Usut Dugaan Korupsi Proyek Satelit, Kejagung Periksa Eks Baranahan Kemenhan


232 view
Usut Dugaan Korupsi Proyek Satelit, Kejagung Periksa Eks Baranahan Kemenhan
(Foto: dok. Kejagung)
Kejaksaan Agung.

Jakarta (SIB)

Kejaksaan Agung memeriksa eks Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Baranahan Kemenhan) periode 2015-2017, Laksamana Muda berinisial L sebagai saksi kasus dugaan korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2015 hingga tahun 2021.


"Tim Penyidik Koneksitas melakukan pemeriksaan terhadap 1 orang saksi yang terkait dengan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012 s/d 2021,"kata Kepala Pusat Penerangan HUukum kejaksaan Agung, Ketut Sumedana di Jakarta, Kamis(12/5).


Kapuspenkum Kejagung yang akrab dipanggil Ketut itu menegaskan saksi Laksamana Muda L diperiksa terkait pengadaan ground segment oleh Navayo dan kontrak-kontrak bersama konsultan dalam pengadaan terkait Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT).


"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012 s/d 2021,"tegasnya.


Selain itu, sambung Ketut, pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan.


"Guna menghindari penularan Covid19, seluruh penyidik dan para saksi diwajibkan memakai masker dan pemeriksaan sebagaimana prosedur kesehatan yang diterapkan pemerintah,"pungkasnya.


Seperti diketahui dalam kasus ini, Kejagung telah mencegah beberapa orang ke luar negeri, yaitu Dirut PT Dini Nusa Kusuma (PT DNK) Surya Witoelar (SW), Presiden Direktur PT Dini Nusa Kusuma (DNK) berinisial AW serta warga nagera asing, Thomas van der Heyden.


Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dalam keterangan persnya mengungkapkan bukti kuat adanya indikasi pelanggaran lantaran proyek tersebut tidak dianggarkan di Kemenhan.


Proyek satelit Kemhan itu terjadi pada 2015, yang kala itu Kemhan dipimpin Ryamizard Ryacudu. Proyek itu berkaitan dengan pengelolaan satelit untuk slot orbit 123 derajat Bujur Timur. (H3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com