Silaturahmi Kebangsaan ke Para Tokoh dan Ponpes

Tolak Politisasi Identitas-Agama, GAMKI Berharap Pemilu 2024 Berlangsung Damai


196 view
Tolak Politisasi Identitas-Agama, GAMKI Berharap Pemilu 2024 Berlangsung Damai
Foto: Dok/ GAMKI
SILATURAHMI: DPP GAMKI silaturahmi kebangsaan mendatangi Pondok Pesantren Cadangpinggan di Indramayu yang dipimpin Prof Dr KH Abdul Syakur Yasin, MA (Buya Syakur) beberapa waktu lalu. 

Jakarta (SIB)

DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengajak partai politik dan para calon presiden untuk menjalankan politik kegembiraan jelang Pemilu 2024. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat melalui keterangannya di Jakarta, Senin (9/10). "Kami berharap Pemilu 2024 dapat kita jalankan dengan kegembiraan. GAMKI menolak dengan tegas jika ada oknum ataupun kelompok yang melakukan politisasi identitas, ataupun politisasi agama. Mari kita lakukan politik santun dan beradab, yakni politik untuk kegembiraan rakyat," kata Sahat.

Menurutnya, sebagai pemilih yang akan mendominasi pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang, generasi muda harus menjadi contoh dan garda terdepan dalam mewujudkan Pemilu yang cerdas, damai dan berintegritas. "Generasi muda harus aktif dan masif melakukan gerakan edukasi kepada masyarakat. Sebagai gerakan untuk melakukan edukasi, GAMKI melakukan Silaturahmi Kebangsaan ke berbagai tokoh lintas agama dengan topik utama bagaimana agar terwujud Pemilu yang damai tanpa polarisasi," ujarnya.

Sahat menyampaikan, Silaturahmi Kebangsaan dilakukan sejak bulan September lalu hingga menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. "Silaturahmi Kebangsaan GAMKI bertujuan untuk merajut kebersamaan lintas agama dan menjaga Indonesia sebagai milik kita bersama. GAMKI mengajak pemuda lintas agama untuk berkolaborasi bersama dengan kegembiraan, tanpa tersekat-sekat oleh perbedaan agama," jelas dia.

Sebagai kunjungan pertama Silaturahmi Kebangsaan, GAMKI mendatangi Pondok Pesantren Cadangpinggan di Indramayu dan bertemu dengan Prof Dr KH Abdul Syakur Yasin, MA yang akrab disapa Buya Syakur. Pendiri dan pengasuh Ponpes Cadangpinggan itu menyampaikan pandangan mengenai Indonesia yang seringkali terjebak dengan isu intoleransi. “Indonesia tercipta juga atas kerja dan keringat kalian yang sering disebut minoritas. Oleh karena itu jangan kalian malu atau takut untuk beribadah dan menjalankan keyakinan beragama,” ucap Syakur yang juga aktif menulis dan menerbitkan buku.

Syakur yang pernah menjadi Ketua PPI Kairo itu menekankan keberagaman akan menjadi indah bila satu dengan yang lain tidak saling mendominasi serta mewajarkan istilah mayoritas dan minoritas. “Saya berharap anak muda selalu bersatu, kerja sama lintas agama sehingga bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata dia. Syakur menyampaikan, Indonesia terbentuk sebagai sebuah mukjizat yang diberikan Tuhan dengan aneka ragam budaya, bahasa, agama, suku. “Manusia mungkin tidak menyembah berhala, namun sikap dan perilaku manusia itu yang sering melakukan penghakiman terhadap seorang atau kelompok dengan mengatakan yang berbeda dengan mereka akan masuk neraka. Yang menjadi berhala bukan agama tetapi diri sendiri,” tegasnya.

Dia meminta komitmen para pemuda untuk menjaga Indonesia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan lain-lain. “Jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu. Tidak ada warga negara kelas dua dan kelas tiga di Indonesia. Semua setara di negeri kita,” jelasnya.

Karena itu, Syakur meminta agar calon pemimpin pada pemilu legislatif dan pemilihan presiden dilihat dari gagasan, kapasitas, rekam jejak dan program kerja. “Bukan berdasarkan politik identitas atas kesamaan suku, agama, dan ras,” tegasnya.

Pada momen Silaturahmi Kebangsaan yang dilakukan GAMKI, Buya Syakur juga melakukan talkshow bersama Ketua Umum GAMKI Sahat Sinurat dan Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Muhammad Natsir Sahib, yang berbicara banyak mengenai pemuda dan persatuan. (**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com