malam sekira pukul 21.30 WIB, Ramses membantah seluruh tudingan yang disampaikan ke 14 anggota DPRD Humbahas tersebut. Dia menjelaskan, apa yang disampaikan dalam mosi tidak percaya itu adalah tidak benar dan mengada-ada.

"Semua tudingan yang mereka sampaikan itu tidak benar. Itu semua mengada-ada. Dan sama sekali tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Tapi bisa jadi, itu semua karena ekses (dampak) Pilkada beberapa waktu lalu. Jadi kita harapkan, janganlah dibawa-bawa ekses Pilkada itu," katanya. (BR7/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com