Ungkap Perampokan Toko Emas, Polisi Tangkap 5 Pelaku

* Amankan Total 6,8 Kg Emas, Kapolda Sumut Bantah Isu Jumlah Emas Tak Sesuai Fakta

200 view
Ungkap Perampokan Toko Emas, Polisi Tangkap 5 Pelaku
Foto : Dok/Roy Marisi Simorangkir
BARANG BUKTI: Kapoldasu Irjen Pol Panca RZ Simanjuntak (dua dari kanan) didampingi Pangdam I/BB Letjen TNI M Hassanudin (tengah), Walikota Medan Bobby Afif Nasution (paling kanan), Wakapoldasu Brigjen Dadang Hartanto (dua dari kiri) dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko (paling kiri) menunjukkan barang bukti perhiasan dan senjata yang digunakan para pelaku perampokan dalam paparan di Mapoldasu, Rabu (15/9).
Medan (SIB)
Personil gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Sat Reskrim Polrestabes Medan mengungkap kasus perampokan toko emas di Simpang Limun, dengan mengamankan lima terduga pelaku beserta barang bukti 6,8 Kg emas berbentuk perhiasan, satu pucuk senjata laras panjang, dua pucuk senjata laras pendek rakitan jenis FN dan revolver, serta dua sepedamotor.

Dalam paparan di Mapolda Sumut, Rabu (15/9) petang, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca RZ Simanjuntak didampingi Pangdam I/BB Letjen TNI M Hassanudin, Walikota Medan Bobby Afif Nasution dan Wakapoldasu Brigjen Dadang Hartanto mengatakan, kelima tersangka yang ditangkap antara lain otak pelaku Hendrik Tampubolon, Deny, Prayogi alias Bejo, Farel, dan Paul.

"Karena melawan dan membahayakan nyawa petugas saat pengembangan penyelidikan, anggota lalu melumpuhkan dengan menembak tersangka Hendrik yang akhirnya meninggal dunia. Anggota juga terpaksa menembak kaki Prayogi karena mencoba melarikan diri," katanya.

Dikatakan, kronologis perampokan itu dimulai dari Hendrik yang menemui Deny dan menyampaikan niatnya merampok toko emas, serta meminta agar Deny mempertemukannya dengan teman-temannya yang bersedia bergabung untuk merampok toko emas.

Ditambahkan, dalam kasus itu Deny bertugas mempertemukan Hendrik dengan ketiga tersangka lain yang dikenalnya saat sama-sama mendekam di Rutan Tanjunggusta Medan. Setelah dipertemukan dengan ketiga tersangka lain, Hendrik menjelaskan rencana aksi perampoman toko emas dan mengaku telah mempersiapkan tiga pucuk senjata api.

Untuk mendukung aksi, katanya, para pelaku sebelumnya sempat mencuri dua unit sepedamotor dari daerah Kabupaten Labura dan Kota Medan, yang kemudian digunakan sebagai sarana transportasi saat merampok toko emas.

Setelah melakukan pemantauan sehari sebelumnya, para pelaku yang dilengkapi dengan senjata api lalu merampok Toko Emas Aulia Chan dan Toko Emas Masrul, Kamis (26/8). Usai menggodol seluruh perhiasan di kedua toko emas itu, para pelaku yang sebelumnya beriringan meninggalkan lokasi akhirnya berpisah di kawasan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

Selain penyelidikan dan kerja keras personil gabungan di lapangan, ungkapnya, kasus perampokan itu juga berhasil diungkap berkat dukungan rekaman CCTV di lokasi serta rekaman kamera CCTV milik Pemko Medan yang dipasang di sejumlah ruas jalan.

"Salah satu pendukung kasus ini bisa terungkap yaitu berkat adanya rekaman CCTV di lokasi serta rekaman CCTV milik Pemko pada sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Untuk itu, kita sepakat akan memperbanyak pemasangan kamera CCTV di sejumlah lokasi strategis, serta mengimbau para pengusaha untuk meningkatkan keamanannya dengan CCTV," sebutnya.

Bantah isu
Menjawab wartawan, Kapolda mengaku, dari kedua lokasi para pelaku berhasil menggondol emas dengan berat 6,8 Kg. Dari pengungkapan kasus itu, katanya, pihaknya mengamankan seluruh barang bukti 6,8 Kg emas tersebut. Kapolda juga secara tegas membantah isu yang menyebutkan jumlah emas yang dirampok tidak sesuai dengan fakta di lokasi.

"Tidak benar itu, total emas yang dirampok 6,8 Kg dan semuanya berhasil disita dari para pelaku. Silahkan tanya kepada para korban yang kita hadirkan hari ini, tidak mungkin mereka bohong," tegasnya.

Sebelumnya, sempat beredar isu bahwa jumlah emas yang dirampok sengaja digelembungkan untuk mengelabui pihak asuransi. Selain itu juga beredar isu yang menyebutkan, jumlah emas yang dicuri lebih banyak dari barang bukti yang diamankan petugas.

Sementara ketika diwawancarai di Mapolda, para korban mengapresiasi kinerja petugas kepolisian yang berhasil mengungkap kasus perampokan tersebut. (A16/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com