Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo Bakal Menyeramkan

* Atlet Chile Peserta Pertama Mundur dari Olimpiade karena Covid-19

99 view
Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo Bakal Menyeramkan
AP/Eugene Hoshiko
Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 akan menampilkan pertunjukan yang menyeramkan.
Jakarta (SIB)
Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional, Jepang, pada Jumat (23/7) mendatang, bakal menjadi pertunjukan yang menyeramkan.

Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 dipastikan tidak akan menampilkan pertunjukan seni, koreografi massal, atau permainan cahaya lampu, dan kemegahan.

Sebaliknya Produser Eksekutif Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo, Marco Balich, mengatakan opening ceremony kali akan berlangsung menyeramkan.

"Tim kami di Jepang harus berpikir keras bagaimana mempromosikan keindahan negara mereka dan menggabungkan antara ketakutan dan kekhawatiran yang terkait dengan Olimpiade dan infeksi dan penyakit," kata Balich dikutip dari Reuters.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Tokyo telah membuat penyelenggaraan Olimpiade telah ditunda pada 2020 dan baru bisa digelar tahun ini.

Bahkan penyelenggaraan pesta olahraga internasional terbesar tahun ini juga masih mendapat pertentangan karena kekhawatiran dapat menjadi klaster penyebaran virus corona.

Sejauh ini telah terdapat 71 kasus positif Covid-19 yang ditemukan di Olimpiade Tokyo hingga Selasa (20/7).

"Ini akan menjadi upacara yang jauh lebih serius. Namun tetap menampilkan estetika Jepang yang indah. Sangat (bernuansa) Jepang tetapi juga selaras dengan kondisi hari ini," kata Balich yang juga bertanggung jawab pada upacara pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu.

Meski demikian Balich berjanji akan memberikan yang terbaik agar pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 ini tidak mudah untuk dilupakan.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat sesuatu yang unik dan mudah-mudahan menjadi satu-satunya (dalam sejarah) di Olimpiade," ujar Balich.

pertama mundur
Seorang atlet taekwondo Chile menjadi atlet pertama yang mundur dari Olimpiade Tokyo setelah dinyatakan positif Covid-19.

Fernanda Aguirre telah melakukan perjalanan ke Jepang dari Uzbekistan di mana dia mempersiapkan Olimpiade, namun dinyatakan positif begitu tiba di Jepang.

"(Dia) tidak menunjukkan gejala dan dalam kesehatan yang baik, tetapi sayangnya tidak akan bisa berlomba karena pihak berwenang Jepang memberlakukan karantina 10 hari," kata Komite Olimpiade Chile seperti dikutip AFP, Selasa.

Aguirre sudah dipindahkan ke fasilitas isolasi, begitu pula dengan pelatihnya.

Atlet berusia 21 tahun yang memenangkan medali perunggu Pan American Games 2019 itu lewat akun media sosialnya mengaku "hancur dan sangat sedih."

Serupa dengan Aguirre, laporan terbaru menyebutkan bahwa pemain skateboard Belanda Candy Jacobs juga terpaksa keluar dari Olimpiade setelah dinyatakan positif Covid-19.

Jacobs menulis di Instagram bahwa dia telah "melakukan segala daya untuk mencegah skenario ini dan melakukan semua tindakan pencegahan".

"Sayang saya dinyatakan positif Covid-19 pagi ini yang berarti perjalanan Olimpiade saya berakhir di sini," kata pemain berusia 31 tahun itu.

Hingga saat ini telah ada lusinan kasus Covid-19 terkait Olimpiade, sementara Olimpiade akan dibuka secara resmi Jumat. (CNNI/Antaranews/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com