Upaya Pemko Tanjungbalai Atasi Dampak Banjir Kiriman


465 view
Upaya Pemko Tanjungbalai Atasi Dampak Banjir Kiriman
Foto Dok/Kominfo Tanjungbalai
BERI BANTUAN : Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial memberikan bantuan Sembako kepada korban banjir, Minggu (13/12) di Kecamatan Datuk Bandar Tanjungbalai.
Banjir kiriman yang melanda Kota Tanjungbalai akibat jebolnya tanggul Sungai Asahan sangat berdampak kepada masyarakat Kota Tanjungbalai.

Sebanyak 13.914 unit rumah warga dan lokasi fasilitas pemerintah dan umum, seperti kantor Camat Datuk Bandar Timur, Koramil 017, sekolah, Puskesmas, mesjid dan musollah tergenang air.

Secara khusus, dari 6 kecamatan yang ada di Kota Tanjungbalai, ada dua kecamatan yang terendam banjir, yaitu Kecamatan Datuk Bandar dan Kecamatan Datuk Bandar Timur dan seluruhnya nyaris kena imbas banjir akibat tanggul Sungai Asahan jebol.

Selain rumah terendam air, mata pencarian warga hilang atau tertutup. Ternak peliharaan, seperti lembu, kambing, ayam, itik dan lainnya sebahagian hanyut dibawa derasnya debit air, juga tanaman palawija semua mati terendam air.

Kini perekonomian sebahagian warga lumpuh total sehingga warga sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah, baik pusat, provinsi dan secara khusus Pemko Tanjungbalai.

Dalam menyikapi ini, Pemko Tanjungbalai berupaya mengatasi dampak banjir kiriman dari Kabupaten Asahan tersebut.
Wali Kota Tanjungbalai, HM Syahrial SH MH bersama istri Ny Sri Silvisa Novita M Syahrial didampingi, Sekdakot Tanjungbalai Yusmada SH MAP dan istri Ny Darul Yana Yusmada, Asisten I Nurmalini Marpaung SSos dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di antaranya Kadis PUPR Tety Juliani ST MT, Kalaksa BPBD M Ridwan Parinduri, Camat serta Lurah melakukan kunjungan mendadak ke sejumlah titik lokasi banjir dan menyapa para korban banjir.

Berbagai upaya kini dilakukan oleh Pemkot Tanjungbalai dalam penanganan banjir di dua kecamatan. Upaya pertama, HM Syahrial memerintahkan agar penjaga klep (pintu air) yang berada di perbatasan Asahan tepatnya di pintu klep Sungai Bandar Jaksa agar tetap aktif atau menghidupkan mesin pompa air sehingga mengurangi debit air yang masuk ke wilayah Tanjungbalai. " Dengan tetap aktifnya mesin pompa, kita upayakan minimal dapat mengurangi masuknya debit air ke Tanjungbalai akibat jebol atau rusaknya tanggul di daerah Asahan," ujar HM Syahrial.

Upaya kedua, HM Syahrial mengintruksikan agar Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat mendata warga yang terdampak banjir. kemudian membuka posko korban banjir di berbagai tempat dan menyiapkan Gedung Olah Raga (GOR) sebagai posko skala besar, dengan fasilitas tim medis/kesehatan, dapur umum, posko inap, tempat ungsi barang dan menyiapkan mobil pengangkut barang milik para pengungsi.

Upaya ketiga, Pemko Tanjungbalai memberikan bantuan kepada korban banjir. Sebanyak 6.756 paket bantuan berupa beras, minyak goreng, mie instan dan lainnya langsung diberikan Wali Kota Tanjungbalai. "Selain bantuan Sembako dari Pemko, kondisi banjir juga telah dilaporkan kepada Pemrov Sumut melalui Sekretaris Bappeda Sumut Rita Tavip Megawati memberikan 2000 paket berisi minyak goreng, bubuk teh dan gula. Pemko Tanjungbalai juga akan menambah bantuan kepada warga, berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Kepling, Lurah dan Camat. Saat ini jumlah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Datuk Bandar 9.034 KK dan di Kecamatan Datuk Bandar Timur 4.880 KK," sebut HM Syahrial.

Upaya keempat, dalam rangkaian mempercepat penanggulangan bencana banjir/banjir kiriman tersebut, Wali Kota berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, yaitu Kementerian PUPR, UPT Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) dan Pemkab Asahan dalam rangka memperbaiki tanggul yang jebol. "Kita upayakan agar Pusat, Pemrov Sumut dan Pemkab Asahan dan instansi lainnya untuk segera membantu percepatan penanganan banjir di Kota Tanjungbalai terutama perbaikan tanggul yang jebol," kata HM Syahrial.

PETAKAN SOLUSI BANJIR
Banjir yang melanda kota Tanjungbalai, secara khusus Kecamatan Datuk Bandar dan Datuk Bandar itu menjadi pemacu semangat dan pembelajaran buat Pemko Tanjungbalai.

Pemko Tanjungbalai ke depan akan semakin berbenah diri agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dari kejadian bencana alam tersebut, Pemko Tanjungbalai melakukan pemetaan solusi banjir.

Selain banjir akibat tanggul Sungai Asahan jebol atau rusak. Penyebab banjir merupakan akibat kepadatan tingkat hunian, kondisi sungai dipenuhi semak dan pepohonan, pendangkalan sungai dan sistem drainase yang kurang maksimal.

Selain itu, sungai-sungai yang ada di Kota Tanjungbalai, kini sangat sempit dan dangkal. Sehingga debit air yang masuk ke wilayah Tanjungbalai lambat surutnya dan kemungkinan saluran air tersumbat.

Semoga dengan dilakukan pemetaan solusi banjir, diharapkan Pemko Tanjungbalai dapat secepatnya merealisasi hasil pemetaan tersebut demi kenyamanan masyarakat Kota Tanjungbalai. (Advetorial/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com