Tim Sepak Bola Sumut Takluk dari Aceh di PON XX Papua

* Arena Tinju Rusuh, Petinju DKI Dibogem

688 view
Tim Sepak Bola Sumut Takluk dari Aceh di PON XX Papua
Foto: Istimewa
Skuad tim sepak bola Aceh di PON XX/2021 Papua
Jayapura (SIB)
Tim Sepak Bola Sumatera Utara menelan kekalahan atas Aceh 1-2 dalam pertandingan pertama Grup D babak 6 Besar PON XX Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Jumat (8/10). Kekalahan itu membuat Sumut wajib meraih kemenangan saat menghadapi tuan rumah Papua pada pertandingan kedua atau laga terakhir babak 6 Besar pada Minggu (10/9) pukul 15.00 WIT. Kemenangan atas Papua akan membuka peluang Sumut lolos ke semifinal.

Aceh mencetak gol pembuka di babak kedua disumbangkan Akhirul Wadhan pada menit 51. Serangan balik tim Tanah Rencong kembali membobol gawang Sumut yang dikawal Bambang Rahmad Hidayat di menit 77. Gol kedua Aceh asuhan pelatih Fakhri Husaini kembali disumbangkan Akhirul Wadhan.

Tim asuhan Pelatih Colly Misrun mencetak gol balasan melalui tendangan penalti Rian Ramadhan di masa injury time yang langsung disambut pluit panjang wasit. Sumut harus menerima kekalahan 1-2 atas Aceh.

Hasil ini membuat Aceh menyamai perolehan poin tuan rumah Papua yang sebelumnya menang 1-0 atas Aceh. Sumut wajib menang saat melawan Papua jika ingin membuka peluang lolos ke semifinal.

“Belum rezeki kita menang hari ini. Anak-anak sudah bermain sesuai rencana, mendominasi penyerangan. Tapi kita kecolongan saat serangan balik lawan. Ini yang memang sejak awal saya khawatirkan, serangan balik Aceh berbahaya dan pemain kita kurang siap,” ucap Pelatih Tim Sepak Bola Sumut, Colly Misrun.

Walau begitu, Colly berharap para pemainnya segera melupakan kekalahan atas Aceh. Dia ingin tim kembali fokus menatap laga penentu melawan tuan rumah Papua.

“Peluang masih ada, sekecil apapun itu, kita tetap optimis bisa memanfaatkannya. Kita sudah tahu permainan Papua, mereka sama saja seperti kita. Makanya kita tetap optimis. Mohon doa warga Sumut untuk keberhasilan tim kami,” ucap Colly.

Tinju Rusuh
Kerusuhan kembali mewarnai ring tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. Petinju DKI Jakarta digebuki petugas panitia. Pertarungan kelas 56kg putra antara Jill Mandagie (DKI) melawan Lucky Mira A. Hari (NTT), Jumat (8/10), berakhir ricuh di luar ring, Jumat (8/10).

Jill Mandagie tak bisa menerma kekalahan. Dia kecewa dan marah. Saat melakukan protes, Jill malah mendapat bogem mentah. Tak tinggal diam, petinju yang juga TNI AU itu, spontan membalas. Kericuhan pun pecah. Pelatih maupun ofisial DKI Jakarta sontak bergerak. Penonton yang ada di tribun ikut turun ke area pertandingan.

Petugas keamanan dibuat repot. Mereka mencoba mengamankan keadaan. Jill digiring ke ruang ganti, tapi terus dikejar oleh penonton. Baku pukul kembali terjadi.

Petinju DKI Jakarta itu bersama pelatih dan ofisial serta pria yang memukulnya digelandang ke Polda Papua untuk diamankan. Sementara penonton yang berada di dalam GOR Cendrawasih diminta bertahan di dalam.

Pertandingan berikutnya baru bisa dilakukan setelah 20 menit kemudian. "Petinju kami mestinya menang. Penonton juga tahu. Wajar Jill kecewa dan marah, tapi malah dipukul," kata David Kasidi, pelatih tim tinju DKI Jakarta.

"Kami sudah dicurangi, dipukul pula. Ini arena bergengsi. Kami tiga tahun mempersiapkan diri, hasilnya malah begini, siapa yang tidak kecewa," lanjut David Kasidi.

