* Ancam Tutup Akses Tol Belawan

Tuntut Atasi Banjir Rob di Belawan, Masyarakat Demo ke Kantor Gubernur

* Wali Kota Medan Klaim Penahan Banjir Rob Dikerjakan Tahun 2022

182 view
Tuntut Atasi Banjir Rob di Belawan, Masyarakat Demo ke Kantor Gubernur
(Foto: SIB/Danres Saragih)
AKSI DAMAI: Puluhan orang dari Forum Anak Belawan Bersatu menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (18/10). 
Medan (SIB)
Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumut, Senin (18/10). Massa menuntut Pemprov Sumut segera mengatasi banjir rob di Belawan yang akhir-akhir ini sudah mengkhawatirkan.

Massa mengancam bila tak segera diatasi banjir rob, maka mereka akan kembali membawa massa yang lebih banyak ke kantor gubernur. Jika tetap diabaikan maka mereka akan menutup akses Jalan Tol Medan-Belawan sehingga aktivitas akan lumpuh total.

Massa mengatakan, warga Belawan sudah gerah dengan berbagai janji yang berulang dari pemerintah maupun wakil rakyat yang tidak pernah terealisasi. Faktanya, hingga saat ini warga Belawan sangat menderita akibat banjir rob yang tetap melanda sehingga aktivitas mereka terganggu.

Parahnya lagi, Belawan malah terancam tenggelam karena daerah tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan. Berdasarkan realitas itulah FABB menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumut.

Mereka datang naik angkot, menggunakan ikat kepala bertuliskan 'Save Belawan' (#Belawan). Dalam orasinya mereka meneriakkan kepada Gubernur Edy Rahmayadi segera membangun tanggul-tanggul pencegah rob di sekeliling pantai Belawan dan lakukan restorasi dan pemulihan jalur hijau di Belawan.

Massa juga melakukan aksi teatrikal mandi air asin yang langsung dibawa dari Belawan dan membentangkan tikar dengan memberitahukan akan melakukan aksi menginap di depan Kantor Gubernur bila Gubernur Edy Rahmayadi atau Wakil Gubernur Musa Rajeckshah tidak menemui mereka.

Ketua FABB Chairul Chaniago mengatakan merasa miris melihat perkembangan Belawan yang seharusnya sebagai wajah negara di Indonesia bagian Barat dan Provinsi Sumut. Keberadaan Pelabuhan Internasionalnya dan berbagai potensi ekonomi dengan sumbangan devisa yang begitu besar, maka secara logika Belawan sudah menjadi kota yang maju dengan tata kota yang baik dan rakyatnya juga sejahtera.

Namun apa yang terjadi saat ini semuanya berbanding terbalik, Kota Belawan kini terancam tenggelam oleh banjir rob (gelombang pasang air laut) dan realitanya Belawan menjadi kota terkumuh. Bahkan menurutnya, Kota Belawan di zaman penjajahan Belanda jauh lebih baik dibanding sekarang.

Dikerjakan
Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengklaim bahwa pengerjaan penahan banjir Rob di Kecamatan Medan Belawan akan dilakukan pada tahun 2022. Hal itu dikatakan Bobby ketika menanggapi aksi unjuk rasa puluhan warga Belawan yang tergabung dalam Forum Anak Belawan Bersatu di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (18/10).

Dikatakan, penyelesaian masalah banjir Rob di Medan Belawan harus dilakukan dengan perencanaan matang. Untuk itu, pihaknya meminta warga bersabar sampai pengerjaan penahan banjir ROB dikerjakan.

"Drainase ada dari laut dan dari darat, dua-duanya harus diselesaikan. Makanya dibuat dulu rencananya dengan bagus, supaya nanti tidak asal-asal. Pengerjaannya harus dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Diakui, dirinya masih ingat pada saat kampanye berjanji akan berkantor di Belawan. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena belum dilaksanakannya penahan banjir yang merupakan solusi masalah tersebut.

"Saya masih ingat janji waktu kampanye, saya mau ngantor di Belawan. Tapi ngapain saya berkantor di sana kalau tidak bawa solusi?," katanya.

Diakui, pihaknya sudah mengajukan usulan kepada Pemprov Sumut dan Kementerian PUPR Republik Indonesia terkait solusi banjir Rob. "Permasalahan banjir di Kota Medan sudah berulangkali diusulkan, serta sudah disepakati Gubernur Sumut dan Kementrian PUPR. Sempat muncul revisi dari Kementrian PUPR agar jalan ditinggikan, tapi banyak yang tidak setuju. Jadi kemarin direvisi, penyelesaiannya jangan seperti itu," jelasnya.

Sebelumnya, dalam aksinya warga meminta agar Belawan diselamatkan dari banjir Rob. Mereka menangih janji Wali Kota Medan Bobby Nasution saat kampanye, yang dalam kampanyenya mengaku akan berkantor di daerah Medan Utara unruk menyelesaikan permasalahan yang ada khususnya dalam menangani banjir rob.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Khaidir Chaniago mengungkapkan, banjir rob terus terjadi di Medan Belawan, sehingga aktifitas warga sering terganggu.

"Kami masih ingat, waktu itu Bobby datang menjumpai kami dengan menggulung celana melewati banjir rob. Ini kami datang ke Kantor Wali Kota tampa ada banjir. Datanglah jumpai kami pak Bobby, tidak gulung celana lagi bapak jumpai kami," sebutnya.

Sekira 30 menit melakukan aksi unjukrasa, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution lalu langsung menemui dan menanggapi tuntutan warga. (A13/A16/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com