Usut Penembakan Pendeta di Papua, Tim Investigasi Libatkan Tokoh Masyarakat


254 view
Usut Penembakan Pendeta di Papua, Tim Investigasi Libatkan Tokoh Masyarakat
Foto: dok. Kemenko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud Md
Jakarta (SIB)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan pemerintah akan membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut kasus penembakan dua TNI dan dua warga sipil di Intan Jaya, Papua. Mahfud menyebut kasus tersebut harus diusut tuntas.

"Yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata, KKB, yang menewaskan dua orang anggota TNI dan tewasnya satu orang sipil serta seorang pendeta, jadi dua dari warga sipil, maka pemerintah di lingkungan Kemenko Polhukam itu mengambil dua sikap," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (1/10).

Mahfud menegaskan pemerintah akan mengusut kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum. Polisi akan diperintahkan terus mengungkap kasus ini.

"Satu penegakan hukum proses yang dilakukan olah polisi upaya untuk mengungkap kasus ini akan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jadi polisi diperintahkan untuk terus mengungkap kasus ini secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata dia.

Mahfud menegaskan pemerintah juga akan membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus ini. Tokoh masyarakat dan tokoh adat Papua akan dilibatkan.

"Kedua, pemerintah akan membentuk tim investigasi gabungan yang bisa lebih objektif menggali ini agar tidak menimbulkan kontroversi, yang nanti selain akan melibatkan pejabat-pejabat terkait yang terbatas, juga akan melibatkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan akademisi yang akan segera dibentuk dalam waktu singkat," katanya.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan pembentukan tim ini untuk menemukan fakta-fakta secara objektif. Temuan dari investigasi tersebut akan dilaporkan kepada Presiden.

"Ini untuk menggali fakta-fakta dan melaporkan kepada Presiden melalui Kemenko Polhukam sesuai dengan disposisi yang saya terima dari Istana. Untuk itu, Saudara sekalian, tolong media juga bisa menyebarkan informasi ini secara objektif," jelasnya.

Sebelumnya, dua orang anggota TNI, satu warga sipil, dan Pendeta Yeremia Zanambani meninggal dunia setelah ditembak oleh anggota KKSB di Hitadipa, Papua. TNI menyebut tindakan KKSB itu untuk mencari perhatian menjelang sidang utama PBB.

Kapen Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan para anggota KKSB itu telah menyebar fitnah bahwa TNI telah melakukan penembakan. Padahal faktanya, kata Suriastawa, penembakan itu dilakukan oleh KKSB.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini. Dan inilah yang saya khawatirkan bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah setting-an mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB. Saya tegaskan bahwa ini semua fitnah keji dari KKSB," kata Suriastawa dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9). (detikcom/d)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com