Menurutnya di kelas 69kg Michael Ronaldo Manopo juga dicurangi ketika melawan Mendy Yikwa (Jatim). Michal dinyatakan kalah 4-1. "Aneh petinju yang tidak bisa mukul malah menang. Jelas-jelas ronde 2 dan 3 Michael lebih menguasai permainan," cetus David.

Kekalahan dua petinju ini membuat DKI Jakarta, Jumat (8/11) hanya meloloskan dua pentinju ke semifinal. Tiket itu dikantongi Aldoms Suguro di kelas 52kg setelah mengalahkan Rahul Boumana (Malut) dan Matius Mandiangan yang menaklukkan petinju Papua Barat, Lewi Canra di kelas 60kg putra.

"Saya sangat menyayangkan kepemimpinan wasit dan hakim yang memiliki kepentingan daerah. Mestinya 'Merah Putih' harus diutamakan," kata Hengky Silatang, Ketua Pengrov Pertina DKI Jakarta.

Lebih lanjut Hengky menuturkan kalau begini bisa menghambat pembinaan petinju. Dia merasa kasihan dengan Pertina pimpinan Komaruddin Simanjuntak yang sudah bekerja keras untuk mengembalikan tinju amatir Indonesia.

“Saya sangat menghormati dan menghargai Pak Ketum yang selalu mengingatkan tinju amatir harus bangkit dari negeri Indonesia Timur."

Komaruddin Simanjuntak memang telah berulang kali mengingatkan para wasit dan hakim untuk bersifat netral dalam memimpin pertandingan.

Mantan Pangdam Udayana itu sempat naik ring ketika terjadi rusuh pada pertandingan tinju antara Papua Barat dan Papua pada laga pembukaan PON, Selasa (5/10).

"Kerusuhan itu hanya kesalahpahaman. Dalam keadaan emosi orang akan mudah tersulut. Manajemen di ring sudah sesuai. Cara berpikir wasit hakim dari 15 pertandingan, hanya satu yg tidak pas nilainya. Itu wajar," ujar Komaruddin Simanjuntak.
Kasus Covid-19
PON XX Papua tengah berlangsung. Para kontingen dari berbagai provinsi berjuang di sana. Kendati demikian, ada hal yang menjadi sorotan di saat penyelenggaraan PON di tengah pandemi Covid-19. Adalah munculnya klaster baru di sana.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, Silwanus Sumule mengatakan, hingga kemarin siang telah terjadi 57 kasus positif Covid-19 di PON. Secara keseluruhan, yang terpapar tanpa gejala.

"Saya ingin menyampaikan kondisi terkini, tadi malam pukul 22.30 waktu Papua jumlah kasus kita sebanyak 50. Tadi saya baru dapat informasi ada tambahan kasus baru tujuh dari Merauke, total kasus kita sampai pukul 13.30 sebanyak 57 kasus," ujar Silwanus saat bincang online, Jumat (8/10).

Silwanus mengatakan, seluruh pasien Covid-19 yang terkait PON kondisinya tidak mengkhawatirkkan karena tak bergejala hingga gejala ringan. "Untuk kami yang menggembirakan adalah semua kasus ini tanpa gejala atau gejala ringan," kata dia.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw menegaskan, sejak awal dalam persiapan pelaksaan PON XX Papua, panitia sudah komit. Bahwa pelaksanaan ini harus sukses.

Salah satu indikator dari sukses itu, dijelaskan Mathius di venue-venue PON ini tidak boleh ada kasus Covid-19. Sehingga khusus untuk di Kabupaten Jayapura, sukses itu ada empat, baik prestasi, penyelenggaraan, administrasi ekonomi dan ditambah sukses bebas Covid-19.

"Sosialiasi terus kita galakkan dengan vaksinasi ditingkatkan. Kami berharap, kalau jadi tuan rumah yang baik tidak menimbulkan hal yang mengganggu pelaksanaan PON, termasuk Covid-19," tegasnya.

"Juli tinggi sekali, kita bertanya bisa ada penonton atau tidak. Ini persoalan tidak mudah, apalagi di Papua. Dengan keterbatasan, pademi yang luar biasa ini," tambahnya.

“Saya yakin apa yang kita kerjakan dapat dukungan dari berbagai pihak. Kami sebagai tuan rumah, ini tantangan yang luar biasa. Apapun kami bertekad PON harus sukses, vaksinasi dan lainnya harus tetap berjalan," kata dia. (Viva/Topskor/R12/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com