Tolak Akui Kekalahan, Biden Serang Trump


86 view
Foto: AP/Carolyn Kaster
Presiden AS terpilih Joe Biden. 
Washington (SIB)
Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyerang Presiden Donald Trump karena menolak mengakui hasil pilpres pada 3 November dan mencegah tim transisinya mengakses informasi penting pemerintah tentang pandemi virus corona, Kamis (19/11).

“Sulit memahami bagaimana orang ini berpikir,” ujar Biden, merujuk pada Presiden Donald Trump, melansir VOA Indonesia, Sabtu (21/11).

“Saya yakin ia tahu bahwa ia tidak menang ia tidak akan bisa menang dan kami yang akan dilantik pada 20 Januari nanti. Yang lebih ingin saya pertanyakan adalah motifnya. Apa yang dilakukannya sungguh keterlaluan,” ujar Biden.

Biden berbicara pada wartawan setelah melangsungkan pertemuan virtual dengan sepuluh gubernur negara bagian dari Partai Demokrat dan Partai Republik.

Mantan wakil presiden ini mengatakan, rumah-rumah sakit di seluruh negara itu telah mengalami lonjakan kasus Covid-19 menjelang libur Thanksgiving dan Natal. Kondisi itu memberi “tekanan luar biasa” pada fasilitas kesehatan dan petugas medis, dan “menelan dampak yang besar pada perekonomian kita,” ujarnya.

Biden mengatakan kepada para pemimpin eksekutif di Asosiasi Gubernur Amerika bahwa “kalian harus membantu, dan saya tahu Anda semua akan menjadi mitra kami di Gedung Putih.”

Tetap Menang
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden menang di negara bagian Georgia berdasarkan hasil hitung ulang suara. Ini merupakan kemenangan yang jarang diperolehnya di negara bagian di selatan, yang selama hampir 30 tahun tak pernah mendukung calon presiden dari Partai Demokrat.

Melansir VoA Indonesia, Kantor berita Associated Press menyatakan Joe Biden sebagai pemenang di negara bagian Georgia dan meraih 16 kursi elektoral setelah pejabat-pejabat negara bagian itu mengatakan penghitungan suara ulang yang dilakukan secara manual, bukan dengan mesin, mengukuhkan bahwa mantan wakil presiden Joe Biden memimpin atas Presiden Donald Trump. Biden meraih 12 ribu suara lebih banyak dari hampir lima juta suara yang dihitung.

Associated Press sebelumnya telah menyatakan Biden sebagai presiden terpilih ketika ia meraih 270 kursi elektoral, ambang batas yang dibutuhkan untuk menang. Georgia menambah perolehan kursi elektoral Partai Demokrat menjadi 306.

Berdasarkan aturan hukum di Georgia, penghitungan suara secara manual --satu per satu dengan tangan -- yang diselesaikan pekan ini tidak dianggap sebagai penghitungan ulang. Namun, Sekretaris Daerah Brad Raffensperger memilih melakukan hitung ulan manual ini lebih sebagai peninjauan. Pasalnya, menurut undang-undang baru negara bagian itu, hasil penghitungan suara dalam pilpres harus diaudit secara manual untuk memeriksa keakuratan mesin yang menghitung surat suara itu. Raffensperger mengatakan selisih tipis dalam pilpres menunjukkan diperlukannya penghitungan suara secara penuh untuk audit.

Penghitungan suara untuk kedua kalinya menemukan beberapa ribu surat suara yang sebelumnya bahkan belum dihitung. Ini cukup menunjukkan bahwa Biden memimpin peroleh suara dan tidak mengubah hasil sebelumnya.

Trump dan sekutu-sekutunya mengklaim tanpa bukti bahwa pilpres di Georgia telah dinodai dengan kecurangan berskala luas. Klaim itu memicu perselisihan di antara anggota-anggota Partai Republik, ketika Raffensperger berkeras bahwa pilpres telah berlangsung adil dan aman.

Setelah mendukung Bill Clinton pada 1992, Georgia lebih berpihak pada calon presiden Partai Republik.
Meskipun berulang kali kalah, banyak analis memperkirakan Georgia akan menjadi salah satu negara bagian utama dalam pilpres 2020. Ini terutama karena meningkatnya pemilih non kulit putih, yang membuat Partai Republik kehilangan pengaruh di daerah-daerah pinggiran Atlanta.

Ulang Tahun
Joe Biden, tepat berusia 78 tahun pada Jumat (20/11).
Melansir VOA Indonesia, Biden sendiri pertama kali terpilih menjadi anggota Senat pada umur 29 tahun saat 1972. Beberapa minggu kemudian, terjadi tragedi mengenaskan. Istri dan putrinya yang masih balita tewas dalam kecelakaan mobil. Dua putranya luka serius. Biden sempat mempertimbangkan untuk mundur dari Senat, tetapi akhirnya ia memutuskan tetap bekerja.

Biden kemudian menghabiskan 35 tahun di Capitol Hill, bekerja di Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan menjadi suara berpengaruh dalam berbagai isu kebijakan luar negeri.

Biden bertemu banyak tokoh politik dunia, termasuk mantan presiden Chechnya Vaclav Havel. Ia juga melakukan berbagai misi diplomatik yang membawanya bertemu dengan banyak kepala negara dan juga warga biasa.

Biden dua kali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden, termasuk pada 2008. Namun, keduanya gagal. Ia mundur setelah Kaukus Iowa. Namun, calon presiden Barack Obama ketika itu memilihnya menjadi calon wakil presiden karena pengalamannya yang beragam dan sikapnya yang menarik perhatian orang.

Persiapan sedang dilakukan untuk pelantikan Biden pada 20 Januari nanti, tanggal yang ada dalam Konstitusi Amandemen Amerika yang ke-20.

Ketika Jill Biden yang berusia 69 tahun menjadi ibu negara Amerika mendatang, ia akan menjadi ibu negara pertama yang terus menjalankan karier profesionalnya. (okz/d)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com