Uji Coba LRT Tabrakan di Cibubur

* Masinis Luka Ringan

133 view
Uji Coba LRT Tabrakan di Cibubur
Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
KECELAKAAN: Petugas memeriksa gerbong kereta LRT yang mengalami kecelakaan di ruas Cibubur-TMII, Jakarta, Senin (25/10).
Jakarta (SIB)
Rangkaian light rail transit (LRT) saat diujicoba pada Senin (25/10) mengalami kecelakaan di kawasan Munjul, Cibubur, Jakarta Timur (Jaktim).

Foto dan video kecelakaan itu ramai di media sosial. Tampak ada bagian rangkaian LRT yang sampai berada di posisi atas rangkaian lainnya.

Damkar Jaktim dilibatkan dalam penanganan kecelakaan LRT ini.

"Iya, kami lagi pada meluncur ke sana," ujar Kepala Seksie Damkar Jaktim Gatot Sulaiman saat dihubungi , Senin (25/10).

Gatot meluncurkan tim dari sektor damkar Cipayung untuk segera melakukan penanganan di lokasi. Dia belum mendapatkan informasi detail mengenai kejadian kecelakaan ini.

"Iya posisinya di Munjul. Informasinya keretanya sedang diujicoba. Keretanya kosongan," sambungnya.

PT Industri Kereta Api atau PT INKA menyatakan ada indikasi human error dalam kasus ini.

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan masinis diduga menyalahi SOP. Namun dia belum bisa menyampaikan lebih jauh karena kepastian soal penyebab kecelakaan akan disampaikan KNKT.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi kasus tabrakan LRT ini.

"Makanya saya bilang ini terindikasi adanya human error, di mana masinis pada saat langsir ini kecepatannya melebihi. Tapi itu nanti akan diketahui oleh hasil investigasi KNKT," kata Budi dalam jumpa pers, Senin (25/10).

"Tapi indikasi awal berdasarkan situasi di lapangan seperti itu," sambungnya.

Sebelumnya, kronologi kecelakaan ini disampaikan PT INKA, di mana tabrakan itu melibatkan trainset 20 dan trainset 29 LRT Jabodebek. Kecelakaan terjadi di antara Stasiun Ciracas dan Stasiun Harjamukti atau di sekitar wilayah Cibubur, Jaktim.

Kecelakaan ini terjadi saat pengujian. Rencananya, trainset 29 itu akan diuji tim dari Ditjen Kereta Api Kementerian Perhubungan.

PT INKA menyebut rangkaian kereta untuk LRT itu tersebar di sepanjang jalur di antara dua stasiun tersebut. Dia mengatakan, rangkaian LRT 29, yang akan dicek Kemenhub hari ini, kemudian dipindah.

Kecelakaan kemudian terjadi saat trainset 29 dari Ciracas hendak menuju Harjamukti. Tabrakan diduga terjadi karena lansiran terlalu cepat.

PT INKA selaku operator LRT menduga penyebab kecelakaan karena langsiran terlalu cepat.

"Trainset 29 yang posisi pagi jadi masih di tengah-tengah karena kan rangkaian ini tersebar rangkaian trainset 29 di tengah-tengah terus diambil satu per satu, pas mau ke trainset 20 itu, saat trainset 29 mau gabung ke arah Harjamukti terjadi tumbukan," ujar Budi.

"Ini terindikasi nanti KNKT yang menentukan, terindikasi langsiran yang terlalu cepat," imbuhnya.

Luka Ringan
PT INKA menjelaskan, masinis kereta LRT yang tabrakan, mengalami luka ringan. Saat ini si masinis sudah berada di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Pihak PT INKA juga menyampaikan masinis dalam kondisi sadar saat dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Masinisnya alhamdulillah tidak apa-apa. Ya luka ringan dan sekarang di rumah sakit. Masih sadar," kata Budi Noviantoro. (Detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com