Tokoh Perempuan Papua Ungkap Kelompok Anak 'Lem Aibon' Rawan Jadi Pengacau


160 view
(Dok. Satgas Humas Nemangkawi)
Tokoh perempuan Intan Jaya, Papua, Rehina Belau.
Jakarta (SIB)
Tokoh perempuan Intan Jaya, Papua, Rehina Belau, menjelaskan, selain kelompok kriminal bersenjata (KKB), ada dua kelompok lain yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Rehina Belau mengistilahkan dua kelompok itu 'kelompok orang stres' dan 'kelompok lem aibon'.

"Kelompok orang stres adalah kelompok intelektual yang ingin membangun Kabupaten Intan Jaya, akan tetapi pemerintah tidak mendukung dalam hal memberikan jabatan dan membuka ruang kesempatan kepada anak-anak daerah untuk menduduki jabatan-jabatan strategi di pemda Kabupaten Intan jaya," ujar Rehina, seperti dikutip dari keterangan tertulis Satgas Humas Nemangkawi pada Senin (5/4).

"Sehingga kelompok merasa stres melihat Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang roda pembangunannya tidak berjalan jalan sesuai dengan kemauan dan harapan mereka. Akibatnya, kelompok ini bisa mengganggu keamanan dengan cara mereka sendiri," sambung Rehina.

Rehina melanjutkan, kelompok lem aibon terdiri atas anak-anak putus sekolah. Menurut Rehina, kelompok inilah yang harus diperhatikan karena mudah diprovokasi.

"Dan yang ketiga menyebabkan gangguan kamtibmas di Intan Jaya, Papua, yaitu kelompok lem aibon atau anak-anak putus sekolah. Mereka ini adalah kelompok-kelompok yang harus diperhatikan karena sangat rentan untuk mudah dihasut dan diprovokasi," tutur Rehina.

"Serta pemikiran mereka juga sempit, dan ditambah lagi dengan mereka ingin hidup bebas di tanahnya sendiri, tetapi selalu saja mereka diperhadapkan dengan aturan-aturan pemerintah yang menurut mereka bertentangan dengan apa yang mereka perbuat sehingga mereka merasa bahwa mereka menjadi penonton dan dari situlah timbul rasa sakit hati dan akibatnya, mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu stabilitas keamanan," imbuh Rehina.

Rehina berharap kelompok 'orang stres' dan 'lem aibon' ini mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Dia berharap Pemkab Intan Jaya responsif dan memberikan perhatian khusus kepada dua kelompok ini.

"Sehingga mereka merasa diperhatikan di atas tanahnya sendiri, dan hal ini dapat menangkal gangguan keamanan di Kabupaten Intan Jaya," kata Rehina. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com